Asumsi Rupiah di APBN 2019 diubah jadi Rp 15.000 per USD

Selasa, 16 Oktober 2018 20:35 Reporter : Dwi Aditya Putra
Asumsi Rupiah di APBN 2019 diubah jadi Rp 15.000 per USD rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyetujui perubahan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya yakni mengenai perubahan nilai tukar Rupiah menjadi Rp 15.000 per USD.

Kesepakatan ini diambil usai dilakukannya rapat kerja yang berlangsung selama tiga jam, antara Banggar bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Selasa (16/10).

Pimpinan Banggar DPR RI, Said Abdullah secara tegas mengambil alih jalannya rapat kerja yang berlangsung alot ini. Dia mengingatkan, pembahasan APBN ini harus tuntas sebelum akhir Oktober 2018. Sehingga tidak adalagi pembahasan yang berkelit antara perubahan nilai tukar Rupiah.

"Batas pembahasan APBN harus tuntas 29 Oktober nanti. Pekan depan kita harus kembali ke komisi untuk membahas detail," tegasnya.

"Kita sudah setujui asumsi dasar ekonomi makro 2019 sudah selesai. Rapat saya skors sampai besok jam 10.00 khusus postur sementara," tambah Said.

Dengan persetujuan tersebut, maka perubahan asumsi ekonomi makro 2019 yang telah disepakati Banggar bersama pemerintah yakni.

- Pertumbuhan Ekonomi: 5,3 persen
- Inflasi: 3,5 persen
- Tingkat Suku Bunga SPN 3 Bulan: 5,3 persen
- Nilai Tukar Rupiah (Rp/USD): 15.000 per USD
- Harga Minyak Mentah (USD/Barel): 70
- Lifting Minyak (Ribu Barel per Hari): 775
- Lifting Gas (Ribu Barel Per Hari): 1.250
- Cost Recovery (miliar dolar): 10,22 [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini