Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA pada tahun 2011-2016.
Hingga kini, keberadaan Nurhadi bahkan masih belum diketahui. Dia juga sudah ditetapkan menjadi buronan. Penelusuran coba dilakukan ke rumahnya di kawasan Jakarta Selatan. Berikut potret rumah megah milik Nurhadi:
Advertisement
Tersangka Kasus Suap
Nurhadi diketahui menerima suap dan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp46 miliar. Adapun perkara yang memberikan suap kepada Nurhadi diantaranya kasus perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan gratifikasi sejumlah perkara di pengadilan.
Advertisement
Keberadaannya Masih Belum Diketahui
Saat ini, keberadaan Nurhadi masih belum diketahui. KPK bahkan memasukkan Nurhadi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"KPK terbitkan DPO dan surat perintah penangkapan untuk Nurhadi dan kawan-kawan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (13/2) malam.
Penerbitan surat DPO dilakukan oleh KPK karena sebelumnya telah memanggil para tersangka secara resmi, hanya saja ketiganya tidak hadir untuk memenuhi panggilan.
Advertisement
Rumah Mewah di Jakarta Selatan
Kediaman Nurhadi terletak di kawasan Hang Lekir, Jakarta Selatan. Rumah Nurhadi juga nampak besar dan megah dengan konsep industrial.
Sebagai salah satu list dalam DPO, kediaman Nurhadi tentu saja menjadi sorotan. Belakangan diketahui Maqdir Ismail selaku pengacara Nurhadi mengaku geram kliennya dimasukkan ke dalam DPO. Maqdir mengatakan, seharusnya KPK dapat memeriksa terlebih dahulu kinerja penyidiknya terkait patut tidaknya langkah DPO terhadap mantan sekretaris MA tersebut.
Advertisement
Rumah yang cukup Besar
Rumah milik Nurhadi ini terlihat cukup besar dengan bangunan yang tampak memanjang dengan dikelilingi pagar setinggi kurang lebih dua meter. Posisi rumahnya terletak persis di Jalan Hang Lekir VIII dan Hang Lekir V serta memiliki dua nomor rumah.
Advertisement
Rumah Tampak Sepi
Ditumbuhi banyak pepohonan dan tanaman hijau, membuat rumah ini nampak asri. Hanya saja, jika dilihat dari luar kediaman Nurhadi nampak sangat sepi.
Advertisement
Ada Aktivitas di Dalam Rumah
Meski terlihat sangat sepi, terdengar suara dari dalam yang menunjukkan adanya aktivitas.
Sementara, terlihat juga tempat sampah di sekitar rumah tersebut yang terlihat digunakan dan menunjukkan ada aktifitas dari dalam rumah.
Advertisement
Rumah tanpa Penjagaan
Selama proses penelusuran, tidak terlihat adanya penjagaan oleh keamanan di sekitar rumah Nurhadi. Keadaan juga berjalan normal seperti biasa.
Advertisement
Pihak Kepolisian Bantu KPK
Dalam penerbitan surat Daftar Pencarian Orang (DPO), KPK juga mengirimkan surat pada Kapolri untuk meminta bantuan pencarian dan penangkapan terhadap para tersangka pada Selasa, (11/2).
"Ya sudah ada surat ke Mabes Polri ya," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (17/2).
Argo juga menambahkan polisi akan bergerak profesional sebagaimana upaya pencarian buronan lainnya.