Berhadiah Rp2 Miliar, Peserta Sayembara Desain Ibu Kota Baru Capai 762 Orang

Selasa, 22 Oktober 2019 14:17 Reporter : Idris Rusadi Putra
Berhadiah Rp2 Miliar, Peserta Sayembara Desain Ibu Kota Baru Capai 762 Orang Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sambangi Istana Kepresidenan hari ini, Selasa (22/10). Basuki mengaku dipanggil oleh Presiden dan diminta untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur sesuai dengan visi misi Presiden.

Di sela perbincangan soal jabatan menteri, Presiden Jokowi juga menanyakan perkembangan pemindahan ibu kota baru kepada Basuki. Sebagaimana diketahui, Kementerian PUPR menyelenggarakan sayembara desain ibu kota baru dan Basuki mengungkapkan, pesertanya capai 762 orang.

"Beliau (Presiden) tanya progress sayembara ibu kota, saya jawab sedang di lapangan dan peserta ada 762 orang. Beliau surprise karena banyak sekali," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Basuki menambahkan, sebagian besar mereka yang ikut sayembara bukan semata-mata tertarik dengan hadiahnya yang besar, tapi karena keinginan dan kebanggaan tersendiri. Sebagai informasi, mengutip situs resmi sayembaraikn.pu.go.id, pemenang utama desain ibu kota akan dihadiahi Rp2 miliar.

"Ini masuk 10 besar saja, untuk para ahli ini sudah membanggakan," tambahnya.

Dirinya menambahkan, jika ada waktu, Presiden akan berbicara di depan para peserta untuk mendiskusikan ide terkait pembangunan ibu kota baru.

1 dari 1 halaman

Contek Kazakhstan

Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelenggaraan sayembara ibu kota negara belajar dari Kazakhstan yang pernah melakukan hal serupa.

Basuki mengatakan, Indonesia dapat belajar dari pengalaman Kazakhstan, saat menyusun rencana induk Kota Nur Sultan atau Astana, yang juga menyelenggarakan kompetisi internasional desain kawasan ibu kota.

Dia memaparkan bahwa dalam rencana induk Kota Nur Sultan dibagi menjadi tiga zona yakni zona penyangga berupa sabuk hijau, zona inti kota, dan zona pengembangan kota.

"Demikian halnya dengan Indonesia, ruang lingkup penilaian sayembara adalah gagasan desain yang meliputi desain kawasan inti pusat pemerintahan dengan luas area 2.000-6.000 ha, kawasan ibu kota negara dengan luas area kurang lebih 40.000 ha, dan kawasan perluasan ibu kota negara dengan luas total area hingga sekitar 180.000 ha," kata Basuki.

Dalam sayembara itu, pihaknya berharap para peserta dapat mencurahkan gagasan-gagasannya untuk mentransformasikan setiap kriteria ke dalam bentuk desain kota yang diimpikan dan dapat diwujudkan bersama.

Dia mengemukakan ibu kota negara yang baru harus dirancang sebagai kota masa depan berkonsep smart metropolis sebagai tempat dengan talenta-talenta terbaik nasional dan internasional akan tinggal dan bekerja. "Jadi, kota ini harus memiliki semua fasilitas terbaik di Asia Tenggara dari sisi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan riset," katanya.

Selain dirancang menjadi kota cerdas, desain ibu kota negara baru juga harus mencerminkan identitas bangsa yang diterjemahkan dalam rancangan perkotaan secara filosofis dari pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Masa pendaftaran Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) diperpanjang hingga 21 Oktober 2019 menyesuaikan dengan jadwal penjelasan lapangan. [idr]

Baca juga:
Sayembara Ibu Kota Baru Indonesia Belajar dari Kazakhstan
Masuk Kawasan Ibu Kota Baru, Lahan Samboja Diincar Investor Asing
Penajam Paser Utara Rusuh, Pemindahan Ibu Kota Tetap Jalan Terus
Kerusuhan di Penajam Paser Utara Tak Ganggu Proses Pemindahan Ibu Kota
Bangun Ibu Kota Baru, Pemerintah Gandeng McKinsey
Pemerintah Kaji Aspirasi Tanah Suku Dayak di Ibu Kota Baru

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini