PDAM Temanggung Perluas Sumur Resapan, Perkuat Konservasi Sumber Air

Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air, memperkuat upaya konservasi untuk menjaga cadangan air tanah dan keberlanjutan mata air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PDAM Temanggung Perluas Sumur Resapan, Perkuat Konservasi Sumber Air
Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air, memperkuat upaya konservasi untuk menjaga cadangan air tanah dan keberlanjutan mata air. (AntaraNews)

Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung terus memperkuat upaya konservasi sumber daya air di tengah kondisi lingkungan yang semakin memengaruhi ketersediaan air. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perluasan pembangunan sumur resapan di sekitar sumber mata air, melengkapi program reboisasi yang telah berjalan. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga cadangan air tanah dan memastikan keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung, Rinto Adhi Utomo, menyatakan pentingnya program ini dalam menjaga ekosistem air. “Selain melakukan reboisasi, perusahaan juga mengembangkan pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air sebagai langkah menjaga cadangan air tanah,” ujarnya di Temanggung, Minggu. Pembangunan sumur resapan diharapkan mampu meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah.

Program konservasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan dari Coca-Cola Foundation telah mempercepat implementasi proyek, khususnya di Desa Pandemulyo, menunjukkan komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan. Upaya ini menjadi krusial untuk menjamin ketersediaan air bersih di masa mendatang.

Upaya Konservasi Air Berkelanjutan PDAM Temanggung

Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung secara konsisten melaksanakan berbagai program untuk menjaga kelestarian sumber daya air. Selain program reboisasi yang telah menjadi bagian integral dari strategi konservasi, pembangunan sumur resapan kini menjadi fokus utama. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan lingkungan yang berdampak pada ketersediaan air bersih.

Rinto Adhi Utomo menjelaskan bahwa sumur resapan memiliki peran vital dalam siklus hidrologi lokal. “Pembangunan sumur resapan diharapkan mampu meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah sehingga keberlangsungan mata air tetap terjaga,” katanya. Dengan demikian, air hujan yang jatuh dapat lebih banyak meresap ke dalam tanah, mengisi kembali cadangan air tanah yang menjadi sumber utama mata air.

Inisiatif PDAM Temanggung perluas sumur resapan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk memastikan pasokan air bersih yang stabil dan berkelanjutan. Penambahan sumur resapan diharapkan dapat menyeimbangkan penggunaan air dengan pengisian kembali cadangan alami, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap penurunan muka air tanah.

Dukungan dan Implementasi di Lapangan

Program pembangunan sumur resapan telah menunjukkan hasil nyata di beberapa lokasi. Rinto Adhi Utomo mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu, sekitar 30 sumur resapan telah dibangun di Desa Pandemulyo. Keberhasilan awal ini menarik perhatian dan dukungan dari pihak eksternal.

“Alhamdulillah, program tersebut mendapat perhatian dari Coca-Cola Foundation yang kemudian mendukung pembangunan sekitar 800 sumur resapan di wilayah Pandemulyo,” jelas Rinto. Seluruh pembangunan sumur resapan yang didukung Coca-Cola Foundation tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini, menandai kemajuan signifikan dalam upaya konservasi.

Selain Pandemulyo, program konservasi air kini berlanjut di Desa Tlahap. PDAM Temanggung bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk mengidentifikasi dan menentukan titik-titik yang paling efektif untuk pembangunan sumur resapan. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas adalah di sekitar Mata Air Sidangdang, yang dikenal memiliki debit air cukup besar dan memerlukan perlindungan lebih lanjut.

Sebelum memulai pembangunan, PDAM terlebih dahulu melaksanakan kajian mendalam. Kajian ini bertujuan untuk menentukan daerah tangkapan air yang optimal, memastikan bahwa sumur resapan dibangun pada lokasi yang memberikan manfaat paling efektif bagi keberlanjutan sumber air. Pendekatan berbasis data ini penting untuk efektivitas program PDAM Temanggung perluas sumur resapan.

Tantangan dan Sinergi Pelayanan Air Bersih

Meskipun upaya konservasi terus digalakkan, pelayanan air bersih melalui jaringan PDAM hingga saat ini belum menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Temanggung. Kecamatan Candiroto, Tretep, Wonoboyo, dan Bejen masih menghadapi keterbatasan akses karena minimnya sumber mata air yang memenuhi syarat untuk diintegrasikan ke dalam jaringan PDAM.

Namun, kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut tidak diabaikan. Kebutuhan ini telah dibantu melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pamsimas menjadi solusi alternatif untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih yang layak.

PDAM Tirta Agung Temanggung terus berkoordinasi erat dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan pelaksana Pamsimas. Koordinasi ini bertujuan agar pengembangan jaringan PDAM dan Pamsimas tidak saling tumpang tindih, sehingga pembangunan infrastruktur air bersih dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Sinergi ini krusial untuk mencapai cakupan pelayanan air bersih yang lebih luas di seluruh Temanggung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi