Sebagai langkah nyata mewujudkan inklusi sosial, Ruang Amal Indonesia berkolaborasi dengan IFG Life menggelar pelatihan khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) tunarungu. Agenda yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) ini meliputi pengelolaan keuangan, safety riding, hingga jaminan sosial ketenagakerjaan.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolosari, menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap penyandang disabilitas merupakan komitmen nyata, bukan sekadar wacana.
"Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap. Pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan," tegas Dyah dikutip Rabu (23/9).
Dyah menilai sinergi ini menjadi pijakan penting untuk memperluas akses inklusi sosial, khususnya bagi para pengemudi ojol tunarungu yang sehari-hari beraktivitas di jalan raya.
"Kami dari Kemenko PM memberikan penghargaan, penghormatan yang luar biasa kepada kawan-kawan driver ojol. Kami ingin memastikan, ketika teman-teman turun ke jalan itu aman dalam berkendara, dan mendapat akses jaminan sosial ketenagakerjaan," lanjutnya.
Advertisement
Fasilitasi Kelompok Rentan
Dalam kesempatan yang sama, CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie memaparkan bahwa pelatihan kali ini diikuti puluhan pengemudi yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia (KOTRI).
"Kegiatan hari ini diikuti oleh 60 peserta dari Jabodetabek, dan di Jabodetabek sendiri jumlah pengemudi ojol tunarungu ada sekitar 1.300 orang. Kegiatan ini merupakan kali kedua dengan IFG Life," papar Slamet.
Slamet menambahkan, pengemudi ojol tergolong kelompok rentan di dunia kerja. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan dan aspek keselamatan berkendara menjadi krusial demi menjaga keberlanjutan mata pencaharian mereka.
"Terima kasih kepada Kemenko PM, IFG Life, DPLK IFG Life, BPJS Ketenagakerjaan, KOTRI, dan antusiasme teman-teman pengemudi ojol," tuturnya.
Advertisement
Wawasan Pentingn Penyandang Disabilitas
Apresiasi serupa disampaikan Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi. Ia menyebut kolaborasi ini memberi ruang kesetaraan sekaligus wawasan penting bagi para penyandang disabilitas.
"Atas nama IFG Life, kami menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan partisipasinya. Acara ini penuh makna, membuka wawasan bagi pengemudi ojol terkait perencanaan keuangan dan juga pelatihan safety riding," kata Gatot.
Gatot berharap seluruh materi pelatihan dapat langsung diterapkan para peserta dalam kehidupan dan aktivitas kerja sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Aksesibilitas Sosial Kemenko PM Gadriyanto Abung, Direktur Kepatuhan IFG Life Rimhalsyah, Ketua Pengurus DPLK IFG Life Samanta Felia, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta jajaran manajemen Ruang Amal Indonesia.