Bukti peninggalan sejarah Indonesia dari masa kerajaan sampai zaman penjajahan masih tersimpan di museum-museum Belanda.
Salah satunya tongkat dan gelas milik Teuku Umar. Teuku Umar merupakan sosok pahlawan Nasional yang melakukan perlawanan kepada Belanda dengan melakukan perang gerilya.
Teuku Umar adalah pahlawan dari Aceh yang terkenal dengan strategi perangnya yaitu berpura-pura berada di pihak Belanda untuk memperoleh senjata kemudian dipakai untuk memerangi balik. Berikut adalah ulasannya.
Advertisement
Tongkat Teuku Umar di Museum Belanda
Sebuah video yang diunggah oleh akun Tiktok @narasi.nara memperlihatkan sebuah tongkat yang sedang dipajang di museum di negeri Belanda.
Tongkat itu adalah tongkat milik Teuku Umar. Tongkat tersebut terlihat terbuat dari kayu, berbentuk runcing ke bawah dan terdapat beberapa ukiran di bagian atasnya.
“Tongkat jalan Pahlawan Nasional Teuku Umar di Belanda. Pejuang yang memimpin perang perlawanan rakyat Aceh melawan Belanda,” tulis keterangan di video.
Advertisement
Gelas Milik Teuku Umar
Tidak hanya tongkat, di museum tersebut juga tersimpan sebuah gelas milik Teuku Umar yang dipajang dengan rapi dan dilindungi dengan kaca transparan.
Gelas tersebut terlihat seperti sebuah gelas pada umumnya. Terbuat dari kaca bening dan memiliki ukiran-ukiran khas zaman dahulu.
“Pejuang Aceh adalah gerilyawan sejati yang paling gigih dan tidak takut mati membela tanah air. Melihat tongkat dan gelas milik pemimpin pejuang Aceh Teuku Umar di Belanda,” tulis keterangan video.
Advertisement
Sosok Teuku Umar
Teuku Umar adalah pejuang asal Aceh yang memimpin pasukannya untuk bergerak melawan Belanda. Dia terkenal dengan strateginya yaitu perang gerilya.
Teuku Umar mulai ikut Perang Aceh pada tahun 1873 ketika berusia 19 tahun. Pada saat itu juga, Teuku Umar diangkat menjadi gampong atau kepala desa di daerahnya yaitu Daya Meulaboh.
Teuku Umar pahlawan Nasional yang kini namanya dipakai untuk menamai jalan-jalan di seluruh Indonesia. Selain itu, namanya juga dipakai di salah satu kapal perang TNI AL.
Advertisement
Strategi Teuku Umar
Teuku Umar sangat cerdik dalam mengatur strategi ketika melakukan serangan terhadap Belanda. Selain terkenal dengan strategi gerilya, dia juga menerapkan taktik penyerahan diri.
Teuku Umar melakukan strategi yaitu berpura-pura tunduk dan menjadi antek Belanda. Hal itu membuat Belanda berkenan untuk damai dengan Teuku Umar.
Momen itu digunakan untuk mengambil sebanyak-banyaknya senjata dari pasukan Belanda untuk kemudian dia pakai menyerang kembali Belanda bersama dengan pasukannya.