Kematian seorang pemuda bernama Rafli Ramadhani usai tertembak saat perang kelompok di Jalan Kandea, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (27/9) kemarin, memasuki babak baru. Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memeriksa tujuh anggota Kepolisian Resor Kota Besar Makassar terkait kematian Rafli. Dari tujuh anggota diperiksa Propam Polda Sulsel, salah satunya adalah Kapolsek Tallo Ajun Komisaris Asfada.
"Jadi Sampai dengan saat ini, Polda Sulsel, melalui Propam sudah telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota yang pada saat itu melaksanakan tugas, termasuk juga Kapolsek (Tallo)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Komisaris Besar Didik Supranoto di Mapolda Sulsel, Senin (28/9).
Selain memeriksa tujuh orang anggota, Propam Polda Sulsel juga akan memeriksa sejumlah saksi. Saksi yang diperiksa yakni mereka yang melihat kejadian penembakan saat terjadi perang kelompok.
"Kami berencana memanggil beberapa masyarakat yang pada saat itu mengetahui atau melihat kejadian tersebut," kata dia.
Advertisement
Uji Balistik
Didik juga mengungkapkan hasil autopsi kematian Rafli Ramadhani. Didik menyebut Rafli meninggal dunia akibat adanya luka tembak di bagian punggung sebelah kiri.
"Hasil autopsi yang kemarin telah dilaksanakan menunjukkan adanya luka di bagian punggung sebelah kiri. Tepatnya dirusuk yang ketiga, jika tidak salah, yang kemudian (peluru) mengarah ke sebelah kanan sampai ke pundak," ujar dia.
Didik mengaku akan melakukan uji balistik untuk menentukan jenis senjata apa yang digunakan hingga menewaskan Rafli Ramadhani.
"Nanti akan ada uji balistik. Dari uji balistik tersebut, baru akan diketahui apakah jenis ukurannya, milimeternya berapa, apakah peluru tajam, peluru karet, atau jenis lainnya," tegasnya.
Mantan Kabid Humas Polda Sulteng ini mengungkapkan fakta bahwa korban Rafli Ramadhani merupakan salah satu yang terlibat dalam perang kelompok.
"Ya, mereka adalah peserta tawuran. Semua ikut tawuran di situ dan diketahui (Rafli) setelah sekitar jam 4 sore baru diketahui ada korban meninggal dunia yang sudah berada di Rumah Sakit Angkatan Laut," kata dia.
Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan berulang, Polsek dan Polrestabes Makassar dibantu Polda Sulsel telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
"Di polsek yang dekat dengan TKP yang memang sering terjadi tawuran, personelnya sudah dipertebal. Masing-masing polsek ada dua polsek yang disiagakan, kemudian kegiatan patroli juga kita tingkatkan, serta penggalangan oleh intelijen maupun dari Binmas juga kami laksanakan," pungkasnya.