Pisau dapur menjadi salah satu peralatan penting dalam kegiatan memasak sehari-hari. Ketajaman mata pisau membantu proses mengiris, mencincang dan memotong bahan makanan terasa lebih ringan. Memahami cara menggunakan pisau agar tetap tajam lebih lama dapat membuat aktivitas di dapur berlangsung lebih nyaman, efisien dan aman.
Perawatan pisau tidak selalu membutuhkan perlengkapan khusus. Kebiasaan mencuci mata pisau secara hati-hati, segera mengeringkannya, lalu menempatkannya pada ruang penyimpanan khusus sudah membantu mengurangi risiko kerusakan. Pengetahuan tentang cara menggunakan pisau agar tetap tajam lebih lama juga membuat usia pakai pisau lebih panjang.
Setiap jenis pisau memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri. Pisau chef, pisau roti, pisau fillet, maupun pisau kecil untuk mengupas membutuhkan perlakuan sesuai kegunaannya. Mengenali teknik pemakaian melalui cara menggunakan pisau agar tetap tajam lebih lama, membantu mempertahankan ketajaman mata pisau sekaligus mendukung kegiatan memasak secara optimal.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (24/8/2026).
Advertisement
1. Gunakan Talenan yang Tepat
Salah satu hal paling penting dalam menjaga ketajaman pisau untuk pemakaian jangka panjang adalah memperhatikan jenis permukaan tempat pisau digunakan. Talenan yang terlalu keras dapat memberikan benturan berulang pada bagian paling tipis dari mata pisau setiap kali bilah menyentuh permukaan setelah melewati bahan makanan. Oleh sebab itu, hindari menggunakan pisau secara langsung di atas permukaan seperti piring keramik, kaca, granit, marmer, meja dapur berbahan batu, atau permukaan keras lainnya karena material tersebut dapat mempercepat keausan pada tepi mata pisau dan membuat ketajamannya berkurang dalam waktu relatif singkat.
Sebagai pilihan yang lebih aman untuk menjaga kondisi pisau, gunakan talenan berbahan kayu atau plastik berkualitas baik yang mempunyai permukaan cukup lunak dan mampu memberikan sedikit toleransi terhadap tekanan ketika proses pemotongan berlangsung. Pemilihan talenan yang tepat bukan hanya membantu mempertahankan ketajaman mata pisau, tetapi juga memberikan pijakan lebih stabil selama memotong berbagai bahan makanan, sehingga aktivitas memasak terasa lebih nyaman, terkontrol, dan tidak membutuhkan tenaga berlebihan.
2. Jangan Menggunakan Pisau untuk Memotong Bahan yang Terlalu Keras
Setiap jenis pisau dibuat untuk kebutuhan tertentu sehingga penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan masing-masing bilah. Pisau dapur biasa dapat digunakan untuk mengiris sayuran, buah, daging tanpa tulang, dan berbagai bahan makanan sehari-hari, tetapi sebaiknya tidak dipaksakan untuk membelah tulang, memotong makanan yang masih membeku, menghancurkan benda keras, membuka kemasan, atau melakukan pekerjaan lain di luar fungsi utamanya. Memilih alat sesuai kebutuhan akan membantu mengurangi beban yang diterima mata pisau selama digunakan.
Memaksakan pisau untuk menghadapi bahan yang terlalu keras dapat menyebabkan tepi mata pisau kehilangan bentuk idealnya, menjadi tumpul, mengalami lekukan, bahkan terkelupas atau mengalami kerusakan permanen. Kondisi tersebut tentu membuat kemampuan pisau dalam menghasilkan potongan rapi ikut menurun. Untuk pekerjaan berat, gunakan pisau khusus seperti cleaver atau alat dapur lain yang memang dirancang untuk menangani bahan tersebut, sehingga pisau utama tetap dapat digunakan secara optimal untuk pekerjaan memotong sehari-hari.
Advertisement
3. Terapkan Teknik Memotong yang Benar
Teknik memegang, mengarahkan, dan menggerakkan pisau memiliki pengaruh cukup besar terhadap daya tahan mata pisau selama digunakan. Pisau sebaiknya dipegang secara stabil dan digunakan melalui gerakan yang terkendali, bukan dipaksa masuk ke bahan menggunakan tekanan yang sangat kuat. Pemberian tekanan secara berlebihan dapat meningkatkan beban pada bilah dan membuat bagian tepi menerima tekanan lebih besar daripada kebutuhan sebenarnya.
Untuk bahan seperti sayuran, buah, daging tanpa tulang, rempah, maupun bahan makanan lain yang relatif mudah dipotong, gunakan gerakan yang stabil dan mengikuti karakter bahan. Biarkan ketajaman pisau melakukan sebagian besar pekerjaan tanpa perlu menekan secara berlebihan. Teknik pemotongan yang tepat membuat proses menjadi lebih efisien, membantu menghasilkan potongan lebih rapi, sekaligus mengurangi tekanan yang tidak diperlukan pada mata pisau.
4. Jangan Menyeret Mata Pisau di Atas Talenan
Setelah selesai memotong bahan makanan, ada kebiasaan sederhana yang sering dilakukan tanpa disadari, yaitu menyeret sisi tajam pisau di atas permukaan talenan untuk mengumpulkan atau memindahkan potongan bahan. Meskipun terlihat praktis dan tidak membutuhkan banyak waktu, gerakan tersebut membuat bagian mata pisau bergesekan langsung dengan talenan berulang kali. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat mempercepat keausan pada tepi bilah dan mengurangi ketajamannya.
Jika ingin memindahkan bahan makanan yang sudah dipotong, sebaiknya gunakan bagian belakang pisau yang tidak tajam atau manfaatkan alat lain seperti spatula, scraper, maupun alat pengumpul makanan khusus. Cara tersebut memungkinkan Anda membersihkan talenan tanpa harus mengorbankan ketajaman mata pisau. Kebiasaan sederhana ini sangat mudah diterapkan dalam kegiatan memasak sehari-hari dan dapat membantu memperpanjang kondisi tajam pisau.
Advertisement
5. Cuci Pisau dengan Cara yang Benar
Pisau sebaiknya segera dibersihkan setelah selesai digunakan agar sisa makanan tidak mengering dan menempel terlalu lama pada permukaan bilah. Gunakan air mengalir, sabun pencuci piring secukupnya, serta spons lembut untuk menghilangkan minyak, noda, sisa bahan makanan, dan kotoran lain yang menempel. Membersihkan pisau secara rutin juga membantu menjaga kebersihan peralatan sekaligus mempertahankan kondisi permukaan bilah.
Hindari menggunakan spons kawat, benda abrasif, bubuk pembersih kasar, atau alat lain yang dapat memberikan gesekan berlebihan pada permukaan pisau. Material pembersih semacam itu berpotensi meninggalkan goresan pada bilah dan dapat mempercepat kerusakan bagian tepi mata pisau apabila digunakan berulang kali. Setelah proses pencucian selesai, bilas sampai tidak ada sisa sabun sebelum pisau dikeringkan dan disimpan.
6. Hindari Memasukkan Pisau Sembarangan ke Mesin Pencuci Piring
Mesin pencuci piring memang memberikan kemudahan dalam membersihkan berbagai peralatan dapur, tetapi penggunaannya tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk pisau, terutama pisau berkualitas tinggi. Selama proses pencucian, pisau dapat bergerak dan berbenturan dengan sendok, garpu, panci, atau peralatan lain yang berada di dalam mesin. Benturan berulang tersebut dapat memengaruhi bagian tepi mata pisau dan menyebabkan ketajamannya berkurang lebih cepat.
Paparan suhu tinggi, deterjen tertentu, serta lingkungan lembap di dalam mesin juga dapat memberikan pengaruh terhadap material bilah maupun gagang pisau. Jika memungkinkan, cuci pisau secara manual menggunakan tangan, air bersih, sabun pencuci piring, dan spons lembut. Setelah selesai dicuci, segera keringkan seluruh permukaannya agar pisau dapat disimpan dalam kondisi bersih dan bebas dari kelembapan berlebih.
Advertisement
7. Segera Keringkan Pisau Setelah Dicuci
Membiarkan pisau dalam keadaan basah setelah proses pencucian merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Air yang tertinggal pada permukaan bilah, terutama dalam waktu cukup lama, dapat meningkatkan kemungkinan munculnya noda, perubahan warna, atau korosi pada jenis baja tertentu. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi tampilan pisau, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas permukaan bilah jika dibiarkan berulang kali.
Setelah dicuci, gunakan kain bersih dan kering untuk mengusap seluruh bagian pisau secara menyeluruh. Perhatikan bagian dekat gagang, sambungan bilah, serta area lain yang berpotensi menyimpan tetesan air. Pastikan pisau benar-benar kering sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan agar kelembapan tidak terperangkap dan kondisi bilah tetap terjaga.
8. Simpan Pisau dengan Aman
Cara menyimpan pisau memiliki peran penting dalam mempertahankan kondisi mata pisau setelah digunakan. Hindari menumpuk pisau secara sembarangan di dalam laci bersama berbagai peralatan dapur lainnya karena bilah dapat bersentuhan dan bergesekan dengan benda keras seperti sendok, garpu, gunting, atau pisau lain. Gesekan semacam ini dapat membuat tepi mata pisau mengalami keausan secara perlahan, terutama apabila terjadi setiap hari.
Untuk perlindungan yang lebih baik, gunakan knife block, sarung khusus pisau, rak magnet, atau tempat penyimpanan lain yang dirancang untuk menjaga bilah tetap terpisah dari peralatan dapur. Selain membantu mempertahankan ketajaman, penyimpanan yang teratur juga membuat pisau lebih mudah diambil ketika dibutuhkan dan mengurangi risiko tangan menyentuh bagian tajam secara tidak sengaja.
Advertisement
9. Jangan Menunggu Pisau Benar-Benar Tumpul
Perawatan mata pisau sebaiknya dilakukan secara berkala sebelum kondisi pisau menjadi terlalu tumpul dan membutuhkan proses pengasahan yang lebih berat. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk perawatan rutin adalah honing rod, yaitu batang perawatan yang membantu merapikan kembali bagian tepi mata pisau yang mulai mengalami perubahan posisi akibat pemakaian. Penggunaan alat tersebut dapat membantu mempertahankan performa pisau selama periode pemakaian.
Perlu dipahami bahwa honing rod tidak sama dengan batu asah. Honing lebih ditujukan untuk membantu menyelaraskan kembali bagian tepi mata pisau, sedangkan pengasahan menggunakan batu atau alat khusus menghilangkan sedikit material untuk membentuk kembali mata pisau. Apabila pisau sudah benar-benar tumpul atau kemampuan memotongnya menurun secara signifikan, lakukan pengasahan menggunakan metode yang sesuai agar ketajamannya dapat dikembalikan.
10. Gunakan Pisau Sesuai Fungsinya
Menggunakan pisau berdasarkan fungsi dan karakteristiknya merupakan salah satu cara menjaga pisau tetap tajam dalam jangka panjang. Pisau chef dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan memotong bahan makanan, sedangkan pisau roti mempunyai mata bergerigi yang dirancang untuk mengiris permukaan roti tanpa memberikan tekanan berlebihan. Di sisi lain, pisau fillet mempunyai bilah lebih fleksibel sehingga cocok untuk pekerjaan tertentu yang membutuhkan kemampuan mengikuti bentuk bahan.
Hindari menjadikan satu pisau sebagai alat untuk seluruh pekerjaan di dapur, terutama jika pekerjaan tersebut membutuhkan karakteristik bilah berbeda. Pemakaian sesuai fungsi membuat mata pisau bekerja dalam kondisi ideal dan mengurangi kemungkinan terjadinya tekanan, benturan, atau gerakan yang dapat mempercepat kerusakan. Kebiasaan tersebut juga membantu mempertahankan kemampuan potong setiap pisau sesuai tujuan pembuatannya.
Advertisement
11. Hindari Memotong di Atas Permukaan yang Keras
Selain memilih talenan secara tepat, perhatikan pula permukaan tempat proses persiapan makanan dilakukan. Jangan memotong bahan secara langsung di atas meja dapur berbahan batu, kaca, logam, keramik, atau material keras lainnya. Ketika mata pisau menyentuh permukaan tersebut berulang kali, benturan dapat memberikan tekanan besar pada bagian tepi bilah yang paling tipis.
Gunakan talenan sebagai pembatas antara mata pisau dan permukaan meja dapur. Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu mempertahankan ketajaman pisau, tetapi juga menjaga meja dapur dari goresan akibat aktivitas memotong. Dalam penggunaan jangka panjang, pemilihan permukaan potong yang tepat dapat memberikan perbedaan besar terhadap kondisi mata pisau.
12. Gunakan Tekanan Secukupnya
Pisau yang masih tajam seharusnya mampu memotong sebagian besar bahan makanan tanpa membutuhkan tekanan yang sangat kuat. Apabila Anda harus menekan bilah secara berlebihan untuk menghasilkan potongan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa mata pisau mulai kehilangan ketajamannya dan perlu diperiksa atau dirawat. Terus menggunakan pisau tumpul sambil memberikan tekanan besar bukanlah solusi ideal karena dapat meningkatkan beban pada bilah dan mengurangi kontrol selama proses memotong.
Gunakan tekanan secukupnya sesuai karakter bahan makanan dan kondisi pisau. Gerakkan bilah secara stabil, hindari gerakan memaksa, dan biarkan ketajaman pisau melakukan sebagian besar pekerjaan pemotongan. Kebiasaan ini membantu mengurangi tekanan pada mata pisau sekaligus membuat aktivitas memasak menjadi lebih nyaman, terkontrol, dan aman.
Pertanyaan Seputar Cara Menggunakan Pisau agar Tetap Tajam
Bagaimana cara menggunakan pisau agar tetap tajam lebih lama?
Gunakan pisau pada talenan yang sesuai, hindari memotong bahan terlalu keras, jangan menyeret sisi tajam di atas talenan, serta simpan pisau secara terpisah setelah digunakan.
Mengapa talenan berpengaruh terhadap ketajaman pisau?
Permukaan talenan yang terlalu keras dapat membuat ujung mata pisau cepat rusak. Talenan kayu atau plastik biasanya lebih ramah terhadap mata pisau.
Apakah talenan kaca bisa membuat pisau cepat tumpul?
Ya. Permukaan kaca sangat keras sehingga kontak berulang antara mata pisau dan talenan dapat mempercepat hilangnya ketajaman.
Bolehkah pisau digunakan untuk memotong tulang?
Hanya gunakan pisau khusus untuk pekerjaan tersebut. Pisau dapur biasa berisiko mengalami kerusakan jika dipaksakan memotong tulang.