Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyebut bahwa Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah merupakan bupati terkaya. Pernyataan ini didasarkan pada data yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai anggaran daerah yang mengendap di bank.
"Di sini hadir juga Bupati Talaud. Uangnya ada Rp2,6 triliun, bupati terkaya. Ini berbanding terbalik, uangnya banyak tapi disumbang kapal," ungkap Yulius Selvanus saat memberikan sambutan pada penyerahan dua kapal layanan kesehatan dari Baznas di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulut, pada Kamis (23/10).
Ucapan tersebut membuat para tamu undangan, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Welly Titah, tertawa.
Menurut data dari Menteri Keuangan Purbaya, Kabupaten Kepulauan Talaud menempati urutan kesembilan dari 15 daerah dengan jumlah uang mengendap tertinggi, yaitu sebesar Rp2,62 triliun. Welly Titah, ketika dikonfirmasi oleh wartawan, mengaku terkejut dengan informasi bahwa Pemkab Talaud memiliki dana sebesar Rp2,6 triliun yang disimpan di bank.
Dia menyatakan bahwa banyak orang yang mempertanyakan hal tersebut. "Saya disuruh berangkat ketemu Menteri Keuangan, datanya keliru. Setelah ditelusuri ternyata Rp62 miliar. Sekarang tinggal Rp58 miliar," jelasnya.
Advertisement
Dia menambahkan bahwa dana sebesar Rp62 miliar tersebut digunakan untuk pembayaran borongan, gaji, dan kebutuhan pokok.
Dalam sambutannya pada penyerahan kapal dari Baznas, Mendagri menyoroti data yang disampaikan oleh Menkeu mengenai dana Pemda yang mengendap di bank, yang konon sebesar Rp2,6 triliun milik Kabupaten Kepulauan Talaud. Menurutnya, hal tersebut terkesan aneh.
"Yang agak aneh bagi saya itu Kepulauan Talaud. Tercatat di situ (data Kemenkeu) Rp2,6 triliun. Itu APBD Kabupaten Kepulauan Talaud Rp820 miliar. Masa simpan Rp2,1 triliun, dari mana uangnya?" ungkap Tito.
Ia juga mencatat bahwa Talaud tidak memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan, yang hanya sebesar Rp20 miliar.
"Dari mana uang yang lain, apa mungkin ada penangkapan kapal besar-besaran, atau penangkapan ikan?" tuturnya sambil mengarahkan pandangannya kepada Welly Titah.
Dia menambahkan bahwa Kemendagri telah melakukan pengecekan ke Kepulauan Talaud dan Badan Keuangan, yang menunjukkan bahwa persediaan anggaran hanya sebesar Rp62 miliar.
"Jadi dicatatkan di BI Rp2,6 triliun. Saya duga petugas yang salah mencatat data seluruh Indonesia. Rp62 miliar di balik Rp2,6 miliar jadi triliun," pungkasnya.