Manado, 22 Januari 2026 – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menyatakan bahwa keberhasilan provinsi ini sebagai pusat koneksi (hub) logistik kawasan sangat bergantung pada dukungan serta kebersamaan seluruh pihak. Pernyataan ini disampaikan Gubernur di Manado, Kamis (22/1), menekankan pentingnya sinergi untuk mencapai tujuan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara secara resmi memohon dukungan dari pemerintah pusat dan instansi vertikal. Permohonan ini secara khusus ditujukan kepada Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kelancaran arus barang dan orang, yang merupakan elemen vital bagi sebuah hub logistik. Gubernur juga menggarisbawahi perlunya dukungan dari unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan guna menjaga stabilitas serta kepastian hukum bagi dunia usaha di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat dan instansi vertikal merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Sulawesi Utara sebagai hub logistik kawasan. Instansi seperti Bea dan Cukai, Imigrasi, dan Karantina memiliki peran krusial dalam memastikan kelancaran dan efisiensi lalu lintas barang dan orang.
Koordinasi yang erat antarlembaga ini akan meminimalkan hambatan birokrasi dan mempercepat proses logistik. Stabilitas keamanan dan kepastian hukum, yang dijaga oleh TNI, Polri, dan Kejaksaan, juga menjadi faktor penentu. Lingkungan yang kondusif akan menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor logistik.
Tanpa adanya sinergi yang kuat dari semua elemen pemerintahan, cita-cita menjadikan Sulut sebagai pusat logistik yang efisien akan sulit tercapai. Oleh karena itu, Gubernur secara aktif menggalang dukungan dari berbagai pihak terkait di tingkat nasional.
Advertisement
Advertisement
Selain dukungan pemerintah, peran aktif dari para pelaku usaha juga sangat diharapkan untuk memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai hub logistik. Gubernur Yulius secara khusus mengharapkan komitmen dari pelaku ekspor dan impor, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta asosiasi pengusaha lainnya di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Komitmen ini mencakup pembangunan volume dan konsistensi layanan 'direct call', yaitu penerbangan atau pelayaran langsung tanpa transit. Layanan 'direct call' sangat penting untuk mengurangi waktu dan biaya logistik, sehingga meningkatkan daya saing produk dari kawasan timur Indonesia.
BUMN strategis seperti Angkasa Pura dan Pelindo juga memegang kunci dalam pembangunan ekosistem logistik Sulampua yang efisien dan berdaya saing. Peran mereka dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur transportasi sangat vital.
Advertisement
Advertisement
Untuk mematangkan visi ini, Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara dan Asosiasi Pengusaha Indonesia sebelumnya telah menggelar Forum Group Discussion (FGD). FGD bertajuk 'Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia' ini menjadi wadah penting.
Gubernur Yulius memaknai forum tersebut sebagai momentum bersama untuk menyatukan visi dan menjadi ruang terbuka bagi semua pihak untuk saling mendengar. Diskusi ini bertujuan untuk memahami kebutuhan dukungan agar layanan 'direct call' dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang terjalin antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional, Gubernur optimistis bahwa Sulawesi Utara siap memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Upaya ini diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian regional dan nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews