7 Trik Menghilangkan Bau Jelantah yang Menempel di Dapur, Ternyata Bisa Pakai Bahan Dapur

Trik menghilangkan bau jelantah yang menempel di dapur ternyata bisa dilakukan dengan bahan dapur sederhana. Simak 7 cara praktisnya.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Trik Menghilangkan Bau Jelantah yang Menempel di Dapur, Ternyata Bisa Pakai Bahan Dapur
Bersihkan Permukaan Dapur dengan Air Cuka. Foto: Gemini

Bau jelantah yang tertinggal setelah memasak sering kali membuat dapur terasa pengap dan kurang nyaman. Aroma minyak goreng bekas yang menempel tidak hanya berada di udara, tetapi juga dapat melekat pada kain lap, tirai, permukaan meja, dinding, hingga berbagai peralatan di sekitar kompor. Jika dapur memiliki ventilasi yang kurang baik, bau tersebut bahkan bisa bertahan cukup lama meskipun kegiatan memasak sudah selesai.

Mengandalkan pengharum ruangan saja terkadang tidak cukup untuk mengatasi masalah tersebut. Pengharum mungkin hanya membuat aroma jelantah tersamarkan sementara, tetapi sumber bau yang menempel pada berbagai permukaan tetap perlu dibersihkan. Kabar baiknya, ada sejumlah bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah dan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi aroma minyak goreng yang membandel tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Ada beberapa trik sederhana yang bisa dicoba dengan bahan dapur maupun perlengkapan yang sudah tersedia di rumah. Lantas apa saja trik menghilangkan bau jelantah yang menempel di dapur? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (20/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Rebus Air dengan Irisan Jeruk Nipis atau Lemon

Cara Menghilangkan Bau Gorengan di Rumah dengan Cepat
Bahan Alami Penyegar Udara seperti Lemon dan Jeruk Nipis. Foto: Gemini

Salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi aroma jelantah di dapur adalah merebus air bersama irisan jeruk nipis atau lemon. Setelah memasak selesai, siapkan panci berisi air secukupnya, kemudian tambahkan beberapa irisan buah jeruk dan biarkan mendidih selama beberapa menit. Uap yang dihasilkan dapat membantu membuat udara dapur terasa lebih segar, sementara aroma citrus yang khas dapat membantu mengurangi kesan bau minyak yang tertinggal setelah aktivitas menggoreng. Cara ini cocok dilakukan ketika bau masih terasa di udara dan belum terlalu kuat menempel pada berbagai permukaan.

Selain menggunakan irisan buah segar, kulit lemon atau jeruk yang biasanya dibuang juga dapat dimanfaatkan. Masukkan kulit yang sudah dicuci ke dalam air, kemudian rebus dengan api kecil. Jika ingin mendapatkan aroma yang lebih kuat, kulit dapat diremas atau sedikit dipotong sebelum dimasukkan ke dalam panci. Namun, perlu diingat bahwa cara ini lebih berfungsi membantu menyegarkan udara dan bukan menggantikan proses membersihkan permukaan dapur yang sudah terkena cipratan minyak.

Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan perebusan setelah sumber bau selesai ditangani. Bersihkan kompor, area dinding di sekitar kompor, meja, dan peralatan yang terkena minyak terlebih dahulu. Setelah itu, buka jendela atau pintu dapur agar sirkulasi udara berjalan lebih baik. Dengan kombinasi pembersihan sumber bau, ventilasi, dan aroma citrus, bau jelantah yang tersisa di udara dapat berkurang tanpa harus mengandalkan pengharum sintetis.

2. Manfaatkan Baking Soda untuk Menyerap Bau

Baking Soda dan Cuka
Ilustrasi Baking Soda Credit: pexels.com/Kaboompics

Baking soda dapat menjadi salah satu bahan rumah tangga yang praktis untuk membantu mengatasi bau tidak sedap. Bahan ini dapat diletakkan dalam wadah terbuka di area dapur yang sering terpapar aroma minyak, misalnya dekat tempat sampah atau di sekitar area memasak. Baking soda dikenal memiliki kemampuan membantu menetralkan sebagian senyawa penyebab bau sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk mengurangi aroma yang tertinggal di ruangan. Cara penggunaannya juga sederhana karena tidak membutuhkan proses yang rumit.

Selain diletakkan dalam wadah, baking soda dapat digunakan dalam proses membersihkan permukaan yang terkena residu minyak. Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta, kemudian gunakan pada permukaan yang sesuai dan tidak mudah rusak. Gosok secara perlahan menggunakan spons atau kain lembut, lalu bersihkan kembali dengan kain yang sudah dibasahi air. Cara ini dapat membantu mengangkat kotoran berminyak yang menjadi salah satu sumber aroma tidak sedap di dapur.

Baking soda sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi tunggal apabila bau berasal dari lapisan minyak yang sudah menumpuk. Sumber bau tetap perlu dihilangkan dengan membersihkan permukaan secara menyeluruh. Hindari menggosok terlalu keras pada material yang mudah tergores, dan jangan menggunakan campuran pembersih secara sembarangan. Untuk permukaan tertentu, terutama batu alam atau material khusus, sebaiknya periksa petunjuk perawatan terlebih dahulu agar tidak menyebabkan kerusakan.

3. Gunakan Cuka Putih untuk Membantu Menetralisir Aroma

Larutan Cuka Putih dan Air
Larutan Cuka Putih dan Air

Cuka putih dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan sederhana untuk membantu mengurangi bau tidak sedap di dapur. Salah satu cara yang mudah adalah menuangkan sedikit cuka ke dalam mangkuk dan meletakkannya di area dapur selama beberapa waktu. Aroma cuka memang cukup kuat pada awalnya, tetapi cara ini dapat membantu mengurangi kesan aroma minyak yang tertinggal di udara. Setelah ruangan mendapatkan sirkulasi udara yang baik, bau cuka biasanya akan ikut berkurang.

Cuka juga dapat digunakan dalam larutan pembersih untuk beberapa permukaan yang aman terhadap bahan asam. Campurkan cuka dengan air, kemudian gunakan kain untuk membersihkan permukaan yang terkena cipratan minyak. Cara ini lebih ditujukan untuk membersihkan residu yang menjadi sumber bau, bukan sekadar menutupi aroma jelantah. Sebelum menggunakannya pada permukaan tertentu, sebaiknya lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu karena cuka tidak cocok untuk semua material.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mencampurkan cuka dengan pemutih atau produk pembersih yang mengandung klorin. Campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya. Gunakan cuka secara terpisah dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik. Jika tujuan utamanya adalah menghilangkan bau jelantah, langkah paling penting tetap membersihkan sumber minyak dan memperlancar sirkulasi udara, sedangkan cuka dapat digunakan sebagai bantuan tambahan.

4. Rebus Kayu Manis untuk Memberikan Aroma Segar

Gambar Ilustrasi Bubuk Kayu Manis
Sumber: Freepik

Kayu manis tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat aroma dapur terasa lebih nyaman setelah digunakan memasak. Caranya cukup mudah, yaitu merebus beberapa batang kayu manis dalam panci berisi air menggunakan api kecil. Ketika air mulai panas, aroma khas kayu manis akan menyebar melalui uap dan membantu mengurangi kesan bau minyak yang masih tertinggal di udara.

Agar aromanya lebih beragam, kayu manis dapat dipadukan dengan bahan aromatik lain seperti kulit jeruk atau beberapa butir cengkeh. Kombinasi tersebut menghasilkan aroma yang lebih kuat dan dapat membuat dapur terasa lebih segar. Gunakan jumlah bahan secukupnya karena aroma rempah yang terlalu pekat juga bisa membuat ruangan terasa kurang nyaman. Metode ini terutama berguna untuk menyegarkan udara setelah sumber bau utama sudah dibersihkan.

Selama proses perebusan, jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Pastikan air tidak sampai habis karena panci yang kosong dapat menjadi bahaya. Setelah selesai, matikan kompor dan tetap buka ventilasi agar udara lama dapat keluar. Cara ini sebaiknya dipandang sebagai langkah tambahan untuk menyegarkan udara, bukan pengganti pembersihan kompor, dinding, lantai, dan permukaan lain yang mungkin sudah terkena minyak.

5. Bersihkan Permukaan Berminyak dengan Sabun Cuci Piring

Ilustrasi sabun cuci piring/freepik.com
Temukan inspirasi merawat peralatan masak kayu di rumah yang baik dan benar hanya di sini. (Sumber: Freepik).

Bau jelantah yang bertahan lama sering kali bukan hanya berasal dari udara, tetapi juga dari residu minyak yang menempel di berbagai permukaan. Karena itu, membersihkan area sekitar kompor merupakan langkah yang sangat penting. Gunakan sabun cuci piring yang memang dirancang untuk membantu mengangkat lemak dan minyak, lalu campurkan dengan air sesuai petunjuk penggunaan. Gunakan spons atau kain untuk membersihkan kompor, meja dapur, backsplash, dan area lain yang terkena percikan.

Untuk bagian yang memiliki lapisan minyak cukup tebal, jangan langsung menggosok dengan tenaga besar. Basahi permukaan dengan larutan pembersih terlebih dahulu dan biarkan beberapa saat agar kotoran lebih mudah terangkat. Setelah itu, lap menggunakan spons atau kain yang sesuai dengan material permukaan. Ulangi jika masih terdapat lapisan berminyak, kemudian lap kembali dengan kain bersih yang telah dibasahi air agar tidak meninggalkan residu sabun.

Perhatikan juga benda-benda yang sering terlupakan, seperti gagang lemari, tombol kompor, bagian luar cooker hood, rak bumbu, dan dinding di sekitar area penggorengan. Permukaan tersebut dapat terkena partikel minyak meskipun tidak terlihat kotor. Jika minyak dibiarkan menumpuk, aroma jelantah dapat semakin mudah bertahan. Dengan membersihkan area secara rutin, sumber bau dapat dikurangi sehingga langkah tambahan seperti merebus jeruk atau rempah menjadi lebih efektif.

6. Cuci Kain Lap, Tirai, dan Keset yang Menyerap Bau

Cara Mencuci Serbet Berminyak
Metode Sabun Cuci Piring Langsung untuk Noda Segar. Foto: Gemini

Kain yang berada di dapur dapat menjadi salah satu tempat menempelnya aroma minyak. Kain lap, sarung tangan oven, celemek, tirai, dan keset berada cukup dekat dengan aktivitas memasak sehingga berpotensi menyerap percikan minyak sekaligus bau. Jika dapur sudah dibersihkan tetapi aromanya masih terasa, periksa benda-benda berbahan kain tersebut. Bisa jadi sumber bau bukan lagi berasal dari kompor, melainkan dari perlengkapan yang belum dicuci.

Pisahkan kain yang sangat berminyak dari cucian biasa dan cuci sesuai petunjuk perawatan bahannya. Gunakan deterjen secukupnya dan pastikan kain dibilas hingga bersih. Untuk benda yang dapat dicuci dengan mesin, pilih program yang sesuai dengan jenis materialnya. Sementara itu, kain yang hanya terkena aroma tanpa noda minyak berat dapat dijemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik setelah dicuci. Pengeringan yang sempurna penting agar kain tidak justru menghasilkan bau lembap.

Kebiasaan mengganti kain lap secara berkala juga dapat membantu menjaga dapur tetap segar. Jangan menggunakan satu kain lap untuk semua kebutuhan, terutama untuk mengelap minyak dan membersihkan permukaan lain. Kain yang sudah penuh minyak sebaiknya segera dicuci karena semakin lama dibiarkan, semakin sulit menghilangkan residunya. Dengan memperhatikan perlengkapan berbahan kain, bau jelantah yang sering kembali setelah dapur dibersihkan dapat lebih mudah dikendalikan.

7. Tingkatkan Sirkulasi Udara dengan Membuka Jendela dan Menyalakan Cooker Hood

Desain Dapur Kecil Ukuran 3x3 Tapi Terasa Lega
Dapur dengan Jendela Besar. Foto: Gemini

Langkah paling sederhana tetapi sering dilupakan untuk mengatasi bau jelantah adalah memperbaiki sirkulasi udara. Saat menggoreng, partikel minyak dan aroma masakan dapat menyebar ke seluruh ruangan. Jika dapur tertutup rapat, aroma tersebut akan lebih lama berada di udara dan berpotensi menempel pada berbagai benda. Karena itu, buka jendela, pintu, atau ventilasi yang memungkinkan udara dari dalam ruangan keluar dan udara segar masuk.

Jika tersedia cooker hood atau exhaust fan, gunakan saat memasak dan tetap nyalakan beberapa saat setelah kegiatan menggoreng selesai. Alat tersebut membantu mengeluarkan udara dan partikel hasil memasak dari area dapur. Pastikan filter cooker hood juga dibersihkan secara berkala karena filter yang sudah penuh lemak justru dapat menjadi tempat menumpuknya residu minyak dan membuat kinerjanya menurun. Perawatan alat penyedot asap menjadi bagian penting jika dapur sering digunakan untuk menggoreng.

Sirkulasi udara akan memberikan hasil yang lebih baik jika dilakukan bersamaan dengan pembersihan sumber bau. Jangan hanya membuka jendela sementara kompor, dinding, kain lap, dan tempat sampah masih dipenuhi residu berminyak. Setelah memasak, segera bersihkan cipratan minyak, buang sampah makanan yang berbau, cuci peralatan, dan lap area sekitar kompor. Dengan begitu, udara yang sudah dikeluarkan tidak segera digantikan oleh aroma jelantah dari sumber yang masih tertinggal di dalam dapur.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Trik Menghilangkan Bau Jelantah yang Menempel di Dapur

1. Apa penyebab bau jelantah menempel di dapur?

Bau jelantah dapat berasal dari uap dan partikel minyak yang muncul selama proses menggoreng. Aroma tersebut kemudian dapat menempel pada kompor, dinding, meja, kain lap, tirai, keset, dan berbagai permukaan lain di sekitar dapur. Ventilasi yang kurang baik juga dapat membuat bau bertahan lebih lama.

2. Bagaimana cara menghilangkan bau jelantah yang menempel di dapur?

Bau jelantah dapat dikurangi dengan membersihkan permukaan yang terkena minyak, mencuci kain yang menyerap aroma, meningkatkan sirkulasi udara, serta memanfaatkan bahan seperti jeruk, baking soda, cuka putih, atau kayu manis. Membersihkan sumber bau tetap menjadi langkah utama agar aroma tidak hanya tertutup sementara.

3. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau jelantah di dapur?

Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk membantu mengurangi bau tidak sedap. Selain ditempatkan dalam wadah terbuka, baking soda juga dapat digunakan sebagai bagian dari proses membersihkan permukaan tertentu yang terkena residu minyak.

4. Apakah jeruk nipis atau lemon bisa digunakan untuk mengatasi bau jelantah?

Bisa. Irisan jeruk nipis atau lemon dapat direbus bersama air untuk membantu membuat udara dapur terasa lebih segar. Kulit jeruk juga dapat dimanfaatkan. Namun, cara ini sebaiknya tetap disertai pembersihan permukaan yang terkena minyak agar sumber bau benar-benar ditangani.

5. Apakah cuka putih aman digunakan untuk menghilangkan bau di dapur?

Cuka putih dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau dan membersihkan beberapa permukaan yang sesuai. Namun, jangan mencampurkannya dengan pemutih atau pembersih yang mengandung klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Selalu gunakan produk pembersih sesuai petunjuk dan pastikan dapur memiliki ventilasi yang baik.

Rekomendasi