Siswa Mual hingga Diare Usai Santap MBG di Jombang, SPPG Ungkap Temuan Ini

Saat ini, pemeriksaan masih dilakukan, termasuk melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan. Dugaan sementara mengarah pada udang digunakan dalam menu udang saus padang.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Siswa Mual hingga Diare Usai Santap MBG di Jombang, SPPG Ungkap Temuan Ini
Siswa SMP di Jombang diare usai santap menu MBG. (Istimewa).

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, angkat bicara terkait puluhan siswa yang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementara mengarah pada udang digunakan dalam menu udang saus padang.

Kepala SPPG Mangunan, Cakra Rizki Fortuna mengatakan, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya keluhan pada para siswa. Saat ini, pemeriksaan masih dilakukan, termasuk melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan.

"Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya. Soalnya, datangnya itu H-1. Sebenarnya dari petunjuk teknis memang datangnya harus H-1," kata Cakra.

Menurut dia, proses pengolahan makanan pada hari kejadian telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). SPPG juga memastikan waktu pengolahan tidak melewati batas yang ditentukan dalam petunjuk teknis penyediaan MBG. Menu yang dibagikan kepada para siswa saat itu terdiri atas udang saus padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu.

"Itu berupa udang saus padang, lalu ada pepaya, sayur tumis, sama tahu," ujar Cakra.

 

Makanan Didistribusikan ke 19 Sekolah

Cakra menjelaskan, makanan dari SPPG Mangunan pada hari tersebut didistribusikan ke 19 sekolah dengan total penerima manfaat hampir mencapai 2.900 orang. Namun, laporan siswa mengalami gangguan kesehatan sejauh ini hanya berasal dari jenjang SMP. Salah satunya SMP Negeri 1 Kabuh yang menerima MBG untuk 689 siswa.

Cakra menegaskan tidak semua siswa yang mendapatkan menu tersebut mengalami keluhan. Laporan yang diterima pihaknya hanya berasal dari sebagian siswa yang kemudian mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare.

Pihak SPPG Mangunan kini masih menelusuri seluruh rangkaian penyediaan makanan, mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan faktor yang kemungkinan berkaitan dengan munculnya gangguan kesehatan pada siswa.

Cakra mengatakan, pemeriksaan awal sebelum makanan didistribusikan tidak menunjukkan adanya persoalan. Uji organoleptik yang dilakukan sebelum distribusi juga tidak menemukan keluhan berarti dari sisi makanan.

Meski demikian, terdapat hal yang masih menjadi perhatian dalam proses pengolahan udang, terutama terkait aroma yang muncul. Temuan tersebut kini ikut ditelusuri untuk mengetahui apakah memiliki kaitan dengan kejadian yang dialami para siswa.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu acuan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. SPPG Mangunan menyatakan investigasi masih berlangsung dan akan menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan mengenai sumber dugaan keracunan.

Rekomendasi