Cara Membersihkan Kompor dari Cipratan Minyak Goreng agar Tidak Licin dan Lengket, Tak Perlu Digosok Keras

Cipratan minyak membuat kompor licin dan lengket? Temukan cara membersihkan kompor secara efektif tanpa perlu menggosok keras, menjaga dapur tetap higienis dan nyaman.

Fitriyani Puspa Samodra
Cara Membersihkan Kompor dari Cipratan Minyak Goreng agar Tidak Licin dan Lengket, Tak Perlu Digosok Keras
Ilustrasi membersihkan kompor (copyright Freepik)

Kompor yang sering digunakan untuk menggoreng biasanya cepat dipenuhi cipratan minyak. Jika dibiarkan, minyak akan berubah menjadi lapisan lengket yang membuat permukaan kompor terasa licin sekaligus sulit dibersihkan. Karena itu, mengetahui cara membersihkan kompor dari cipratan minyak goreng agar tidak licin dan lengket penting dilakukan supaya area memasak tetap bersih dan nyaman digunakan.

Minyak yang masih baru sebenarnya relatif mudah diangkat dengan kain atau spons. Masalah muncul ketika cipratan tersebut bercampur dengan sisa makanan, debu, dan panas dari kompor hingga membentuk kerak berminyak. Lapisan ini biasanya tidak cukup dibersihkan hanya dengan sekali usapan.

Jenis kompor juga menentukan cara membersihkannya. Kompor gas memiliki tungku, burner, dan tatakan yang dapat dilepas, sedangkan kompor kaca membutuhkan perlakuan lebih lembut agar tidak tergores. Dengan alat yang tepat dan waktu kontak pembersih yang cukup, noda berminyak dapat dibersihkan tanpa harus menggosok permukaan secara berlebihan, Selasa (22/9/2026).

1. Singkirkan remah dan sisa makanan

Cara Membersihkan Kerak Hitam di Kompor Gas yang Susah Hilang (AI)
Cara Membersihkan Kerak Hitam di Kompor Gas yang Susah Hilang (AI generated)

Sebelum mulai membersihkan, pastikan kompor dalam keadaan mati dan seluruh permukaannya sudah dingin. Hal ini penting terutama pada kompor gas dan kompor kaca karena permukaan yang panas dapat membuat proses pembersihan tidak aman.

Real Simple menyarankan untuk terlebih dahulu membaca petunjuk dari produsen kompor, terutama jika ada bagian yang perlu dilepas. Beberapa komponen memiliki cara pembongkaran yang berbeda. Area dapur juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik dengan membuka jendela atau menyalakan exhaust fan ketika menggunakan produk pembersih.

Sebelum berhadapan dengan lapisan minyak, angkat terlebih dahulu remah makanan, sisa bumbu, atau potongan bahan masakan yang berada di atas kompor. Gunakan kain kering atau tisu untuk mengambil kotoran yang mudah diangkat.

Langkah sederhana ini membuat proses berikutnya lebih efektif. Jika langsung membasahi permukaan yang masih dipenuhi remah, kotoran justru dapat menyebar dan bercampur dengan minyak sehingga permukaan semakin terasa kotor.

2. Gunakan air hangat dan sabun pencuci piring

Untuk cipratan minyak yang masih tergolong baru, campurkan air hangat dengan sedikit sabun pencuci piring yang memiliki kemampuan mengangkat lemak. Celupkan spons non-abrasif ke dalam larutan tersebut, peras, kemudian usapkan secara merata pada permukaan kompor.

Jangan terburu-buru menggosok noda yang terasa licin. Biarkan larutan sabun berada di permukaan selama beberapa menit agar lapisan minyak lebih mudah terangkat. The Spruce juga merekomendasikan larutan air panas dan sabun pencuci piring untuk membersihkan berbagai jenis kompor.

Setelah minyak terangkat, lap kembali menggunakan spons atau kain yang dibasahi air bersih. Tahap ini penting karena sisa sabun yang tertinggal dapat membuat permukaan terasa licin meskipun minyaknya sudah hilang.

3. Manfaatkan baking soda untuk noda yang membandel

Jika cipratan minyak sudah bercampur dengan sisa makanan dan berubah menjadi kerak, baking soda dapat digunakan sebagai bahan pembersih tambahan. Taburkan sedikit baking soda pada bagian yang bermasalah, kemudian tambahkan sedikit air hingga membentuk pasta.

Untuk noda yang sudah mengeras, Real Simple dan The Spruce juga menjelaskan penggunaan baking soda bersama cuka putih suling. Campuran tersebut akan menghasilkan busa ketika kedua bahan bereaksi. Namun, reaksi berbusa bukan berarti campuran tersebut otomatis menjadi pembersih yang lebih kuat untuk semua kondisi. Fungsinya dalam metode ini terutama membantu melonggarkan kotoran sebelum permukaan dilap atau digosok secara lembut.

Setelah pasta atau campuran tersebut didiamkan sekitar 15 menit, gunakan spons non-abrasif untuk mengangkat kotoran. Hindari menggosok terlalu keras, terutama pada permukaan kaca atau keramik.

4. Gunakan kain panas untuk melunakkan kerak

Cara Membersihkan Kompor Listrik agar Kembali Kinclong, Cegah Noda Gosong
Membersihkan kompor listrik. [Foto: Gemini]

Kerak minyak yang sudah lama menempel sering kali lebih mudah diangkat setelah dilunakkan terlebih dahulu. Basahi kain mikrofiber dengan air panas, kemudian peras hingga tidak menetes. Letakkan kain tersebut di atas bagian yang kotor selama kurang lebih 15 menit.

Panas dan kelembapan membantu melonggarkan sisa makanan serta minyak yang mengeras. Setelah itu, angkat kain dan bersihkan permukaan menggunakan spons.

Untuk kompor kaca yang memiliki makanan gosong sangat keras, Real Simple menyarankan penggunaan scraper plastik yang kaku dengan posisi sekitar 45 derajat. Lakukan perlahan pada area kecil dan jangan memaksakan kerak yang belum lunak.

5. Bersihkan bagian kompor gas yang dapat dilepas

Pada kompor gas, minyak biasanya tidak hanya menempel pada permukaan. Cipratan juga dapat masuk ke tatakan atau grates, penutup burner, dan bagian lain di sekitar tungku.

Lepaskan komponen yang memang dapat dilepas setelah semuanya dingin. Rendam tatakan atau grates dalam air panas yang sudah dicampur sabun pencuci piring selama setidaknya 15 menit. Untuk kotoran yang sangat tebal, waktu perendaman dapat diperpanjang.

Setelah itu, gunakan sikat berbulu nilon atau spons yang sesuai dengan material tatakan untuk mengangkat lemak. Baking soda dapat ditambahkan pada bagian yang masih memiliki makanan gosong. Bilas hingga bersih dan keringkan sebelum komponen dipasang kembali.

Clean My Space menekankan bahwa penggunaan degreaser juga membutuhkan waktu kontak yang cukup. Produk pembersih tidak selalu bekerja maksimal jika langsung disemprot kemudian segera dilap. Untuk lemak yang tebal, ikuti waktu diam yang tercantum pada label produk dan pastikan permukaan tetap sesuai petunjuk penggunaannya.

6. Berikan perhatian khusus pada area burner

Bagian kepala burner perlu dibersihkan dengan hati-hati karena sisa pembersih atau kotoran yang tertinggal dapat mengganggu kinerja api. The Spruce menyarankan agar residu pembersih dibersihkan dengan baik dari bagian burner sebelum komponen dipasang kembali.

Hindari menuangkan air dalam jumlah banyak langsung ke area kompor. Real Simple mengingatkan bahwa terlalu banyak air dapat menimbulkan masalah pada komponen listrik maupun bagian gas. Prinsipnya, gunakan spons atau kain yang lembap, bukan membanjiri permukaan kompor dengan air.

Cara Membersihkan Kompor Kaca agar Tidak Tergores

Membersihkan Kompor Tanam
Membersihkan Kompor Tanam. (AI generated)

Kompor kaca atau keramik membutuhkan perhatian lebih karena permukaannya mudah mengalami goresan jika dibersihkan menggunakan alat yang terlalu kasar. Untuk perawatan rutin, gunakan larutan air hangat dan sabun pencuci piring, kemudian lap menggunakan spons non-abrasif.

Real Simple menyebut campuran satu cangkir cuka putih suling, satu cangkir air panas, dan sedikit sabun pencuci piring sebagai salah satu pilihan pembersih untuk kompor kaca. Setelah disemprotkan, diamkan selama beberapa menit sebelum dilap.

Hindari steel wool, sikat kawat, bubuk pembersih yang abrasif, atau alat logam yang dapat meninggalkan goresan. Untuk kerak yang sangat menempel, gunakan scraper yang memang sesuai untuk permukaan kaca atau ikuti rekomendasi produsen kompor.

Setelah seluruh kotoran terangkat, lap kembali dengan kain lembap untuk menghilangkan sisa bahan pembersih. Tahap terakhir adalah mengeringkan permukaan dengan kain mikrofiber agar tidak meninggalkan bercak atau lapisan licin.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari saat Membersihkan Kompor

Membersihkan kompor terlalu keras bukan berarti hasilnya akan lebih bersih. Penggunaan alat abrasif justru berpotensi merusak lapisan permukaan, terutama pada kompor kaca, enamel, dan stainless steel.

Kesalahan lain adalah langsung mengelap minyak tanpa memberikan waktu bagi pembersih untuk bekerja. Pada lemak yang tebal, sedikit waktu perendaman atau waktu kontak dapat membuat proses pembersihan jauh lebih mudah.

Hindari pula mencampurkan berbagai produk pembersih secara sembarangan. Gunakan satu produk sesuai petunjuk label, lalu bilas atau lap hingga bersih sebelum menggunakan bahan lain. Pastikan dapur memiliki ventilasi yang baik selama proses pembersihan.

Untuk kompor listrik dengan coil, jangan pernah merendam elemen pemanas dalam air. The Spruce dan Real Simple sama-sama mengingatkan bahwa bagian listrik harus ditangani secara hati-hati. Lepaskan komponen sesuai petunjuk produsen dan pastikan semuanya benar-benar kering sebelum dipasang kembali.

Agar Kompor Tidak Cepat Licin dan Lengket

Membersihkan cipratan minyak segera setelah memasak merupakan cara paling sederhana untuk mencegah terbentuknya kerak. Setelah kompor benar-benar dingin, lap permukaan menggunakan kain atau spons yang sesuai.

The Spruce menyarankan pembersihan ringan setelah setiap kali penggunaan, sementara pembersihan lebih menyeluruh dapat dilakukan sekitar seminggu sekali, tergantung seberapa sering kompor digunakan. Jika setiap hari digunakan untuk menggoreng, pembersihan ringan setiap selesai memasak akan sangat membantu.

Perhatikan juga area yang sering luput, seperti bagian bawah tatakan, sekitar burner, knop, dan permukaan di bawah komponen yang dapat dilepas. Minyak yang tertinggal di celah tersebut dapat kembali menyebar ketika kompor digunakan.

Dengan kebiasaan membersihkan cipratan sebelum mengeras, pekerjaan berat dapat dikurangi. Kompor tidak harus selalu digosok dengan tenaga besar karena lapisan minyak belum sempat berubah menjadi kerak yang sulit diangkat.

Pertanyaan Seputar Membersihkan Kompor

Cara Membuat Racikan Pembersih Kerak Kompor
Untuk membuat racikan pembersihnya, kamu dapat menggunakan baking soda, cuka putih, dan sabun cuci piring. [Dok/freepik.com]

1. Apakah cuka dan baking soda aman digunakan untuk membersihkan kompor?

Keduanya dapat digunakan pada kondisi tertentu, tetapi harus disesuaikan dengan jenis permukaan kompor. Untuk kompor kaca, hindari menggosok campuran tersebut secara agresif karena permukaan dapat tergores. Selalu ikuti petunjuk produsen jika kompor memiliki rekomendasi pembersih khusus.

2. Bagaimana menghilangkan minyak yang sudah lengket di kompor?

Gunakan air hangat dan sabun pencuci piring yang memiliki kemampuan mengangkat lemak. Untuk lapisan yang membandel, biarkan larutan bekerja selama beberapa menit atau gunakan kain panas selama sekitar 15 menit sebelum mengelapnya. Baking soda dapat digunakan untuk membantu mengangkat noda yang lebih sulit.

3. Bolehkah menggunakan steel wool untuk membersihkan kompor?

Sebaiknya hindari steel wool pada permukaan yang mudah tergores, terutama kompor kaca dan permukaan tertentu dari logam. Real Simple merekomendasikan spons non-abrasif dan scraper plastik untuk bagian yang sesuai.

4. Seberapa sering kompor harus dibersihkan?

Pembersihan ringan idealnya dilakukan setelah memasak, terutama jika terdapat cipratan minyak atau tumpahan makanan. Pembersihan lebih menyeluruh dapat dilakukan sekitar seminggu sekali, tergantung frekuensi pemakaian dan tingkat kotoran kompor.

5. Mengapa kompor masih terasa licin setelah dibersihkan?

Kemungkinan masih terdapat lapisan minyak atau residu sabun pada permukaan. Lap kembali menggunakan spons atau kain yang dibasahi air bersih, kemudian keringkan dengan kain mikrofiber. Hindari menggunakan terlalu banyak air atau sabun karena residu yang tertinggal justru dapat membuat permukaan terasa licin.

 

 

Rekomendasi