Beberapa hari terakhir, saling serang Israel-Iran yang kian memanas. Kedua negara ini saling serang satu sama lain dalam melumpuhkan 'aset' penting lawan.
Namun, saling serang jenis lain yang tidak disadari oleh banyak orang di balik serangan Israel-Iran. Hacker berhasil meretas sejumlah lembaga besar yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Israel.
Bahkan, dokumen-dokumen yang sangat sensitif pun berhasil dibongkar oleh sang Hacker. Dalam dokumen rahasia tersebut terungkap bahwa Israel merekrut pecatan polisi untuk jadi agen di Iran.
Mereka bahkan ditugaskan untuk membantu agen Mossad melakukan spionase. Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari akun X @aishaalsayed9, Senin (16/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Dokumen Rahasia Israel Dibobol Hacker
Sebelumnya, surat kabar melaporkan keterlibatan kelompok Hanthala Iran dalam beberapa operasi yang menargetkan perusahaan dan kementerian. Dari beberapa operasi tersebut di antaranya adalah membocorkan berkas terkait dengan Menteri Luar Negeri Israel, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gabi Ashkenazi dan Mossad.
Berkas-berkas ini diunggah secara publik selama beberapa jam sebelum akhirnya dihapus. Akan tetapi, sejumlah orang berhasil mengunduhnya terlebih dahulu.
Dijelaskan bahwa setiap berkas mengarah ke beberapa berkas lain yang terbagi antara korespondensi, laporan (Word dan PDF), dan media lainnya.
Namun, beberapa berkas berada di antara Kementerian Luar Negeri Israel dan Mossad Israel. Dengan memahami pola dan susunan berkas, ada berkas untuk setiap negara yang mereka anggap sebagai musuh. Termasuk Iran.
Advertisement
Berkas Serangan Darat Terhadap Tokoh Penting Iran
Sebuah berkas bernama 'Laporan Pemantauan Internasional' tertanggal 15 Desember 2023 berhasil mencuri perhatian. Pada berkas tersebut, berisikan segala hal terkait dengan agen yang melakukan serangan darat Israel terhadap para pemimpin Garda Revolusi Iran dan agen nuklir. Berkas itu juga berisikan segala hal yang berkaitan dengan fasilitas nuklir di sana.
"Iran terus mengembangkan reaktor nuklirnya di luar kerangka perdamaian yang disepakati, yang menimbulkan kekhawatiran di Dewan ini. Oleh karena itu, usulan baru telah diajukan. Kami akan bekerja untuk meningkatkan kehadiran agen di lapangan, dekat dengan mereka," tulis dalam dokumen yang telah diterjemahkan menggunakan bantuan AI.
"Namun perbedaannya kali ini adalah bahwa masalah tersebut tidak terbatas pada operasi pengawasan yang kami lakukan hingga laporan yang disimpan di arsip, tetapi juga penentuan target masa depan yang akan ditangani," lanjutnya.
Advertisement
Israel Rekrut Pecatan Polisi Jadi Agen di Iran Bantu Agen Mossad
Bukan hanya itu saja, dokumen rahasia tersebut juga mengatakan bahwa pelakunya adalah Mossad. Menariknya, ada yang berbeda di sini, di mana adanya penambahan polisi. Polisi-polisi ini bahkan bukanlah sosok sembarangan. Mereka merupakan pecatan polisi karena terlibat kasus di sana.
Alih-alih dibebas tugaskan, mereka justru direkrut kembali dan dilatih ulang untuk berada di samping agen yang telah berada di sana selama bertahun-tahun, Mossad. Dijelaskan bahwa mereka telah menugaskan ratusan pecatan polisi ke semua lembaga keamanan di sana dengan menggunakan undang-undang tahun 2001.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam dokumen rahasia yang telah dibocorkan oleh Hacker. "Orang-orang di lapangan di sana sudah ahli dan telah melakukan semua yang dibutuhkan selama periode sebelumnya. Namun dengan perkembangan terakhir, kita membutuhkan lebih banyak orang untuk melakukan tugas yang disebutkan di atas," isi dokumen rahasia tersebut.
"Oleh karena itu, Isaac mengusulkan untuk menggunakan undang-undang tersebut untuk merekrut kembali polisi yang dituduh melakukan kejahatan pelecehan. Karena keterampilan keamanan pada dasarnya sangat diperlukan saat ini, terutama dalam keadaan perang saat ini. Kami akan mengirimkan beberapa file petugas kepada Anda untuk diajukan kepada Dewan Tinggi dan memilih kandidat yang sesuai dari mereka," tutupnya.
Advertisement
Sejalan dengan Pengakuan Pejabat Israel
Menariknya, dokumen tersebut sejalan dengan pengakuan pejabat Israel. Dikutip Times of Israel, Sabtu (14/6/2025), seorang pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa negeri zionis menghabiskan waktu bertahun-tahun mempersiapkan operasi melawan program nuklir dan rudal Iran.
Hal itu termasuk membangun pangkalan pesawat tak berawak di dalam Iran dan menyelundupkan sistem senjata presisi dan pasukan komando ke negara itu.
Menurut pejabat tersebut, agen Mossad mendirikan pangkalan pesawat nirawak di wilayah Iran dekat Teheran. Pesawat nirawak tersebut diaktifkan pada malam hari serangan dilakukan untuk menyerang peluncur rudal permukaan-ke-permukaan milik Iran yang ditujukan ke Israel.
Advertisement
Operasi Intelijen Mossad ke Jantung Iran
Tak cuma itu, kendaraan yang membawa sistem persenjataan juga diselundupkan oleh para agen Mossad ke Iran. Sistem ini menghancurkan pertahanan udara Iran dan memberikan jet tempur Israel keleluasaan menyerang target-target di Iran.
Selain itu, upaya rahasia ketiga adalah pasukan komando Mossad menyebarkan rudal presisi di dekat lokasi antipesawat di Iran tengah. Operasi tersebut mengandalkan "pemikiran yang inovatif, perencanaan yang berani, dan operasi bedah dengan menggunakan teknologi canggih, pasukan khusus, dan agen yang beroperasi di jantung Iran sambil sepenuhnya menghindari pantauan intelijen setempat," kata pejabat tersebut.
Dalam rekaman video yang dirilis Mossad, tampak agen-agen Mossad berada di wilayah Iran. Video lain menunjukkan apa yang dikatakan badan tersebut sebagai serangan terhadap sistem pertahanan Iran, sementara video ketiga menunjukkan rudal jarak jauh Iran yang menjadi sasaran.
Advertisement
Dokumen Rahasia Pertama Soal Pemilihan Presiden Iran
Hacker ini juga mengunggah dua dokumen yang berkaitan dengan Iran dan program nuklirnya. Dokumen rahasia ini dikeluarkan pada tanggal 18 Juni 2013. Pada dokumen pertama, membahas soal pemilihan Presiden Iran.
Berikut isi dokumen pertama mengenai pemilihan Presiden di Iran:
- Hasil pemilihan presiden baru-baru ini mencerminkan ketidakpuasan rakyat Iran terhadap rezim mereka saat ini.
- Presiden baru saat itu (Rouhani) terpilih dari daftar kandidat yang disetujui oleh Khomeini, yang menolak kandidat lain yang pandangannya tidak sejalan dengan visi ideologisnya.
- Rouhani mengumumkan dukungannya terhadap pengembangan teknologi nuklir, mirip dengan apa yang telah dilakukan Pakistan dan Brasil, dengan harapan masyarakat internasional akan menerimanya.
- Ia memperingatkan bahwa masyarakat internasional tidak boleh disesatkan oleh retorika Iran dan harus mengurangi tekanan untuk menghentikan program nuklir.
- Program nuklir dijalankan oleh Pemimpin Tertinggi (Khomeini), bukan presiden.
- Ketakutan akan serangan pada tahun 2003 mendorong Iran untuk membekukan program nuklirnya untuk sementara waktu.
- Meningkatnya tekanan pada rezim tersebut meningkatkan peluang untuk menghentikan program nuklir.
- Iran akan dievaluasi setelah pemilu berdasarkan tindakannya di bidang nuklir, menekankan perlunya menghentikan program dengan cara apa pun
- Presiden terpilih tersebut menggambarkan Israel secara negatif dalam penampilan publik pertamanya.
Advertisement
Dokumen Rahasia Kedua Soal Program Nuklir
Pada dokumen rahasia kedua, berisikan mengenai program nuklir. Dokumen ini sendiri dikeluarkan pada 18 Juni 2023. Berikut isi dokumen rahasia kedua soal program nuklir:
- Ancaman Iran, Iran tidak boleh mempersenjatai diri dengan senjata nuklir.
- Partisipasi Iran dalam negosiasi dengan negara-negara besar dunia dipandang sebagai taktik menunda.
- Program senjata nuklir harus segera dihentikan, dengan menggabungkan ancaman militer dengan diplomasi.
- Posisi Israel, menurut Netanyahu, mengharuskan Iran menghentikan semua pengayaan, membuang uranium yang diperkaya, dan membongkar fasilitas rahasia Qom.
- Iran telah melewati "garis merah" yang ditetapkan oleh Netanyahu.
- Laporan menunjukkan bahwa Iran hampir mengembangkan reaktor plutonium baru, dengan peningkatan jumlah sentrifus dan perbaikan pada lokasi yang ada.