JSD Blok M Festival 2026: Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Fashion Lokal

Kemenekraf menilai JSD Blok M Festival 2026 sukses mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen lokal, melalui kolaborasi lintas sektor yang inovatif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
JSD Blok M Festival 2026: Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Fashion Lokal
Kemenekraf menilai JSD Blok M Festival 2026 sukses mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen lokal, melalui kolaborasi lintas sektor yang inovatif. (AntaraNews)

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menilai acara Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026 menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif. Festival ini secara khusus berkontribusi melalui penguatan subsektor fesyen dari jenama lokal. Acara tersebut berlangsung di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dari 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa JSD menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas subsektor mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Festival ini menggabungkan fesyen, musik, seni, beauty and wellness, serta kuliner dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Lebih dari 260 gerai turut meramaikan festival, dengan sekitar 75 persen di antaranya merupakan merek lokal Indonesia. Konsep festival berbasis komunitas ini mengoptimalkan ruang publik menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Kolaborasi Lintas Subsektor Dorong Dampak Ekonomi Luas

Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa JSD Blok M Festival 2026 menunjukkan kekuatan kolaborasi. Berbagai subsektor ekonomi kreatif bersinergi dalam satu ruang adaptif, menciptakan dampak yang jauh lebih besar. Dampak tersebut meliputi terciptanya audiens bersama, efisiensi promosi, hingga terbukanya peluang ekspor.

Riefky menambahkan bahwa sinergi ini juga memperkuat posisi jenama lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. "Ketika berbagai subsektor ekonomi kreatif bersinergi dalam satu ruang adaptif, dampaknya jauh lebih besar, mulai dari terciptanya audiens bersama, efisiensi promosi, hingga terbuka peluang ekspor dan penguatan posisi jenama lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri," ujar Riefky.

Aji Pratomo, CEO India Corp, menegaskan bahwa JSD Blok M Festival lahir dari semangat merayakan Blok M sebagai ruang berkumpulnya komunitas kreatif. "JSD Blok M Festival lahir dari semangat untuk merayakan Blok M sebagai ruang berkumpulnya komunitas kreatif. Karena itu kami mengajak berbagai event, komunitas, dan jenama untuk berkolaborasi dalam satu festival sehingga pengunjung bisa menikmati pengalaman yang lebih lengkap," kata Aji.

Penguatan Jenama Lokal dan Kontribusi Terhadap PDB

Festival ini menghadirkan lebih dari 260 gerai, di mana sekitar 75 persennya merupakan merek lokal Indonesia. Menteri Kemenekraf meninjau sejumlah jenama lokal yang menunjukkan daya saing produk fesyen lokal yang semakin kuat di pasar nasional maupun internasional.

Penguatan subsektor fesyen melalui JSD Blok M Festival 2026 selaras dengan kinerja positif ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada tahun 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun, berkontribusi 7,38 persen terhadap PDB nasional.

Sektor ekonomi kreatif juga berhasil menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, yang setara dengan 18,70 persen dari total penduduk bekerja di Indonesia. Pemerintah berharap semakin banyak ruang kolaboratif serupa yang memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan mengembangkan usaha kreatif.

Membuka Akses Pasar Global untuk Produk Lokal

Dimas Muhammad Rusydi, Founder Othman, menyatakan bahwa dukungan pemerintah dan ekosistem seperti JSD menjadi modal penting bagi jenama lokal. Dukungan ini memungkinkan jenama lokal untuk memperluas pasar hingga mancanegara.

Menurutnya, pengalaman Othman menembus pasar Jepang membuktikan bahwa produk fesyen karya anak bangsa memiliki potensi bersaing secara global. Hal ini menunjukkan kualitas dan daya saing produk kreatif Indonesia di kancah internasional.

Melalui penyelenggaraan festival berbasis komunitas seperti JSD, Kemenekraf terus mendorong kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk kreatif nasional, serta memperkuat kontribusi subsektor fesyen sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi