7 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju Tanpa Dicuci Ulang, Praktis dan Cepat

Bau apek bikin baju tidak nyaman dipakai? Simak 7 cara menghilangkan bau apek pada baju tanpa dicuci ulang yang mudah dan praktis.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju Tanpa Dicuci Ulang, Praktis dan Cepat
Cara menghilangkan bau apek pakaian dengan bahan alami (AI)

Baju yang sudah lama disimpan di lemari terkadang tiba-tiba mengeluarkan bau apek, padahal kondisinya masih terlihat bersih dan sebenarnya ingin segera dipakai. Kondisi ini tentu cukup mengganggu, terutama ketika tidak punya banyak waktu untuk mencuci, menjemur, dan menunggu pakaian benar-benar kering. Bau apek sendiri dapat muncul karena kelembapan yang terperangkap pada serat kain, sirkulasi udara yang kurang baik, atau pakaian yang disimpan dalam kondisi belum benar-benar kering.

Kabar baiknya, cara menghilangkan bau apek pada baju tanpa dicuci ulang bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Anda dapat memanfaatkan udara segar, sinar matahari yang sesuai dengan jenis kain, atau bahan tertentu yang membantu menyerap dan mengurangi aroma tidak sedap. Cara ini dapat menjadi solusi sementara ketika pakaian perlu segera digunakan tanpa harus melewati proses pencucian dari awal.

Meski begitu, penting untuk menyesuaikan metode dengan jenis bahan pakaian agar tidak merusak warna maupun serat kain. Jangan pula sekadar menutupi bau dengan parfum karena aroma apek bisa tetap tertinggal dan justru bercampur dengan pewangi. Lantas bagaimana saja cara menghilangkan bau apek pada baju tanpa dicuci ulang yang praktis dan cepat? Melansir dari berbagai sumber, Senin (24/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Jemur Baju di Bawah Sinar Matahari

Cara Mencegah Bau Apek pada Baju
Ilustrasi Jemuran Credit: pexels.com/Karolina

Salah satu cara paling sederhana untuk membantu mengurangi bau apek pada baju tanpa mencuci ulang adalah mengangin-anginkannya di tempat yang mendapatkan sinar matahari. Keluarkan pakaian dari lemari, balik bagian dalamnya jika memungkinkan, kemudian gantung menggunakan hanger agar seluruh permukaan kain terkena sirkulasi udara.

Sinar matahari dan udara terbuka dapat membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap pada serat kain, sekaligus membuat aroma pengap perlahan berkurang. Cara ini terutama cocok dilakukan pada pakaian yang hanya berbau ringan tetapi tidak memiliki noda atau kotoran yang terlihat.

Meski demikian, durasi penjemuran perlu disesuaikan dengan jenis bahan dan warna pakaian. Pakaian berbahan katun atau kain yang relatif tahan panas biasanya lebih fleksibel untuk diangin-anginkan di bawah sinar matahari pagi.

Sementara itu, pakaian berwarna gelap, pakaian dengan sablon, atau bahan yang sensitif terhadap panas sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di bawah matahari langsung karena dapat membuat warna lebih cepat pudar. Jika ragu, pilih area yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik tetapi tidak terkena matahari terik sepanjang hari.

Setelah beberapa waktu, cium kembali bagian pakaian yang sebelumnya berbau untuk memastikan aromanya sudah berkurang. Jangan langsung memasukkannya ke lemari ketika kain masih terasa lembap atau hangat karena kelembapan yang terperangkap dapat membuat bau kembali muncul.

Pastikan pakaian benar-benar kering dan sudah berada pada suhu normal sebelum disimpan. Jika setelah diangin-anginkan bau tetap kuat, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa pakaian memang membutuhkan pencucian menyeluruh.

2. Angin-Anginkan di Ruangan dengan Sirkulasi Udara Baik

11 Tips Mengeringkan Baju saat Musim Hujan agar Tidak Apek
Tips Mengeringkan Baju saat Musim Hujan agar Tidak Apek. (Foto: AI)

Jika tidak memungkinkan menjemur pakaian di luar, mengangin-anginkan baju di ruangan dengan sirkulasi udara baik dapat menjadi alternatif. Gantung pakaian di hanger dan beri jarak dari pakaian lain agar udara dapat bergerak di antara permukaan kain.

Buka jendela atau pintu jika kondisi memungkinkan sehingga udara pengap dari dalam ruangan dapat berganti dengan udara yang lebih segar. Cara ini cukup praktis untuk pakaian yang baru dikeluarkan dari lemari dan hanya memiliki aroma apek ringan.

Kipas angin juga dapat digunakan untuk membantu mempercepat pergerakan udara di sekitar pakaian. Namun, posisikan kipas agar udara mengalir melewati pakaian, bukan hanya meniup satu titik secara terus-menerus.

Sebaiknya pakaian digantung dalam kondisi terbuka, misalnya kancing atau resleting dibuka, sehingga bagian dalam dan luar kain sama-sama mendapatkan sirkulasi udara. Untuk jaket, blazer, atau pakaian berlapis, cara ini penting karena bagian dalam sering kali menjadi area yang menyimpan aroma pengap lebih lama.

Setelah beberapa jam, periksa kembali aroma pakaian sebelum digunakan atau disimpan. Hindari mengangin-anginkan pakaian di ruangan yang justru lembap, seperti kamar mandi atau area yang tidak memiliki ventilasi memadai.

Jika udara luar sedang lembap atau hujan, penggunaan kipas di ruangan yang kering dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Tujuan utamanya bukan sekadar membuat bau tertiup, melainkan membantu mengurangi kondisi lembap yang menjadi salah satu faktor munculnya aroma apek.

3. Gunakan Baking Soda untuk Membantu Menyerap Bau

Baking Soda dan Cuka
Ilustrasi Baking Soda Credit: pexels.com/Kaboompics

Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu bahan rumah tangga untuk membantu menyerap dan menetralisir aroma tidak sedap. Untuk pakaian yang tidak ingin dicuci ulang, salah satu cara yang lebih aman adalah menempatkan baking soda dalam wadah terbuka di dekat pakaian yang sedang diangin-anginkan, bukan langsung menaburkannya ke seluruh permukaan kain.

Gantung pakaian di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, lalu letakkan wadah berisi baking soda di dekatnya. Metode ini dapat membantu mengurangi aroma pengap secara perlahan tanpa membuat pakaian menjadi basah.

Untuk pakaian yang hanya sedikit berbau, metode tersebut dapat dipadukan dengan proses penganginan. Setelah pakaian dikeluarkan dari lemari, gantung terlebih dahulu agar udara bergerak di sekitar kain, kemudian tempatkan wadah baking soda di area yang sama. Berikan waktu agar proses penyerapan bau berlangsung.

Hindari mencampurkan baking soda dengan bahan kimia atau pewangi lain secara sembarangan karena penggunaan bahan rumah tangga yang tidak tepat dapat meninggalkan residu atau merusak material tertentu.

Sebelum menggunakan metode ini, perhatikan karakter kain dan kondisi pakaian. Jika pakaian memiliki noda, tekstur sensitif, atau label perawatan yang melarang penggunaan bahan tertentu, lebih baik jangan mengaplikasikan baking soda secara langsung ke kain.

Setelah aroma berkurang, tetap angin-anginkan pakaian hingga benar-benar kering dan segar sebelum dikenakan. Baking soda dapat membantu mengatasi aroma, tetapi bukan pengganti proses pencucian ketika pakaian memang sudah kotor atau terkena keringat dalam jumlah banyak.

4. Semprotkan Larutan Cuka yang Sangat Encer dengan Hati-Hati

Larutan Cuka Putih dan Air
Larutan Cuka Putih dan Air

Cuka putih dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap karena sifat asamnya dapat membantu menetralkan sejumlah bau. Namun, jika ingin menggunakannya pada pakaian tanpa mencuci ulang, jangan menyemprotkan cuka secara pekat langsung ke kain.

Buat larutan yang sangat encer dengan air, lalu gunakan sedikit pada area yang tidak terlalu terlihat terlebih dahulu untuk menguji apakah kain mengalami perubahan warna atau tekstur. Langkah pengujian ini penting terutama pada pakaian berwarna gelap, bermotif, atau berbahan sensitif.

Setelah larutan siap, semprotkan tipis dari jarak tertentu sehingga kain hanya sedikit terkena kabut cairan, bukan sampai basah. Pakaian kemudian perlu segera diangin-anginkan di tempat dengan sirkulasi udara baik.

Aroma cuka yang cukup khas biasanya akan berkurang ketika cairan menguap, sementara bau pengap dapat ikut berkurang. Jangan menggunakan metode ini pada bahan yang memiliki instruksi perawatan khusus atau pada pakaian yang mudah rusak akibat cairan tertentu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah cuka bukan solusi untuk semua jenis bau. Jika aroma apek muncul karena pakaian lembap terlalu lama, terkena jamur, atau menyimpan kotoran dalam serat kain, penyemprotan cuka saja tidak cukup untuk membersihkannya.

Jangan pula mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Gunakan cuka secara terpisah dan secukupnya, serta hentikan pemakaian jika kain menunjukkan perubahan warna atau kerusakan.

5. Manfaatkan Uap untuk Menyegarkan Pakaian

Gunakan Uap atau Steam Ringan
Selain membantu mengurangi bau parfum, cara ini dapat membuat pakaian terasa lebih fresh tanpa perlu dicuci ulang. [Dok/freepik.com]

Uap dapat menjadi pilihan ketika pakaian harus segera digunakan dan Anda memiliki steamer pakaian. Arahkan uap pada permukaan pakaian secara merata sambil menggantungnya dengan hanger.

Uap hangat dapat membantu menyegarkan kain sekaligus membuat beberapa jenis pakaian menjadi lebih rapi setelah lama tersimpan di lemari. Setelah proses selesai, pakaian harus digantung hingga benar-benar kering dan tidak lagi terasa lembap sebelum digunakan atau dimasukkan kembali ke lemari.

Saat menggunakan steamer, jangan menempelkan alat terlalu lama pada satu titik, terutama jika bahan pakaian tipis atau memiliki detail tertentu yang sensitif terhadap panas. Selalu perhatikan petunjuk perawatan pada label pakaian karena tidak semua bahan cocok terkena panas dan uap.

Pakaian dengan aksesori tertentu, lapisan khusus, atau material yang sensitif mungkin memerlukan penanganan berbeda. Jika tidak yakin, lakukan pada area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu.

Setelah dikukus, jangan langsung menyimpan pakaian di dalam lemari. Biarkan pakaian tergantung selama beberapa waktu agar sisa kelembapan menguap. Buka pintu atau jendela jika diperlukan untuk meningkatkan sirkulasi udara di sekitar pakaian.

Metode ini lebih tepat digunakan untuk menyegarkan pakaian yang masih relatif bersih dan hanya berbau pengap ringan. Jika bau tetap kuat setelah diberi uap, sebaiknya pakaian dicuci sesuai petunjuk perawatannya.

6. Gunakan Arang Aktif untuk Menyerap Aroma Pengap

Manfaat Arang Aktif
Manfaat Arang Aktif (Photo by Adrien Olichon on Unsplash)

Arang aktif dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bau di sekitar pakaian. Caranya cukup sederhana, yaitu masukkan arang aktif ke dalam kantong kain atau wadah yang memiliki sirkulasi udara, kemudian letakkan di dekat pakaian yang berbau apek.

Pakaian sebaiknya digantung dan tidak ditumpuk agar udara dapat bergerak dengan lebih leluasa. Metode ini sangat cocok untuk membantu mengurangi aroma pengap pada pakaian yang baru dikeluarkan dari lemari.

Keunggulan cara ini adalah arang aktif tidak perlu bersentuhan langsung dengan kain. Hal tersebut membantu mengurangi risiko residu atau noda hitam berpindah ke pakaian.

Selain digunakan saat menyegarkan baju, arang aktif juga dapat ditempatkan di dalam lemari sebagai salah satu upaya membantu mengendalikan bau dan kelembapan. Namun, arang aktif tidak membuat pakaian menjadi bersih dari kotoran atau mikroorganisme, sehingga fungsinya lebih tepat sebagai pendukung untuk mengurangi aroma.

Agar hasilnya lebih optimal, jangan hanya mengandalkan arang aktif jika sumber masalah berada di dalam lemari. Periksa apakah lemari terlalu lembap, terlalu penuh, atau memiliki sirkulasi udara yang buruk.

Bersihkan bagian dalam lemari secara berkala dan beri ruang di antara pakaian agar udara dapat bergerak. Jika pakaian terus kembali berbau meskipun sudah diangin-anginkan dan menggunakan penyerap bau, masalah kemungkinan berasal dari kondisi penyimpanan dan perlu diperbaiki.

7. Gunakan Pewangi Pakaian atau Fabric Refresher Secukupnya

Contoh ilustrasi pewangi pakaian oplosan
Waspada pewangi pakaian oplosan mengintai di sekitar! (Foto: Pexels.com/Anna Shvets)

Fabric refresher atau pewangi khusus kain dapat menjadi solusi praktis ketika pakaian perlu segera digunakan dan hanya memiliki bau apek ringan. Pilih produk yang memang dirancang untuk digunakan pada kain, lalu semprotkan sesuai petunjuk pada label.

Jangan menyemprotkan terlalu banyak karena aroma pewangi yang berlebihan tidak benar-benar menghilangkan sumber bau dan justru dapat menghasilkan campuran aroma yang kurang nyaman. Setelah disemprot, gantung pakaian hingga kering dan terkena sirkulasi udara.

Sebelum menggunakan produk, perhatikan jenis kain dan petunjuk perawatan pakaian. Lakukan uji pada bagian tersembunyi jika Anda belum pernah menggunakan produk tersebut pada pakaian yang bersangkutan.

Hindari menyemprotkan produk secara berlebihan pada bahan yang sangat sensitif atau pakaian yang akan langsung bersentuhan dengan kulit jika tidak ada petunjuk penggunaan yang sesuai. Untuk pakaian anak-anak atau orang dengan kulit sensitif, pertimbangkan penggunaan produk yang formulanya memang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Perlu diingat, pewangi pakaian sebaiknya menjadi langkah penyegar sementara, bukan pengganti pencucian. Jika bau apek sangat kuat, pakaian terasa lembap, terdapat noda, atau sudah terkena keringat dan minyak tubuh, pencucian tetap diperlukan untuk membersihkan sumber bau.

Setelah pakaian kembali segar, simpan di lemari yang bersih dan kering, jangan terlalu penuh, serta pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat. Kebiasaan penyimpanan yang tepat akan membantu mencegah bau apek muncul kembali.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju Tanpa Dicuci Ulang

1. Apakah bau apek pada baju bisa dihilangkan tanpa dicuci ulang?

Bisa, terutama jika bau apek masih ringan dan pakaian sebenarnya masih bersih. Cara yang dapat dicoba antara lain mengangin-anginkan pakaian, menjemurnya, menggunakan steamer, atau memanfaatkan bahan penyerap bau seperti baking soda dan arang aktif. Namun, jika bau sangat kuat atau pakaian sudah terkena keringat dan kotoran, pencucian tetap diperlukan.

2. Apa cara tercepat menghilangkan bau apek pada baju tanpa dicuci?

Mengangin-anginkan pakaian di tempat dengan sirkulasi udara baik dapat menjadi salah satu cara paling praktis. Pakaian juga bisa diberi uap menggunakan steamer jika bahannya aman terkena panas. Setelah itu, gantung pakaian hingga benar-benar kering sebelum digunakan.

3. Apakah menjemur baju bisa menghilangkan bau apek?

Menjemur dapat membantu mengurangi bau apek dengan mengurangi kelembapan yang terperangkap di dalam kain dan memberikan sirkulasi udara yang lebih baik. Namun, durasi dan intensitas paparan matahari perlu disesuaikan dengan bahan serta warna pakaian agar tidak menyebabkan kain rusak atau warna memudar.

4. Apakah baking soda bisa digunakan untuk menghilangkan bau apek pada pakaian?

Baking soda dapat membantu menyerap dan mengurangi aroma tidak sedap. Untuk pakaian yang tidak dicuci ulang, lebih aman menempatkan baking soda dalam wadah terbuka di dekat pakaian yang sedang diangin-anginkan daripada menaburkannya langsung ke kain.

5. Apakah cuka aman untuk menghilangkan bau apek pada baju?

Cuka putih dapat membantu mengurangi bau, tetapi penggunaannya harus hati-hati dan tidak dalam kondisi pekat. Jika ingin mencoba, gunakan larutan yang sangat encer dan lakukan uji pada bagian kain yang tersembunyi terlebih dahulu. Jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya.

Rekomendasi