Lipsus mobil bekas (2)

Cara mudah mengenali mobil bekas kecelakaan dan banjir

Senin, 2 Maret 2015 07:38 Reporter : Rahmat Hidayat
Cara mudah mengenali mobil bekas kecelakaan dan banjir Mobil. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Banyak pembeli mobil bekas kecewa karena mobil yang dibeli tidak sesuai harapan. Tampak luar begitu menggoda ternyata mobil tersebut bekas terendam banjir dan pernah tabrakan.

Banyak iklan di koran menawarkan mobil bekas dengan harga murah. Tapi berhati-hatilah karena tidak sedikit mobil tersebut yang tidak dalam kondisi prima. Ada yang bekas terendam banjir dan ada pula bekas kecelakaan. Saat ini makin sulit mengindentifikasi mobil-mobil bekas yang dijual. Pembeli harus makin teliti sebelum membeli daripada menyesal karena rugi.

Sulitnya mengidentifikasi mobil bekas berkualitas prima juga dibenarkan oleh General Manager Mobil88 Fischer Lumbatoruan. "Identifikasi mobil bekas yang bagus itu susah. Sekarang bengkel, salon mobil, sudah semakin canggih. Mobil yang sudah seminggu terendam banjir, bisa disulap jadi terlihat bagus. Pembeli harus jeli, minimal belinya di tempat yang dipercaya," jelas Fischer, Kamis (26/2).

Fischer menambahkan mobil bekas paling riskan adalah yang pernah terendam banjir. Terutama di Jakarta, biasanya setelah banjir akan banyak mobil-mobil bekas dijual. Sayangnya mobil-mobil tersebut merupakan mobil bekas banjir. Mobil sekarang banyak menggunakan komponen elektrikal. Kalau terendam banjir komponen-komponen tersebut akan mudah korsleting.

"Misalnya komponen ECU yang sudah rusak terendam banjir. Kalau diganti mahal, biasanya pemain nakal itu cuma otak-atik saja. Sementara tidak terlihat tapi jangka panjang pembeli harus membayar mahal," tambah Fischer.

Irawan Kusumo, seorang penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua-Jakarta Utara, juga mengatakan bahwa untuk mengenali mobil bekas yang bagus memerlukan kemampuan teknikal baik. Memang banyak penjual yang curang tapi jika teliti sebenarnya mobil bekas bisa diketahui kualitasnya. Pembeli harus bisa mengecek interior dan eksterior mobil tersebut.

"Mobil bekas banjir biasanya olinya putih susu.Terus ada karatan di bodi dan mesin. Lihat juga warna kabel di balik dashboard depan, warnanya akan beda kalau bekas banjir. Lampu juga agak berembun," jelas Irawan.

Irawan juga mengatakan kalau mobil yang pernah terendam banjir itu juga bisa dikenali dari suaranya. Mobil yang pernah terendam banjir bunyinya lebih keras dari mesin mobil normal. Bisa dicoba dengan menghidupkan mesin di sekitar rpm 1.000. Mobil yang sudah mencapai 50 ribu km memang suaranya agak keras. Tapi jika belum sampai 50 ribu km sudah keras berarti mobil tersebut bermasalah.

Kondisi mobil juga bisa dicek dengan membandingkan mobil bekas dan mobil masih baru. Komponen mobil baru bisa dilihat di internet. Jika ada komponen berbeda maka mobil tersebut patut dicurigai. Misalnya karet nat kaca yang sudah disiller lem hitam itu biasanya pernah dibongkar atau pernah pecah. Kaca mobil yang masih normal biasanya ada sablon tulisan merk di pinggirannya.

"Pastikan lebar nat antara pintu dan kusen sama lebar di sekeliling pintu. Bila beda, boleh jadi itu pernah tabrakan atau patah," tambah Irawan.

Terkait mesin, pembeli juga harus memeriksa kebocoran oli mesin dan air dari radiator. Kebocoran oli menandakan sebentar lagi mobil akan turun mesin. Buka dan tutup radiator air, air akan nampak bening dalam kondisi normal. Begitu juga dengan kondisi oli. Bila oli nampak keruh putih atau berair kemungkinan ada kebocoran dari radiator air. Jika radiator bocor efeknya akan membuat mesin karatan dan aus. Jika demikian artinya mesin mobil tersebut dalam kondisi buruk.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali karakter si pemakai mobil sebelumnya. Ini bisa dilakukan jika kita membeli langsung dari si empunya mobil. Namun jika membeli di showroom, tentu akan sulit mengetahui rekam jejak orang yang pernah mengendarai mobil tersebut. Cara paling mudah adalah membawa mobil tersebut ke bengkel yang telah menggunakan sistem komputerisasi. Dari situ akan ketahuan kondisi mobil yang sebenarnya.

Tidak mudah memang membeli mobil bekas dengan kualitas prima, pembeli harus semakin waspada. Jangan sampai kecewa dan rugi jutaan rupiah karena tertipu. "Biasanya di koran banyak yang menawarkan mobil bekas dengan harga miring. Mobkas yang murah itu biasanya ada apa-apanya. Bisa mobil bodong, bekas tabrakan, bekas banjir. Harus teliti saja daripada menyesal," jelas Irawan. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini