Pemerintah Kota Jambi, Provinsi Jambi, secara aktif mendorong masyarakatnya untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum Jambi. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Tujuannya adalah mengatasi permasalahan kemacetan dan polusi udara yang semakin memprihatinkan di wilayah perkotaan.
Wali Kota Jambi Maulana pada Sabtu, 4 Oktober, menyatakan bahwa pihaknya fokus pada perubahan perilaku mobilitas harian masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya sebatas membangun sistem transportasi yang lebih baik. Namun juga berupaya menanamkan budaya baru di tengah masyarakat agar lebih memilih angkutan publik untuk aktivitas sehari-hari.
Maulana optimistis bahwa penggunaan angkutan umum akan menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan dalam beberapa tahun ke depan. Perubahan ini, menurutnya, hanya bisa terjadi jika didukung oleh layanan yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi. Layanan harus terhubung baik dengan wilayah hunian maupun pusat aktivitas penting di Kota Jambi.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kota Jambi tengah gencar melaksanakan berbagai strategi untuk mendorong adopsi transportasi umum Jambi. Salah satu upaya utama adalah dengan mengedepankan penggunaan transportasi massal sebagai alternatif mobilitas harian. Harapannya, hal ini dapat signifikan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan-jalan kota.
Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa pihaknya ingin menciptakan kondisi di mana masyarakat terbiasa menggunakan transportasi umum. "Bahkan, budaya ini berhasil terbentuk nanti, maka akan muncul rasa enggan atau malu jika seseorang masih memilih kendaraan pribadi untuk aktivitas harian dalam kota," ujar Maulana. Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar Pemkot Jambi.
Untuk mendukung visi tersebut, Pemkot Jambi terus mendorong pengoperasian bus listrik. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih. Bus listrik diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.
Advertisement
Selain itu, revitalisasi terminal-terminal yang ada di Kota Jambi juga menjadi agenda penting. Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang. Perluasan trayek angkutan kota juga terus diupayakan agar jangkauan layanan semakin merata dan dapat melayani lebih banyak area di seluruh penjuru kota.
Advertisement
Aspek kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program peningkatan transportasi umum Jambi. Wali Kota Maulana menyambut baik kehadiran kembali Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Kota Jambi setelah tiga tahun mengalami kevakuman. Ia menilai keberadaan Organda sangat penting untuk membangun transportasi publik secara kolaboratif.
Kolaborasi antara pemerintah dan Organda diharapkan dapat mempercepat upaya mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Sinergi ini akan fokus pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan rute yang lebih efektif. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda, Wisbar, menyatakan harapannya agar kepengurusan periode 2025 hingga 2030 dapat membawa semangat baru. Semangat ini diharapkan tidak hanya bagi perusahaan angkutan umum, tetapi juga bagi Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan visi bersama. Organda berkomitmen penuh untuk mendukung program ini.
Advertisement
"Mari kita bergandeng tangan membuat organisasi menjadi hebat, karena dengan kolaborasi yang baik mampu mengatasi setiap tantangan," kata Wisbar. Ia menambahkan, melalui kerja sama yang erat, secara bersama-sama dapat mewujudkan visi besar yaitu "Kota Jambi Bahagia" yang didukung oleh sistem transportasi publik yang modern dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews