Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan nasional. Ajakan ini disampaikan melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan peran strategis ZIS dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sodik Mudjahid, dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu, menjelaskan bahwa zakat memiliki peran ganda. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang ampuh. Ini untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinnekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata.
Gerakan ZIS dinilai mampu menjadi wadah untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong melalui gerakan zakat sebagai ikhtiar bersama mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa. Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar turut mengapresiasi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga filantropi di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Zakat dalam Persatuan Bangsa
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menekankan pentingnya zakat sebagai pilar persatuan. "Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinnekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi dimensi sosial dan nasional dari ibadah zakat.
Sodik Mudjahid menilai bahwa gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat berfungsi sebagai platform yang kuat. Platform ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui ZIS, diharapkan tercipta upaya kolektif demi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Ajakan Baznas ini relevan dengan konteks sosial Indonesia yang beragam. Dengan mendorong partisipasi aktif dalam ZIS, Baznas berupaya membangun fondasi persatuan yang lebih kokoh. Ini sejalan dengan visi untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera secara merata, serta mendukung Baznas dalam pengelolaan zakat secara nasional.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi dan Capaian Positif Pengelolaan Zakat Nasional
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan zakat oleh lembaga filantropi di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan filantropi dan zakat nasional terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mengelola dana keagamaan.
Menag Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa capaian penghimpunan zakat nasional pada tahun 2025 tumbuh signifikan. "Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik," ujarnya. Angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan publik dan efektivitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Selain itu, Menag juga menyoroti peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Kesalehan Umat Beragama. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur dan melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47. Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.
Advertisement
Capaian-capaian tersebut, menurut Menag, bukanlah akhir dari perjuangan. "Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," tutur Menag Nasaruddin Umar. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam melayani masyarakat dan negara melalui pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.
Sumber: AntaraNews