Dandim Ceritakan Kisah Ibu Tolak Anak Disandera KKB, Berakhir Dibuang ke Jurang

Berdasarkan informasi masyarakat, kelompok yang membawa paksa sembilan warga sipil itu berjumlah sekitar 15 orang.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dandim Ceritakan Kisah Ibu Tolak Anak Disandera KKB, Berakhir Dibuang ke Jurang
Ilustrasi kelompok kriminal bersenjata KKB Papua. Ilustrasi: Kriminologi

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda menceritakan kisah dua ibu yang berusaha mempertahankan anak mereka agar tidak dibawa paksa kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Penolakan itu berujung tragis. Seorang ibu ditembak hingga tewas, sedangkan ibu lainnya didorong ke jurang hingga mengalami patah tulang kaki.

ibu yang ditembak bernama Neregingget Magai (48). Sementara itu, ibu yang didorong ke jurang bernama Inkolung Aim dan masih menjalani perawatan di Jila.

Jozanda mengatakan kedua ibu tersebut menolak ketika kelompok bersenjata membawa paksa anak-anak mereka pada Senin (17/8/2026). Berdasarkan informasi masyarakat, kelompok yang membawa paksa sembilan warga sipil itu berjumlah sekitar 15 orang.

Sembilan warga yang dibawa paksa tersebut terdiri atas anak-anak, remaja perempuan, dan seorang perempuan yang sedang hamil muda. Mereka yakni Nemerina Wamang (17), Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Meswaro (kelas III SD), Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).

"Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki," ujar Jozanda.

Ibu yang ditembak hingga tewas diketahui bernama Neregingget Magai (48). Sementara itu, ibu yang didorong ke jurang bernama Inkolung Aim dan masih menjalani perawatan di Jila.

"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," ujarnya.

 

TNI Buru KKB Penyandera Warga

Jozanda mengatakan TNI telah mengerahkan personel untuk mengejar kelompok bersenjata tersebut dan menyelamatkan sembilan warga yang dibawa paksa.

"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," ujarnya.

Jozanda mengecam tindakan kelompok bersenjata tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi.

Saat ini, situasi di Distrik Jila berangsur kondusif. Namun, akses transportasi udara menuju wilayah tersebut masih belum dapat dilakukan.

Rekomendasi