Penampakan Situs Patakan, Candi Tertua di Lamongan Peninggalan Airlangga pada Abad XI

Situs Patakan adalah sebuah candi peninggalan masa Kerajaan Airlangga pada abad ke-11. Situs ini tidak lepas dari prasasti patakan yang berisi pemberian sima kepada masyarakat Desa Patakan.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Penampakan Situs Patakan, Candi Tertua di Lamongan Peninggalan Airlangga pada Abad XI
Penampakan Situs Patakan, Candi Tertua di Lamongan Peninggalan Raja Airlangga pada Ab. ©2023 Merdeka.com/jatimprov.go.id

Eksistensi Raja Airlangga di Lamongan tidak pernah ada habisnya. Salah satunya adalah peninggalannya berupa situs yang berada di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Situs ini diketahui sebagai salah satu peninggalan Raja Airlangga dab diyakini sebagai bangunan keagamaan yang dipakai pada masa abad ke-11.

Seperti apa penampakan situs tersebut dan bagaimana sejarahnya? Simak ulasannya sebagai berikut.

Lamongan memiliki situs candi yang berstatus sebagai candi terbesar. Situs ini terletak di Dusun Montor, Desa Patakan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Situs yang berupa reruntuhan ini ditemukan di tanah milik Perhutani yang berbatasan langsung dengan lahan milik penduduk. Di sekitar lokasi situs ini merupakan lahan milik penduduk setempat.

Sebelum ditemukan, masyarakat mengenal situs ini dan menyebutnya dengan sebutan goa. Sebab, situs Patakan sebelum dilakukan ekskavasi hanya berupa gundukan tanah yang ditumbuhi oleh pepohonan.

Situs yang diyakini sebagai tempat belajar agama ini merupakan bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga dari Kerajaan Medang Kahuripan dan terpelihara sampai Kerajaan Majapahit.

Pada reruntuhan situs Patakan, tidak ditemukan angka tahun yang dapat mengindikasikan kapan situs ini dibuat. Namun sejarawan menilai bahwa situs ini memiliki hubungan dengan Prasasti Patakan yang saat ini disimpan di Museum Nasional.

Prasasti Patakan adalah sebuah prasasti yang berisi pemberian status sima atau bebas pajak kepada desa Patakan karena bertugas memelihara bangunan suci Sahyang Patahuan.

Situs Patakan setelah dilakukan ekskavasi sudah mulai memunculkan struktur bangunan yang semakin indah.

Mengutip dari laman Jatimprov, Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan mengatakan bahwa situs ini kemungkinan besar adalah sebuah wihara yang merupakan tempat pendidikan bagi calon biksu dari seluruh Jawa.

Bahkan, di situs ini kemungkinan besar juga dipakai oleh Raja Airlangga untuk mempelajari ilmu agama.

Rekomendasi