Buntut panjang kasus penyelundupan yang dilakukan mantan Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara belum usai. Pengacara kondang, Hotman Paris mengungkapkan aduan pramugari Garuda yang di-grounded (dilarang terbang) lewat video pendek, Minggu (22/12).
Dalam video tersebut, Hotman menyebut alasan grounded yang diberikan ke pramugari tidak jelas. Video pendek tersebut langsung ia tujukan ke Menteri BUMN, Erick Thohir.
Hotman yang dikenal aktif di Instagram, kembali memberikan informasi terkini soal pengaduan grounded yang dialami pramugari dan awak kabin Garuda Indonesia.
Berikut kabar terbaru kasus grounded awak kabin Garuda Indonesia yang dilaporkan Hotman Paris ke Erick Thohir.
Advertisement
Video Viral Hotman Paris
Kasus penyelundupan motor mewah Harley Davidson dan sepeda Brompton bagai puncak gunung es, yang akhirnya meleleh dan membuka kasus-kasus lain di bawahnya.
Hotman Paris yang dikenal dekat dengan pramugari, membeberkan keluhan dari para pramugari Garuda yang di-grounded hanya karena membagikan foto seorang perempuan 'before dan after' operasi plastik.
"Hanya karena pramugari tersebut mem-forward foto-foto dari cewek pramugari yang katanya dekat dengan pimpinan Garuda, yaitu foto-foto before and after oplas, ya hanya karena itu," ungkap Hotman, Minggu (22/12).
Advertisement
Derita Awak Kabin Garuda Indonesia
Setelah terkuaknya kasus penyelundupan tersebut, awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) buka suara soal penyelewengan lain di dalam internal maskapai plat merah tersebut.
Tidak hanya masalah grounded saja, tak sedikit kebijakan yang dibuat Ari Askhara merugikan awak kabin. Alasan yang diberikan ketika memberi kebijakan pun dianggap tidak jelas."Prosedur seharusnya terbuka dan transparan, ada di PKS, ada perjanjian khusus, kalau tidak ada berarti aturan sepihak yang dibuat mereka," jelas Ketua Umum IKAGI, Zaenal Mutaqin, Senin (9/12).
Advertisement
Erick Thohir Tindak Lanjuti Aduan Hotman Paris
Tak berselang lama setelah video aduan Hotman Paris diunggah dan viral, Menteri BUMN Erick Thohir menghubungi Hotman lewat pesan WhatsApp (WA). Keesokan harinya, Senin (23/12), Hotman Paris kembali mengunggah video terkait tindak lanjut Erick Thohir.
"Tadi malam, Menteri BUMN, sahabat gue, Erick Thohir, WA gue, minta nama pramugari Garuda yang di-grounded satu bulan, hanya gara-gara menshare foto cewe yang katanya dekat sama oknum pimpinan Garuda," ujar Hotman di video singkatnya. Hotman Paris juga mengimbau para pramugari yang mengalami hal serupa untuk segera melaporkan ke Menteri Erick Thohir agar segera ditindak lanjuti.
Advertisement
Nasib Pramugari yang Di-grounded Kini
Setelah mendapat balasan dari Menteri BUMN, Erick Thohir, Hotman Paris kembali mengunggah video terbaru untuk menginformasikan kabar terkini pramugari yang di-grounded.
"Barusan saya dapat WA dari banyak pramugari Garuda, katanya berkat video viral saya, pramugari Garuda yang di-grounded gara-gara share foto wanita before dan after KW-KW sesudah dioplas, akhirnya sudah diaktifkan kembali sebagai pramugari," ungkap Hotman Paris.Di video yang diunggah Senin (23/12) tersebut, Hotman Paris tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir atas tindak lanjutnya terhadap kasus penyelewengan kebijakan ini.
Advertisement
Hotman Ucapkan Terima Kasih ke Erick Thohir
Hotman Paris mengunggah dua video, satu video mengabarkan perkembangan aduan grounded pramugari dan ucapan terima kasih kepada Erick Thohir.
"Terima kasih kepada sahabat saya, Menteri BUMN, Erick Thohir, pramugari Garuda yang di-grounded karena men-share foto cewek-cewek yang dekat dengan bos, telah dicabut grounded-nya," ucap Hotman dengan gaya khasnya. Hotman Paris juga berharap, agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, karena merugikan banyak pihak.
Advertisement
Usulan Hotman Terkait Kilang Minyak
Selain memberikan informasi terbaru soal grounded pramugari yang tidak transparan, Hotman juga memberikan usulan penting kepada Erick Thohir terkait kilang minyak.
"Satu lagi pak Menteri, sampai hari ini, kita belum mempunyai pabrik atau kilang minyak yang bisa mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi. Sampai sekarang, kita menggali minyak mentah, kita kirim ke luar negeri, dan akhirnya apa? terlalu banyak siluman-siluman, komisi-komisi per barel, kebocoran di mana-mana," usul Hotman Paris.