Ini syarat untuk Indonesia menjadi negara maju versi Rizal Ramli
Merdeka.com - Ekonom Rizal Ramli menyatakan, Indonesia harus lepas ketergantungan dua lembaga keuangan internasional, yaitu Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (World Bank) jika ingin menjadi negara maju. Rizal mengungkapkan, negara-negara yang ekonominya mampu tumbuh tinggi tidak pernah mengandalkan utang dari IMF dan Bank Dunia.
Sebagai contoh Jepang dan China yang selama puluhan tahun ekonominya mampu tumbuh 12 persen. "Negara-negara yang maju di Asia Tenggara. Jepang setelah perang dunia 12 persen selama 20 tahun. China tumbuh 12 persen selama 25 tahun, karena tidak memakai cara-cara Bank Dunia, IMF, tidak mengandalkan utang. China utangnya tidak ada, kecuali domestik," ujar dia di Jakarta, Selasa (3/7).
Menurut Rizal, meski sama-sama terkena krisis ekonomi, saat ini pendapatan per kapita negara-negara di Asia sudah jauh lebih tinggi dari Indonesia. Bahkan, pendapatan per kapita Thailand sudah dua kali lebih besar dari Indonesia."Kita tidak pernah jadi hebat, pertumbuhan kita sedang. Tahun 1967 semua di Asia pendapatnya USD 100. China lebih miskin dari kita, USD 50 per orang. Hari ini korea USD 35.000, 10 kali dari kita, Thailand 2 kali kita, Malaysia 3 kali kita, Taiwan 6 kali kita," jelas dia.
Rizal menyatakan, korupsi memang menjadi salah satu penyebab Indonesia pernah menjadi negara miskin. Namun selain itu, ketergantungan terhadap utang dari IMF dan Bank Dunia juga membuat ekonomi Indonesia semakin memburuk.
"Kenapa kita miskin, apa karena korupsi? Benar, salah satunya. Kedua, karena garis ekonominya, kebijakan ekonominya manut sama Bank Dunia dan IMF. Tidak ada negara hebat yang ikut saran dari IMF dan Bank Dunia. Jadi harus ada perubahan," tandas dia.
Reporter: Septian DenySumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya