Kisah Pilu Seorang Pemulung Dicoret dari KK Gara-gara Warisan dan Dianggap Sudah Mati

Lantaran konflik warisan, dia mengaku telah dicoret dari Kartu Keluarga (KK). Bahkan, dia telah memiliki akta kematian kendati masih hidup.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Kisah Pilu Seorang Pemulung Dicoret dari KK Gara-gara Warisan dan Dianggap Sudah Mati
Kisah Pilu Seorang Pemulung Dicoret dari KK Gara-gara Warisan dan Dianggap Sudah Mati (Merdeka.com)

Kisah Pilu Seorang Pemulung Dicoret dari KK Gara-Gara Warisan dan Dianggap Sudah Mati

Lantaran konflik warisan, dia mengaku telah dicoret dari Kartu Keluarga (KK). Bahkan, dia telah memiliki akta kematian kendati masih hidup.

Kisah pilu harus dialami oleh seorang pria berikut ini. Lantaran konflik warisan, dia mengaku telah dicoret dari Kartu Keluarga (KK).

Bahkan, dia telah memiliki akta kematian kendati masih hidup. Sosoknya pun diketahui kini menjadi pemulung demi menghidupi anak istri.

Seperti apa ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Detik Asa, Rabu (3/7). 

Dicoret dari KK

Pria tersebut ialah Jon asal Palembang. Kepada pemilik kanal YouTube Detik Asa, dia mengungkap peliknya kehidupan yang dialaminya.

Sebelum akhirnya berjuang hidup di perantauan, Jon mengaku telah dicoret dari KK. Hal itu bermula dari pihak keluarga yang tengah mengurus warisan.

Tak hanya dicoret, Jon mengaku dianggap meninggal dunia oleh keluarga saat dirinya berusaha merantau ke Kalimantan. 

"Karena masalah warisan itu, itu di KK sudah dicoret, (saya) dibilang mati," ungkapnya. 

"Karena masalah warisan itu, itu di KK sudah dicoret, (saya) dibilang mati," ungkapnya. <br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan mata kepala sendiri, Jon menyaksikan selembar akta kematian yang mencantumkan namanya sendiri.

"Surat kematian ada, padahal aku waktu itu lagi di Kalimantan," ceritanya. 

Tanah dan Rumah Dijual 

Semua kepahitan itu ditemuinya selepas bertolak dari Kalimantan. Setibanya di kampung halaman, Jon merasa kaget lantaran tanah hingga rumah keluarganya telah berpindah tangan.

"Saya pulang ke Palembang, kaget," ujarnya.

"Rumah dan tanah itu sudah atas nama orang lain. Katanya sudah diperjualbelikan," lanjutnya.

Ditanya soal protes, Jon mengaku tak bisa berbuat banyak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebab, pihak yang telah melakukan semua perbuatan tersebut masih diakuinya sebagai sanak saudara.

"Bapak tidak protes?" tanyanya.

"Ga bisa protes, karena ya masih saudara," jelasnya.

Tak Dianggap Keluarga

Kepada kakak, Jon menumpahkan segala isi hati. Alih-alih mendapat pembelaan, Jon justru tak diakui.

Saudara Jon mengusir dari kampung halaman.

"Saya menemui kakak pertama, saya bilang kok tega. Saya kecewa di situ. Dia diam saja, begitu saya mau pulang lalu saya diusir dan dibilang kalau 'lu bukan saudara gue'," tukasnya.

Sejak saat itu, Jon lantas memutuskan untuk hidup lepas dari keluarga. Kini, dia dan sang istri berjuang hidup dengan mencari berbagai barang bekas.

Kedua buah hatinya pun terpaksa ikut merasakan perjuangan dan kehidupan yang keras di jalanan.

Diakuinya, keluarga kecil Jon terpaksa berpindah tempat tinggal dari satu lokasi ke lokasi lainnya. 

Banjir Dukungan

Kisah hidup pria asal Palembang tersebut menuai beragam tanggapan dari publik. Banyak di antaranya yang menuliskan dukungan dan doa mendalam.

"Mantap jiwanya pak Jon ini, tangguh tidak gila harta seperti saudara-saudaranya," tulis akun @dwirismadi2550

"Yang sabar pak semoga sehat selalu, amin ya Allah," tulis akun @SumiYati-qd1ux

"Sabar bapak. Harta tidak dibawa mati, tetaplah tegar bapak demi anak isteri. Percayalah suatu saat diangkat derajatnya sama gusti Allah," tulis akun @topsell7518

Rekomendasi