6,9 Juta Kendaraan Diprediksi Bakal Padati Tol Cipali dan Tangerang-Merak di Mudik Lebaran
Angka tersebut dihitung dari perkiraan pergerakan kendaraan pada H-10 dan H+10 Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Astra Infra Toll Road memperkirakan bakal ada sebanyak 6,9 juta kendaraan yang memadati tiga ruas tol miliknya di arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ketiga ruas tersebut, yakni Jalan Tol Tangerang-Merak, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), dan Tol Jombang-Mojokerto.
"Jadi arus mudik dan arus balik ini proyeksi kita, kalau kita lihat secara umum nanti akan ada 6,9 juta kendaraan, atau akan ada kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan Lebaran 2024," jelas VP of Operational Policy & Government Relations Astra Infra Toll Road, Novianto Dwi Wibowo di Kantor Astra Infra Toll Road, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (13/3).
Angka tersebut dihitung dari perkiraan pergerakan kendaraan pada H-10 dan H+10 Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, mulai dari 21 Maret hingga 11 April 2025.
Menurut prediksi perseroan, Jalan Tol Tangerang-Merak nantinya akan dipadati oleh sekitar 3,4 juta kendaraan, naik 1,1 persen dibanding Lebaran 2024.
Sementara volume lalu lintas di Tol Cipali diramal melonjak 2,8 persen menjadi 2,3 juta kendaraan pada Lebaran tahun ini. Sedangkan, Tol Jombang-Mojokerto akan dipadati oleh 1,2 juta kendaraan, naik 3,3 persen dibanding Lebaran 2024 silam.
Novianto melanjutkan, puncak arus mudik di Tol Tangerang-Merak bakal terjadi pada 27 Maret, dengan puncak arus balik 11 April. Kemudian, puncak mudik untuk ruas Tol Cipali akan terjadi sehari setelahnya, yakni pada 28 Maret, dengan puncak arus balik di 6 April.
Kasus berbeda akan terjadi di Tol Jombang-Mojokerto, di mana volume lalu lintasnya baru akan menanjak setelah hari H Lebaran 2025.
"Karakteristik khusus dari Tol Jombang-Mojokerto ini adalah justru terjadi kepadatan pada saat sekitar hari H, H plus 1, dan seterusnya, karena arus silaturahmi. Sehingga di sini terlihat secara grafik agak meningkat di setelah Lebaran," jelasnya.
Terurai Berkat WFA
Menurut dia, volume lalu lintas di berbagai ruas tol milik Astra Infra Toll Road ini bakal lebih terurai berkat kebijakan pemerintah, semisal skenario kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
"Proyeksi ini sudah mengakomodasi program yang sudah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kelancaran arus mudik dan arus balik itu, antara lain walk from anywhere, kemudian cuti bersama, dan lain sebagainya," ungkap dia.
Tak lupa, Novianto juga berterimakasih kepada pemerintah yang telah mengimplementasikan berbagai kebijakan dalam rangka mendukung kelancaran mudik di jalan tol.
"Karena dari analisa kementerian perhubungan yang disampaikan kemarin bahwa adanya kebijakan-kebijakan ini dapat melandaikan arus mudik dan arus balik. Sehingga harapannya, cita-cita untuk kita bisa mempunyai arus mudik dan arus balik yang lancar itu bisa tercapai," tuturnya.