Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Jawa Barat VII Rieke Dyah Pitaloka menyoroti kinerja Menteri Perdagangan Budi Santoso. Rieke secara langsung mencecar Mendag dalam rapat kerja DPR RI bersama Kementerian Perdagangan beserta Dirut Perum Bulog.
Sosok politikus Fraksi PDIP itu membongkar fenomena penjualan minyakita yang menurutnya tak sesuai dengan aturan. Dalam catatan DPR RI, minyakita sejatinya tak boleh diperjualbelikan di online.
Namun nyatanya, Rieke kala itu dapat dengan mudah menemukan produk minyakita di berbagai platform penjualan online. Seperti apa momennya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Selasa (4/3).
Advertisement
Komisi VI DPR rapat kerja dengan Menteri Perdagangan dan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 3 Maret 2024. Rapat terkait harga komoditas dan kesiapan Kementerian Perdagangan serta pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2025.
Anggota Komisi VI PDIP Rieke Dyah Pitaloka menyoroti soal distribusi Minyak Kita yang seharusnya dijual secara offline bukan online. Peraturan tersebut secara nyata diingat Rieke mulai berlaku sejak Dirjen Kemendag masih dijabat oleh Isy Karim.
“Dan pada tahap Februari tahun 2023 ya ini Kemendag Dirjennya Pak Isy ya, (dia) sudah mengatakan tidak boleh dijual minyak kita itu di platform online,” ungkapnya.
Tak ingin bak omong kosong, eks selebritis yang dikenal melalui perannya sebagai ‘Oneng’ dalam serial Bajaj Bajuri itu langsung beraksi. Dengan ponsel pribadinya, Rieke langsung mencoba menunjukkan bukti nyata.
Siapa sangka dalam waktu singkat pencarian Rieke di salah satu platform penjualan online, dia dapat dengan mudah menemukan produk minyakita dijual. Bahkan Rieke langsung menunjukan bukti tersebut di depan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
“Mari bapak, kita lihat sekarang ya. Karena nantinya saya takut dibilang ghibah gitu ya, bulan Ramadhan enggak baik. (Cari) jual minyak kita. Nah nih, bapak bisa lihat pak, ini dijual online pak. Kan enggak boleh. Harusnya di pasar tradisional begitu setidaknya, di supermarket dan sebagainya itu kan enggak boleh. Ini kan terang benderang, enggak usah cari-cari informasi lagi,” tegasnya.
Selain menyoroti soal penjualan minyakita secara online yang sebenarnya tidak sesuai aturan, Rieke juga turut memberi perhatian soal penyerapan gabah petani. Ia mewanti-wanti agar anggaran penugasan bulog soal penyerapan gabah petani.
Rieke khawatir akan terjadi masalah jika anggaran tersebut tidak diturunkan. Rieke mengaku mendukung Presiden Prabowo serius menggurus swasembada pangan. Sehingga Bulog menjadi salah satu entitas penting dalam program tersebut.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso serta Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI Novi Helmy Prasetya diketahui turut mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI tentang stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2025. Raker berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/3) lalu dan dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini.
Pada raker tersebut, Komisi VI DPR RI mendorong Kementerian Perdagangan dan Bulog agar mempersiapkan strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga bapok. Dalam hal ini, strategi tersebut agar tidak hanya untuk momentum Ramadan dan Lebaran.