Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangun LRT Palembang, Waskita dapat sindikasi pinjaman Rp 4,59 T

Bangun LRT Palembang, Waskita dapat sindikasi pinjaman Rp 4,59 T lrt. ©2015 wikimedia.org

Merdeka.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mendapatkan pinjaman atau sindikasi dari enam bank dan lembaga keuangan sebesar Rp 4,59 triliun. Pinjaman akan digunakan untuk membangun proyek Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan.

Keenam anggota sindikasi tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PTSMI), Bank Pembangunan Daerah Sumsel-Babel, dan Bank BJB.

Pada pembiayaan ini, BNI berlaku sebagai Original Mandated Lead Arranger & Book Runner, dan BTMU sebagai Mandated Lead Arranger. Adapun BRI, PT SMI dan bank BJB sebagai Arranger, dan Bank Sumsel Babel sebagai partisipan. Dalam kesepakatan tersebut BNI memberikan komitmen senilai Rp 1,99 triliun, BTMU Rp 750 miliar, kemudian PT SMI, BRI, Bank BJB masing-masing Rp 500 miliar, dan Bank BPD Sumsel-Babel sebesar Rp 350 miliar.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta mengatakan, dukungan BNI dalam kredit sindikasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan riil terhadap percepatan pembangunan proyek infrastruktur. Pembangunan LRT ini dalam jangka pendek akan memberikan manfaat terhadap kelengkapan infrastruktur yang digunakan selama Pesta Olahraga Se-Asia tahun 2018, dan dalam jangka panjang, LRT tersebut akan mempermudah mobilisasi masyarakat Palembang dan sekitarnya dengan moda transportasi yang lebih nyaman dan lebih terjangkau.

"Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan infrastruktur-infrastruktur penting tersebut," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/10).

Direktur Utama Waskita Karya Mohammad Choliq mengungkapkan proyek LRT Palembang secara fisik dapat diselesaikan pada Februari 2018 sehingga masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk uji coba dan dapat digunakan sepenuhnya pada Juni 2018 guna mendukung pelaksanaan Asian Games.

Proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dikerjakan oleh WSKT mulai Oktober 2015 sampai dengan Juni tahun 2018, atau menjelang berlangsungnya Asian Games. Nilai total kontrak proyek tersebut Rp 12,59 triliun.

Pada proyek LRT ini, WSKT mendapat penugasan sebagai kontraktor pelaksana berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 116 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) di Sumatera Selatan. Penerbitan Perpres ini didasarkan pertimbangan meningkatkan pelayanan transportasi dalam mendukung pembangunan di Sumatera Selatan, serta mendukung pelaksanaan Asian Games Tahun 2018.

Lingkup pekerjaan WSKT di proyek ini adalah membangun jalur termasuk konstruksi jalan layang, stasiun, dan fasilitas operasional. Dan dalam pelaksanaannya, WSKT mendapat bantuan dari pemerintah daerah berupa kemudahan perijinan, keringanan biaya perijinan, serta fasilitas perpajakan dan kepabeanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Perpres 116 nomor 2015 jaringan LRT terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang –Jakabaring Sport City. Panjang trase 23 kilometer dilengkapi dengan 13 (tiga belas) stasiun dan 9 (sembilan) sub stasiun,serta memiliki jembatan Sungai Musi,bentang sungai 350 meter.

Progres fisik lapangan yang sudah dicapai sampai dengan 16 September 2016 adalah sebesar 13,054 persen dengan panjang trase mencapai 23,4 km.

Ada 5 zona rute dan 13 stasiun yang dilewati oleh sarana transportasi ini. Berikut lima zona rute LRT Palembang, Sumatera Selatan :

Zona I

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin – Simpang Bandara – Simpangan Tanjung Api-Api

Zona II

Jalan Tanjung Api-Api – Jalan Kol. H. Burlian – Jalan Demang Lebar Daun – Simpang Polda

Zona III

Simpang Angkatan 45 – Jalan Angkatan 45 - Simpang Palembang Icon – Jalan Kapten A. Rivai – Simpang Charitas – Jalan Jenderal Sudirman

Zona IV

Jembatan Ampera – Jalan Gubernur H. A. Bastari dan Zona D

Zona V

Jakabaring Sport City

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP