Menko Pangan Minta Maaf soal MBG, Ini Target 2 Bulan ke Depan

Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta maaf atas gonjang-ganjing MBG. Ia mematok dua bulan untuk evaluasi dan perluasan layanan. Ini sasarannya.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Menko Pangan Minta Maaf soal MBG, Ini Target 2 Bulan ke Depan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bersama Kepala Desa se-Jawa Timur, Gedung Jatim Expo Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025).

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan permohonan maaf atas gejolak yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang setahun terakhir. Ia menjanjikan evaluasi menyeluruh dan penataan ulang dengan target rampung dalam kurun dua bulan.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun 2027 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Zulkifli menegaskan pemerintah akan berbenah menyusul beragam kejanggalan yang ditemukan dalam implementasi program. Ia juga menyinggung besarnya alokasi anggaran MBG dibanding program lain yang berada dalam koordinasinya.

Permintaan Maaf dan Temuan Kejanggalan

Zulkifli menekankan bahwa MBG menjadi pos anggaran terbesar di lintas program yang ia koordinasikan. Ia sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas dinamika yang terjadi sepanjang tahun terakhir.

"Anggaran yang paling besar yang kami koordinasikan itu MBG. Kami minta maaf, hampir satu tahun lebih ya, guncang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini," kata Zulkifli.

Ia menyebut kementerian-kementerian terkait menemukan sejumlah kejanggalan selama pelaksanaan program dan tindakan awal telah dilakukan. "Kami terus-menerus pada waktu itu, hampir semua kementerian menemukan berbagai kejanggalan dan sudah diambil tindakan," tambahnya.

Pimpinan Baru BGN Dianggap Kunci Perbaikan

Zulkifli menyatakan keyakinannya bahwa pelaksanaan MBG akan membaik seiring hadirnya pimpinan baru di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah telah resmi mengumumkan penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S. Deyang.

Ia menilai kepemimpinan Sudaryono akan membantu mempercepat pembenahan program karena dinilai terbuka dan responsif.

"Alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar, yang terbuka dan cerdas," ujarnya.

Menko Pangan Minta Waktu Dua Bulan untuk Refocusing

Pemerintah meminta waktu dua bulan untuk merampungkan evaluasi dan refocusing MBG. Salah satu prioritasnya adalah percepatan penanganan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kita minta waktu dua bulan, refocusing. Kita akan menyelesaikan wilayah 3T: NTT, Papua, Maluku, yang sangat memerlukan. Itu kita akan selesaikan dalam satu bulan ini," kata Zulkifli.

Selain itu, intervensi gizi bagi kelompok rentan juga dipacu, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang disebut berjumlah 11 juta orang. "Kemudian, untuk ibu balita, ibu menyusui, dan ibu hamil yang berjumlah 11 juta, kita akan selesaikan dalam 1–2 bulan ini," sambung Zulhas.

Perluasan Layanan MBG di Luar Jawa

Di sisi lain, pemerintah pusat menyiapkan penambahan 13 ribu titik layanan baru di luar Pulau Jawa guna memperluas jangkauan MBG. Zulkifli juga menyebut ada 7–8 SPPG yang belum menuntaskan SLHS sehingga memerlukan waktu penyesuaian.

"Yang perlu agak waktu panjang—mungkin memakan waktu dua bulan—adalah menyelesaikan ada 13 ribu titik baru tambahan di luar Jawa, serta menyelesaikan 7–8 SPPG yang belum menyelesaikan SLHS-nya. Ini kita minta waktu dua bulan," katanya.

Ia berharap pelaksanaan MBG segera membaik dalam waktu dekat seiring evaluasi dan perluasan layanan yang berjalan paralel. "Insyaallah MBG 1–2 bulan mendatang akan semakin bagus, sesuai dengan harapan masyarakat. Kita akan bekerja keras dan mohon dukungannya," pungkas Zulhas.

Rekomendasi