3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta, Jasa Marga Siapkan Strategi Antisipasi Mudik Lebaran 2026

Hingga saat ini, pergerakan kendaraan yang telah meninggalkan ibu kota baru mencapai sekitar 34 persen.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta, Jasa Marga Siapkan Strategi Antisipasi Mudik Lebaran 2026
Arus Mudik Tol Cipali menunjukkan peningkatan drastis jelang Lebaran 2026, dengan ratusan ribu kendaraan melintas. Simak detail volume lalu lintas dan imbauan penting bagi pemudik. (AntaraNews)

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, memproyeksikan lonjakan besar arus mudik Lebaran 2026. Diperkirakan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta selama periode mudik tahun ini.

Hingga saat ini, pergerakan kendaraan yang telah meninggalkan ibu kota baru mencapai sekitar 34 persen. Angka tersebut menunjukkan puncak arus mudik masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

"Jasa Marga mengelola 1.294 kilometer dan merupakan tol utama atau ukuran tamu terutama di arus mudik tahun 2026 ini. Kami memperkirakan 3,5 juta kendaraan akan melintas keluar dari Jakarta," kata Rivan dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui platform Intelligent Traffic System (ITS), gelombang puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 dan 18 Maret 2026. Pada hari ini saja, volume lalu lintas harian (LHR) diperkirakan mencapai 256.000 kendaraan.

"Hari ini diperkirakan akan mencapai 256.000 LHR-nya dan semalam saja terbukti sudah 221.000 dan yang tertinggi sejak tanggal 13 Maret yang lalu," ujarnya.

Dari total kendaraan tersebut, sekitar 50 persen di antaranya bergerak menuju arah timur, khususnya jalur Trans Jawa yang menjadi favorit pemudik.

Strategi Antisipasi Kepadatan

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Jasa Marga menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional sebagai jalur alternatif. Salah satunya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) sepanjang 50 kilometer.

Ruas ini akan difungsikan sebagai jalur alternatif dari Sadang menuju Jakarta, terutama jika terjadi kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek eksisting.

"Dari 50 kilometer ini telah kami siapkan dan kemarin telah kami uji dan pastikan akan bisa digunakan sejak mulai tanggal 15 jika diperlukan, terutama ketika muncul kepadatan di kilometer 66 adalah pertemuan dari Trans Jawa dari Cipularang," tutur Rivan.

Dukungan Tol Fungsional di Jawa Tengah dan DIY

Selain di wilayah Jawa Barat, Jasa Marga juga menyiapkan dukungan infrastruktur di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satunya adalah ruas Tol Yogyakarta–Solo yang telah diperpanjang hingga Purwomartani, Kalasan, sepanjang 11,48 kilometer. Ruas ini akan difungsikan untuk membantu kelancaran arus balik.

"Ini sangat membantu untuk masyarakat yang melakukan mudik dan juga bisa digunakan arus balik karena pada saat keluar dari Prambanan masih ada crossing di sekitar Prambanan dan ini akan dapat mengurai kepadatan dari arah Solo ke Jogja," jelasnya.

Selain itu, terdapat pula Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (Bawen–Ambarawa) sepanjang 5 kilometer yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan, terutama karena pengguna jalan tidak perlu lagi keluar tol di Bawen.

Pemangkasan Waktu Tempuh di Jawa Timur

Di wilayah Jawa Timur, Jasa Marga menyiapkan ruas tol fungsional Probolinggo–Besuki yang dapat dilalui dua arah. Kehadiran ruas ini dinilai signifikan dalam memangkas waktu perjalanan pemudik.

"Dan terakhir fungsional yang sudah siap dengan dua arah yaitu Probolinggo-Besuki. Ini adalah pemangkas perjalanan yang cukup signifikan dari 50 kilometer ini karena sebelumnya dari Pasuruan-Probolinggo sampai di Gending," ujar dia.

"Kemudian dilanjut dengan Paiton dan sampai dengan Besuki atau Situbondo melewati bukit dan ini sudah siap termasuk dengan fungsional rest area yang kami siapkan di Bukit Ujung Paiton yang saat ini juga signifikan hampir 25.000 yang melintas dan ini berpengaruh kepada rest area yang masyarakat sekitar biasanya menjadi tempat istirahat," sambung Rivan.

Rekomendasi