Tangis pilu dirasakan oleh seorang ibu asal Palestina yang selama 1,5 tahun kehilangan putranya tanpa kabar usai serangan Israel menyerang rumahnya di Gaza.
Harapannya untuk kembali bertemu putranya pun pupus tatkala ia melihat sang anak sudah menjadi tulang belulang di tengah reruntuhan rumahnya.
Melansir dari akun X @nowgnna, Selasa (25/3) wanita malang tersebut terlihat menangis sembari memeluk jenazah anaknya yang hanya tersisa rangka tengkorak.
Ia hanya bisa memandang putranya itu dengan tatapan penuh kepedihan dan putus asa.
"Seorang ibu memeluk jenazah putranya di Gaza setelah lebih dari satu setengah tahun mencarinya di bawah reruntuhan rumahnya, yang dibom oleh teroris Israel. Adegan ini menggambarkan rasa sakit dan penderitaan ibu-ibu Palestina yang terus mencari anak-anak mereka di tengah agresi dan pengungsian paksa yang sedang berlangsung," tulis unggahan.
أم تحتضن رفات ابنها في غزة بعد أكثر من عام ونصف من البحث عنه تحت أنقاض منزلها، الذي تعرض للقصف الصهيوني الإرهابي.
— غزة الآن - Gaza Now (@nowgnna) March 23, 2025
هذا المشهد يختصر ألم ومعاناة الأمهات الفلسطينيات اللاتي يواصلن البحث عن فلذات أكبادهن في ظل العدوان والتهجير القسري. pic.twitter.com/YznNan5aYg
Advertisement
Serangan Brutal Israel
Israel terus melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza setelah kesepakatan gencatan senjata tahap pertama sejak Januari 2024 berakhir.
Akibat serangan masif tersebut, tercatat ada 730 warga Palestina tewas menurut Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin (24/3) kemarin. Dalam 24 jam terakhir, serangan Israel juga mengakibatkan 57 orang tewas.
Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya ada 1.367 warga Palestina yang terluka akibat insiden ini. Selain itu, sejak invasi pertama Israel pada 7 Oktober 2023 total korban tewas mencapai 50.082 jiwa.
Advertisement
Israel Serang Rumah Sakit di Gaza
Israel kembali menargetkan sebuah rumah sakit di Jalur Gaza pada Minggu (23/3) waktu setempat. Serangan tersebut menghantam departemen bedah di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza.
Akibat serangan udara pasukan zionis, tercatat ada 5 orang yang menjadi korban tewas yang salah satunya adalah tokoh politik Hamas.
Dalam keterangan terpisah, Hamas membenarkan adanya anggota mereka yang bernama Ismail Barhoum menjadi korban tewas.
Mengutip dari Reuters, Selasa (25/3) Israel menganggap serangan tersebut menargetkan tokoh kunci Hamas itu yang dianggap menguasai Jalur Gaza.
Militer Israel menjelaskan bahwa serangan tersebut berdasarkan informasi dari intelijen mereka dan memakai amunisi yang tepat untuk meminimalkan kerusakan di area tersebut.