Cerita Bos Bappenas, Rancang Pemindahan Ibu Kota Sejak 2015

Kamis, 17 Oktober 2019 15:23 Reporter : Anggun P. Situmorang
Cerita Bos Bappenas, Rancang Pemindahan Ibu Kota Sejak 2015 Kota. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, rencana pemindahan ibu kota ke kalimantan pertama kali dibahas pada 2015. Waktu itu, dia baru saja mulai memimpin kementerian yang terletak di Jalan Taman Suropati, Jakarta tersebut.

"Mungkin ada sedikit cerita di balik pemilihan ibu kota. Saya gabung di Bappenas di 2016. Ada dua menteri sejak 2014 sebelum saya. Pembahasan pertama ke Kalimantan sejak 2015," ujarnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (17/10).

"Jadi bisa memahami Presiden sudah memikirkan pindah ibu kota sejak dari pertama dan fokus pindah ke kalimantan. Jadi sudah berproses sejak 2015 dan fokus ke kalimantan," sambungnya.

Dia mengatakan, pemilihan Kalimantan sebagai ibu kota baru merupakan keputusan yang tepat. Selain memiliki wilayah yang luas, wilayah tersebut juga dihuni oleh tiga negara yang jarang ditemui terjadi di seluruh dunia.

"Ini pulau yang unik. Satu-satunya di dunia karena di Kalimantan itu ada tiga negara dalam satu pulau. Ada Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Silakan cek di Google ada tidak pulau lain di dunia yang ada tiga negara. Biasanya paling banyak dua," jelasnya.

Mantan Menteri Keuangan tersebut menambahkan, pemilihan Kalimantan sebagai ibu kota baru untuk mengakomodir keinginan semua pihak. Di mana, ibu kota diinginkan dekat dengan semua wilayah Indonesia.

"Intinya ketika Presiden memilih di Kalimantan kami lihat ini keputusan yang sangat tepat. Apalagi begitu lihat lokasinya. Kalau negara Indonesia begitu luas maka kita ingin kendali yang lebih baik. Kita ingin pemerintah pusat lebih dekat ke seluruh wilayah Indonesia. Maka itu lokasi ibu kota itu penting," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini