Cara Hitung Pesangon bagi Karyawan Terkena PHK Sesuai Undang-Undang Cipta Kerja

Berikut cara hitung pesangon bagi karyawan yang terkena PHK sesuai Undang-Undang Cipta Kerja.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Cara Hitung Pesangon bagi Karyawan Terkena PHK Sesuai Undang-Undang Cipta Kerja
Cara Hitung Pesangon bagi Karyawan Terkena PHK Sesuai Undang-Undang Cipta Kerja (Merdeka.com)

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah hal yang dihindari oleh setiap karyawan. Namun, jika PHK tak terelakkan, penting bagi karyawan untuk memahami hak-haknya, terutama terkait pesangon. Bagaimana cara hitung pesangon PHK karyawan yang benar? Apa saja komponen yang termasuk dalam perhitungan pesangon?

Di Indonesia, perhitungan pesangon diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya. Perhitungan pesangon ini kompleks dan bergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk masa kerja karyawan dan alasan PHK. Memahami komponen dan cara hitungnya akan membantu karyawan mendapatkan hak yang sesuai.

Artikel ini akan membahas secara detail cara menghitung pesangon PHK karyawan berdasarkan peraturan yang berlaku. Pembahasan meliputi komponen-komponen pesangon, faktor-faktor yang memengaruhi besaran pesangon, dan contoh perhitungan. Tujuannya agar karyawan lebih memahami hak-haknya saat terkena PHK.

Melansir dari berbagai sumber, Jumat (23/5), simak ulasan informasinya berikut ini.

Memahami Komponen Pesangon: UP, UPMK, dan UPH

Rupiah Melemah 14 Poin, Tembus Rp16.468 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terbatas di kisaran Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS seiring harapan atas perundingan tarif AS dan antisipasi data ekonomi penting AS pekan ini. © 2025 Antaranews

Pesangon terdiri dari tiga komponen utama yang perlu dipahami:

  1. Uang Pesangon (UP): Kompensasi utama berdasarkan masa kerja.
  2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK): Penghargaan atas loyalitas dan masa kerja.
  3. Uang Penggantian Hak (UPH): Kompensasi hak yang belum terpenuhi (sisa cuti, dll.).

Masing-masing komponen memiliki dasar perhitungan yang berbeda. Uang Pesangon (UP) dihitung berdasarkan masa kerja karyawan. Semakin lama masa kerja, semakin besar Uang Pesangon yang diterima. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian karyawan selama bekerja di perusahaan. Sementara, Uang Penggantian Hak (UPH) merupakan penggantian hak-hak karyawan yang belum sempat dinikmati selama masa kerja.

Perlu dicatat bahwa Undang-Undang Cipta Kerja membawa perubahan dalam perhitungan pesangon. Oleh karena itu, penting untuk merujuk pada peraturan pemerintah terbaru agar perhitungan pesangon sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada hak yang terlewatkan karena kurangnya informasi.

Faktor Penentu Besaran Pesangon: Masa Kerja dan Alasan PHK

Besaran pesangon dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  1. Masa Kerja: Semakin lama masa kerja, semakin besar pesangon.
  2. Alasan PHK: Alasan PHK memengaruhi besaran pesangon yang diterima.

Alasan PHK sangat menentukan besaran pesangon yang akan diterima karyawan. PHK karena alasan perusahaan (efisiensi, kerugian, penutupan) umumnya memberikan pesangon yang lebih besar dibandingkan PHK karena kesalahan karyawan. PHK karena keadaan memaksa (bencana alam) juga memiliki ketentuan tersendiri terkait pesangon.

Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk memahami alasan PHK yang diberikan oleh perusahaan. Jika karyawan merasa alasan PHK tidak sesuai atau tidak adil, karyawan berhak untuk mengajukan keberatan atau melakukan upaya hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Karyawan Tetap vs. Karyawan Tidak Tetap: Adakah Perbedaan Hak Pesangon?

Rupiah Melemah 10 Poin, Tembus Rp16.546 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 10 poin pada Kamis pagi, menjadi Rp16.546 per dolar AS, disebabkan beberapa faktor ekonomi global. Planet Merdeka

Status karyawan (tetap atau tidak tetap) memengaruhi hak pesangon. Karyawan tetap umumnya memiliki hak pesangon yang lebih komprehensif dibandingkan karyawan tidak tetap. Hal ini karena karyawan tetap memiliki ikatan kerja yang lebih kuat dengan perusahaan.

Karyawan tidak tetap (kontrak) umumnya tidak berhak atas pesangon jika kontrak berakhir sesuai dengan perjanjian. Namun, jika PHK dilakukan sebelum kontrak berakhir, karyawan kontrak berhak atas kompensasi. Besaran kompensasi ini diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

Penting bagi karyawan untuk memahami status kepegawaiannya dan hak-hak yang melekat padanya. Hal ini akan membantu karyawan untuk memperjuangkan hak-haknya jika terjadi PHK.

Hak Pesangon: Apa Saja yang Harus Didapatkan Karyawan?

Karyawan yang terkena PHK berhak mendapatkan beberapa jenis kompensasi, di antaranya:

  1. Uang Pesangon (UP)
  2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
  3. Uang Penggantian Hak (UPH)
  4. Kompensasi lain sesuai perjanjian kerja atau peraturan perusahaan

Selain kompensasi di atas, karyawan juga berhak mendapatkan surat keterangan kerja dan jaminan sosial (jika terdaftar). Surat keterangan kerja penting untuk memudahkan karyawan mencari pekerjaan baru. Jaminan sosial dapat membantu karyawan memenuhi kebutuhan hidup selama masa transisi.

Pastikan karyawan memahami hak-haknya dan menuntut hak tersebut kepada perusahaan. Jika perusahaan tidak memenuhi kewajibannya, karyawan dapat melaporkan perusahaan kepada instansi terkait.

Syarat Karyawan Mendapatkan Pesangon

Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas di Tengah Kekhawatiran Defisit Fiskal AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pagi ini melemah 38 poin, mencapai Rp16.845 per dolar AS, disebabkan beberapa faktor ekonomi global. Planet Merdeka

Tidak semua karyawan yang di-PHK berhak mendapatkan pesangon. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar karyawan berhak atas pesangon:

  1. PHK bukan karena kesalahan berat karyawan
  2. Masa kerja minimal sesuai ketentuan
  3. PHK sesuai dengan prosedur yang berlaku

Kesalahan berat yang dapat menggugurkan hak pesangon meliputi tindakan kriminal, pelanggaran berat terhadap peraturan perusahaan, atau tindakan lain yang merugikan perusahaan. Masa kerja minimal untuk mendapatkan pesangon bervariasi tergantung pada peraturan perusahaan atau perjanjian kerja.

Prosedur PHK juga harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan harus memberikan surat pemberitahuan PHK kepada karyawan dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memberikan tanggapan. Jika prosedur PHK tidak sesuai, karyawan berhak mengajukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial.

Cara Hitung Pesangon Sesuai UU Cipta Kerja

Cara hitung pesangon sesuai UU Cipta Kerja cukup kompleks. Berikut adalah contoh perhitungan sederhana:

Misalkan seorang karyawan dengan masa kerja 5 tahun di-PHK karena alasan efisiensi. Sesuai UU Cipta Kerja, karyawan tersebut berhak mendapatkan:

  1. Uang Pesangon: 4 bulan upah
  2. Uang Penghargaan Masa Kerja: 2 bulan upah
  3. Uang Penggantian Hak: Sisa cuti tahunan yang belum diambil

Jika upah karyawan tersebut adalah Rp 5.000.000 per bulan, maka total pesangon yang diterima adalah:

  1. Uang Pesangon: 4 x Rp 5.000.000 = Rp 20.000.000
  2. Uang Penghargaan Masa Kerja: 2 x Rp 5.000.000 = Rp 10.000.000
  3. Uang Penggantian Hak: (tergantung sisa cuti)

Total: Rp 30.000.000 + Uang Penggantian Hak

Perlu diingat bahwa contoh ini hanyalah simulasi sederhana. Perhitungan pesangon yang sebenarnya dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor lain.

Pentingnya Konsultasi dengan Ahli Hukum Ketenagakerjaan

Perhitungan pesangon bisa menjadi rumit dan membingungkan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli hukum ketenagakerjaan atau instansi terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan atau Dinas Tenaga Kerja setempat.

Ahli hukum ketenagakerjaan dapat membantu karyawan memahami hak-haknya dan memastikan bahwa perhitungan pesangon sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mereka juga dapat membantu karyawan dalam proses negosiasi dengan perusahaan jika ada perselisihan terkait pesangon.

Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika Anda merasa kesulitan memahami atau menghitung pesangon Anda. Memahami hak-hak Anda adalah langkah penting untuk mendapatkan kompensasi yang adil.

Rekomendasi