7 Jenis Pisang Cepat Panen dengan Hasil Melimpah, Begini Penanganannya Agar Waktu Berbuah Tidak Meleset

7 jenis pisang cepat panen dan cara merawatnya agar waktu berbuah sesuai perkiraan serta hasil panen terjaga.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
7 Jenis Pisang Cepat Panen dengan Hasil Melimpah, Begini Penanganannya Agar Waktu Berbuah Tidak Meleset
Ilustrasi Buah Pisang Credit: pexels.com/Jill

Menanam pisang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memperoleh buah dari tanaman yang dapat tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Namun, waktu panen tidak sama untuk setiap jenis pisang. Data Kementerian Pertanian menunjukkan umur panen sejumlah varietas dapat berbeda, sedangkan lokasi tanam juga memengaruhi pertumbuhan dan umur panen tanaman.

Karena itu, memilih jenis pisang penting untuk diperhatikan sebelum menanam. Beberapa varietas memiliki umur panen lebih singkat berdasarkan data penelitian, tetapi hasil tersebut tetap dipengaruhi kondisi tempat tumbuh dan pemeliharaan. Pisang mas, misalnya, tercatat memiliki umur panen 64–79 hari dalam data penelitian yang dihimpun Pustaka BPP SDMP Pertanian, Kementan.

Agar waktu berbuah tidak jauh dari perkiraan, perawatan perlu dilakukan sejak penanaman. Lantas jenis pisang apa saja yang direkomendasikan? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Jumat (4/9).

 

1. Pisang Mas

Ilustrasi Pisang Mas/Gemini AI
Ilustrasi Pisang Mas (AI generated)

Pisang mas termasuk kelompok pisang yang bisa dikonsumsi setelah matang. Pustaka BPP SDMP Pertanian memasukkan pisang mas dalam kelompok pisang meja bersama pisang susu, hijau, raja, ambon, dan barangan. Jenis ini juga tercatat dalam pedoman budi daya pisang Kementerian Pertanian sebagai salah satu varietas yang dibudidayakan di Indonesia.

Pisang mas menjadi salah satu pilihan jika tujuan penanaman adalah memperoleh buah dalam waktu lebih singkat. Data Kementan yang dihimpun dari penelitian Murtiningsih dan kawan-kawan mencatat umur panen pisang mas sekitar 64–79 hari dalam pengukuran setelah berbunga. Angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak karena lingkungan dan pemeliharaan ikut memengaruhi umur panen.

Perawatannya bisa dimulai dengan memilih bibit dari tanaman yang sehat, menjaga ketersediaan air, membersihkan rumput di sekitar tanaman, dan memberikan pupuk sesuai kebutuhan. Jumlah anakan juga perlu diperhatikan agar tanaman utama tidak harus berbagi sumber makanan dengan terlalu banyak anakan. Catat waktu tanam dan munculnya bunga untuk membantu memperkirakan panen.

2. Pisang Ambon Jepang

Jenis Pisang dan Manfaatnya
Pisang Ambon (commons.wikimedia.org)

Pisang ambon Jepang termasuk jenis pisang yang tercatat dalam sumber pertanian Indonesia. Penelitian yang dihimpun Pustaka BPP SDMP Pertanian mencantumkan ambon Jepang sebagai salah satu kultivar yang diteliti bersama beberapa jenis pisang lainnya. Pisang ambon secara umum juga termasuk kelompok pisang yang bisa dikonsumsi dalam keadaan segar.

Pisang ambon Jepang memiliki umur panen sekitar 109–120 hari pada pengukuran yang dicantumkan dalam teknologi budi daya pisang. Waktu tersebut membuatnya masuk dalam kelompok yang relatif singkat dibandingkan sejumlah kultivar lain yang membutuhkan waktu lebih lama. Perbedaan umur panen tetap bisa terjadi karena tempat tumbuh memengaruhi perkembangan tanaman.

Perawatan dilakukan dengan memastikan tanaman memperoleh air, membersihkan area sekitar batang, memberikan pupuk, dan mengatur anakan. Tanaman juga perlu diperiksa secara berkala untuk mengetahui perubahan pada daun dan batang. Setelah bunga muncul, waktu kemunculan tersebut sebaiknya dicatat karena bisa digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan waktu panen.

3. Pisang Tanduk

Jenis Pisang dan Manfaatnya
Pisang Tanduk (commons.wikimedia.org)

Pisang tanduk termasuk kelompok pisang yang perlu diolah sebelum dikonsumsi. Pustaka BPP SDMP Pertanian menyebut tanduk sebagai salah satu jenis pisang olahan, sedangkan pedoman budi daya Kementan juga memasukkannya dalam kelompok pisang yang dibudidayakan untuk kebutuhan pangan.

Data teknologi budi daya pisang dari repository Kementerian Pertanian mencatat umur panen pisang tanduk sekitar 124–139 hari dalam dua catatan pengukuran. Waktu tersebut menunjukkan bahwa tanduk bisa dipanen dalam periode yang lebih singkat daripada sejumlah kultivar yang memiliki umur panen lebih panjang. Patokan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan tempat penanaman.

Perawatan dapat dilakukan dengan menjaga air tetap tersedia tanpa membuat tanah tergenang, membersihkan gulma, memberikan pupuk, serta mengatur anakan. Saat tandan mulai terbentuk, periksa batang dan posisi tanaman agar tidak mudah roboh. Panen dilakukan ketika buah mencapai tingkat ketuaan yang sesuai dengan kebutuhan pengolahan.

4. Pisang Ambon

ciri ciri pisang ambon
ciri ciri pisang ambon (AI generated)

Pisang ambon merupakan salah satu jenis pisang meja yang dapat dikonsumsi setelah matang. Jenis ambon sendiri masuk ke dalam kelompok pisang meja, sementara Kementan juga mencatat beberapa jenis ambon sebagai varietas yang dibudidayakan di Indonesia. Benih menjadi bagian penting karena kualitas tanaman sangat dipengaruhi bahan tanam yang digunakan.

Data teknologi budi daya dari repository Kementerian Pertanian mencatat pisang ambon memiliki umur panen sekitar 139–154 hari dalam pengukuran yang berbeda. Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa waktu panen tidak sebaiknya dihitung hanya berdasarkan perkiraan umur tanaman. Kondisi tempat tumbuh dan perawatan juga perlu diperhitungkan.

Agar pertumbuhan berjalan sesuai harapan, gunakan bibit yang sehat, pastikan air tersedia, bersihkan gulma, dan berikan pupuk secara teratur. Anakan yang tidak diperlukan bisa dikurangi agar pemeliharaan lebih terarah. Ketika bunga muncul, tandai tanggalnya dan gunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan perkiraan panen.

5. Pisang Raja

Cara Mengolah Pisang Raja agar Harumnya Keluar dan Tidak Pahit
Pisang Raja (AI generated)

Pisang raja termasuk pisang yang bisa dikonsumsi setelah matang dan juga bisa digunakan sebagai bahan olahan. Jenis raja ini masuk ke dalam kelompok pisang meja, sedangkan pedoman Kementan mencantumkan beberapa varietas raja seperti raja bulu dan raja sereh sebagai bagian dari pisang yang dibudidayakan.

Raja tidak selalu bisa disebut paling cepat panen karena umur panennya bergantung pada varietas dan lingkungan. Penelitian yang dihimpun Kementan menunjukkan lokasi tanam memengaruhi umur panen beberapa jenis, termasuk raja bulu. Karena itu, istilah cepat panen lebih tepat digunakan sebagai perbandingan antarkultivar, bukan sebagai jaminan waktu panen.

Perawatan dimulai dari pemilihan bibit, penyiapan tempat tanam, pengaturan air, pembersihan gulma, pemupukan, dan pengurangan anakan. Tanaman perlu diperiksa secara rutin agar gangguan pada daun, batang, atau buah bisa diketahui sejak awal. Setelah tandan muncul, perhatikan perubahan bentuk buah sebagai salah satu tanda untuk menentukan waktu panen.

6. Pisang Kepok

Jenis Pisang dan Manfaatnya
Pisang Kepok (commons.wikimedia.org)

Pisang kepok termasuk kelompok pisang yang bisa dimakan setelah diolah dan juga dapat dikonsumsi setelah matang. Pustaka BPP SDMP Pertanian menyebut kepok sebagai salah satu jenis yang masuk kelompok tersebut. Kepok juga tercantum dalam pedoman budi daya Kementerian Pertanian sebagai salah satu pisang olahan yang banyak dibudidayakan.

Kepok tidak termasuk yang paling singkat dalam seluruh data umur panen, tetapi pertumbuhannya menjadi perhatian dalam penelitian Kementan. Dalam penelitian adaptasi beberapa varietas, kepok tercatat memiliki laju pertumbuhan tinggi tanaman yang lebih cepat dibandingkan varietas lain yang diuji. Lokasi tanam tetap memengaruhi umur panennya.

Perawatan kepok perlu dilakukan secara teratur dengan menjaga air, membersihkan gulma, memberikan pupuk, dan mengatur anakan. Batang perlu diperiksa ketika tandan mulai berkembang karena beban buah dapat membuat tanaman mudah roboh. Setelah buah mencapai tingkat ketuaan untuk kebutuhan pengolahan, tandan bisa dipanen dengan menahan buah agar tidak jatuh.

7. Pisang Cavendish

Buah Pisang Cavendish
Buah Pisang Cavendish (pexels.com/Anastasia)

Pisang Cavendish termasuk kelompok pisang yang dapat dikonsumsi langsung setelah matang. Sumber pertanian Kementan mencantumkan Cavendish sebagai salah satu kultivar pisang buah segar. Jenis ini juga menjadi salah satu pisang yang dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Cavendish tidak tepat ditempatkan sebagai jenis paling cepat hanya berdasarkan namanya karena data penelitian menunjukkan umur panen setiap kultivar bisa berbeda jauh. Dalam satu penelitian yang dihimpun repository Kementan, Cavendish memiliki umur panen 403 hari pada lokasi dan kondisi penelitian tersebut. Angka ini menunjukkan pentingnya melihat data varietas dan tempat tanam sebelum memperkirakan panen.

Perawatan dilakukan dengan menggunakan bibit yang sehat, menjaga ketersediaan air, membersihkan gulma, memberikan pupuk, dan mengatur anakan. Pemantauan tanaman juga perlu dilakukan untuk melihat gangguan yang dapat menghambat pertumbuhan. Saat tandan terbentuk, catat waktu keluarnya bunga dan periksa buah sampai mencapai tingkat ketuaan yang sesuai.

8. Cara Menjaga Pisang Cepat Berbuah agar Waktu Panen Tidak Meleset

Ilustrasi panen pisang matang
Ilustrasi panen pisang matang (AI generated)

Pemilihan varietas memang berpengaruh terhadap waktu panen, tetapi bukan satu-satunya penentu. Kementerian Pertanian mencatat bahwa lokasi tanam dapat memengaruhi umur panen, sementara pedoman budi daya menempatkan pemilihan bibit, lokasi, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian gangguan, serta panen sebagai bagian dari rangkaian budi daya pisang.

  • Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:
  • Pilih bibit dari tanaman induk yang sehat.
  • Sesuaikan jenis pisang dengan kondisi tempat tanam.
  • Pastikan air tersedia, terutama saat tidak turun hujan.
  • Hindari genangan di sekitar tanaman.
  • Bersihkan rumput yang tumbuh di sekitar batang.
  • Berikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
  • Atur jumlah anakan agar pemeliharaan tidak terbagi terlalu banyak.
  • Catat tanggal tanam dan tanggal bunga muncul.Periksa daun, batang, dan tandan secara berkala.
  • Panen ketika buah mencapai tingkat ketuaan yang sesuai.

Kementan juga menjelaskan bahwa waktu panen pisang dapat ditentukan dengan menghitung hari sejak bunga mekar atau melihat perubahan bentuk buah. Buah yang mendekati waktu panen biasanya mengalami perubahan bentuk dari bersudut menjadi lebih membulat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Pisang Cepat Panen dengan Hasil Melimpah

1. Pisang apa yang paling cepat panen?

Berdasarkan data teknologi budi daya yang dihimpun Kementan, pisang mas memiliki catatan umur panen sekitar 64–79 hari dalam pengukuran setelah berbunga.

2. Berapa lama pisang mas bisa dipanen?

Data Kementan mencatat pisang mas sekitar 64–79 hari dalam dua catatan umur panen setelah berbunga.

3. Apa yang membuat pisang cepat berbuah?

Pemilihan varietas, bibit, lokasi, air, pemupukan, pengaturan anakan, serta pemeliharaan tanaman ikut menentukan pertumbuhan dan waktu panen.

4. Bagaimana mengetahui pisang sudah siap dipanen?

Waktu panen bisa diperkirakan dari jumlah hari setelah bunga mekar atau dari perubahan bentuk buah yang mulai membulat.

5. Apakah lokasi memengaruhi waktu panen pisang?

Ya. Penelitian yang dihimpun Pustaka BPP SDMP Pertanian menunjukkan lokasi tanam memengaruhi umur panen beberapa varietas pisang.

 

Rekomendasi