Nasib Pedih Gadis Cilik Rela Asuh & Gendong Adik ke Sekolah, Ibu Wafat Usai Berjuang dari Penyakit Kanker

Di usianya yang masih kecil, dia harus merawat sang adik lantaran ibu telah wafat.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Nasib Pedih Gadis Cilik Rela Asuh & Gendong Adik ke Sekolah, Ibu Wafat Usai Berjuang dari Penyakit Kanker
Nasib Pedih Gadis Cilik Rela Asuh & Gendong Adik ke Sekolah, Ibu Wafat Usai Berjuang dari Penyakit Kanker (Merdeka.com)

Gadis cilik asal Sinjai Barat menuai air mata. Dia memikul beban begitu berat.

Di usianya yang masih kecil, dia harus merawat sang adik lantaran ibu telah wafat. Sehari-hari, bahkan dia rela membawa sang adik ke sekolah.

Seperti apa ceritanya? Berikut ulasan selengkapnya. 

Cerita tersebut selayaknya yang terungkap dalam sebuah video singkat unggahan akun Instagram @undercover.id. Dalam video, gadis cilik bernama Nuraeni terlihat belajar di dalam kelas.

Namun dia belajar sembari menggendong sang adik agar terlelap. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ternyata hal tersebut dilakukannya lantaran keduanya tak lagi memiliki sosok ibu. 

Sang ibu diketahui berpulang usai menderita kanker tepat empat bulan yang lalu.

"Nuraeni terpaksa harus membawa adiknya ke sekolah semenjak ibunya tiada dikarenakan penyakit kanker empat bulan yang lalu," demikian dikutip dari keterangan video.
Dok. Istimewa

Nuraeni yang bersekolah di MI Maddakko ternyata bukan kali ini saja harus rela berbagi masa depan.

Sebelum sang ibunda wafat, Nuraeni lah yang setiap hari merawat keluarga di usianya yang masih begitu kecil.

"Namun sewaktu ibunya masih hidup, Nuraeni lah yang selalu merawat ibu dan adiknya sendiri," demikian dikutip dari keterangan video. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Karena kini harus mengasuh sang adik, Nuraeni harus berlapang dada saat menatap teman-temannya bermain. Dia tak bisa berbuat banyak kecuali menemani sang adik bermain atau bahkan membuatnya terlelap. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Terkadang bila waktu bermain, dia tidak bisa ikut karena harus mengurus adiknya," demikian dikutip dari keterangan video.

Kisah pilu milik bocah di Desa Barania, Sinjai Barat, Sinjai, Sulawesi Selatan itu turut menuai air mata haru dari publik.

Tak sedikit yang lantas memberi dukungan berupa doa mendalam bagi Nuraeni maupun sang adik di masa mendatang.

Rekomendasi