Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo memprediksi inflasi Juli sebesar 0,18 persen. Angka tersebut merupakan terendah dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.
Agus menjelaskan, angka tersebut didapat berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BI setiap minggunya. "Juni itu BPS (Badan Pusat Statistik) mengumumkan inflasi 0,69 dan yoy (year on year) nya 4,37. Terus BI melakukan survei di minggu pertama itu bulan Juli 0,32 terus di minggu kedua 0,24 di minggu ketiga itu keliatannya 0,18," kata Agus, di Gedung DPR RI, Selasa (25/7).
Meski hasil survei minggu keempat belum keluar, Agus optimis angka inflasi juli berada di kisaran 0,18 persen.
"Minggu keempat belum tapi kita perkirakan di bulan Juli itu berdasarkan survei 0,18 dan itu kalau dilihat year on year nya itu 3,84 persen. Jadi kita menyambut baik bahwa inflasi terus terjaga," ujarnya.
Selain itu, Agus mengatakan bahwa rendahnya inflasi didukung oleh deflasi dari sektor transportasi. "Kalau kita perhatikan yang menjadi sumber deflasi itu adalah sejalan yaitu angkatan udara sama angkutan antar kota. Nah jadi kalau seandainya kita bandingkan dengan rata-rata inflasi di bulan Juli selama 6 tahun terakhir rata-rata inflasi itu 0,92 persen. Kalau sekarang bisa 0,18 persen ini adalah kondisi yang cukup baik," ungkapnya.
Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, Agus mengatakan Presiden Joko Widodo akan melakukan rapat koordinasi nasional.
"Kita nanti tanggal 27 Juli akan ada rakornas pengendalian inflasi yang nanti akan dipimpin langsung oleg presiden. Kita harapkan kinerja 2 tahun terakhir ditambah kinerja di tahun 2017 akan membuat Indonesia sudah mulai masuk ke era inflasi rendah dan stabil, itu yang kita harapkan," pungkasnya.