152 Murid SMP Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Baru Keluar 5 Hari

Sampel keracunan dari daerah biasanya diuji di labkesda atau juga di BBPOM Makassar. Hasil pengujian nantinya diserahkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
152 Murid SMP Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Hasil Lab Baru Keluar 5 Hari
Murid SMPN 1 Makale mendapatkan perawatan usai mengalami keracunan diduga usai menyantap menu MBG. (Istimewa).

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar masih menunggu sampel makanan dan muntahan murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 dan 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja yang keracunan diduga usai menyantap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). BBPOM Makassar membutuhkan waktu 3-5 hari untuk inkubasi pengujian mikrobiologi.

Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan mengatakan, sampel keracunan dari daerah biasanya diuji di labkesda atau juga di BBPOM Makassar. Hasil pengujian nantinya diserahkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota.

"Dan nantinya yang akan mengkomunikasikan kepada publik ada Satgas MBG di setiap kabupaten/kota. Informasi sementara sampel memang akan diujikan di BBPOM Makassar," kata Yosef melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/9).

Terkait waktu dibutuhkan untuk mengetahui hasil uji laboratorium, Yosef menyebut hal tersebut tergantung parameter. Dia mencontohkan jika parameter digunakan adalah mikrobiologi, maka butuh waktu inkubasi 3-5 hari.

"Bergantung pada parameter ujinya, karena untuk parameter mikrobilogi membutuhkan waktu inkubasi sekitar 3-5 hari," ujar dia.

Kendati begitu, Yosef menegaskan keamanan pangan tidak bisa dilakukan hanya pada satu titik atau tahapan. Tetapi, harus dilakukan dari hulu hingga hilir.

"Mulai bahan baku, tempat produksi, peralatan, penangan bahan baku (penyimpanannya), penjamah pangan, proses pengolahan, pemorsian, distribusi, hingga diterima oleh penerima manfaat," ujar dia.

Yosef mengatakan kesadaran pentingnya keamanan pangan harus diimplementasikan secara berkelanjutan baik di SPPG ataupun di lingkungan penerima manfaat seperti sekolah. Dia mencontohkan sekolah perlu menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi air mengalir, sabun cuci tangan dan lap kering.

"Memastikan budaya keamanan pangan pada siswa, cuci tangan dengan sabun selama minimal 10 detik, menggunakan alat makan yang bersih. Pangan siap saji maksimal 4 jam, dan harus segera dikonsumsi, karena lebih dr 4 jam meningkatkan risiko, utamanya produk DUIT (daging, unggas, ikan dan telur)," kata dia.

Yosef menegaskan daging, Unggas, ikan, dan telur merupakan tinggi protein baik untuk metabolisme tubuh. Namun jika penanganan dalam penyimpanan bahan baku atau yang sudah masak salah, berpotensi menjadi media pertumbuhan mikroba.

"Program baik tentunya harus dieksekusi dengan baik. Saat bicara masalah keamanan pangan, merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai suatu bangsa," kata dia.

 

 

Polisi Turun Tangan

Terpisah Kepala Kepolisian Resor Tana Toraja Ajun Komisaris Besar Budi Hermawan meminta kepada semua pihak untuk menunggu hasil uji labratoium BBPOM Makassar. Budi menegaskan sampel makanan diduga membuat 152 murid SMPN 1 dan 2 Makale mengalami keracunan sudah dikirim ke BBPOM Makassar.

"Sampel makanan sudah diambil. Sampel ini nanti untuk diuji di BPOM dan kita tunggu saja hasilnya," kata Budi.

Budi menambahkan kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar bisa mengetahui penyebab ratusan murid mengalami keracunan. Dia juga belum bisa memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kita semua pastinya mendoakan adek-adek bisa secepatnya kembali pulih dan bisa bersekolah kembali. Untuk penyelidikan, kita lakukan secara menyeluruh dan secepat mungkin," pungkasnya.

Jumlah Korban

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 152 murid dari dua sekolah yakni SMPN 1 dan 2 Makale dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami keracunan diduga usai menyantap menu MBG. Dari 152 orang tersebut, 127 murid dari SMPN 1 Makale dan 25 dari SMPN 2 Makale.

Ratusan murid yang keracunan diduga akibat MBG tersebut, saat ini masih mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit yakni RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatimah.

Rekomendasi