Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai potensi banjir yang bisa mencapai Monas jika tanggul di Jakarta Utara jebol, kembali menjadi perbincangan hangat. Kreator konten edukasi , Alif Towew, mencoba membedah pernyataan tersebut menggunakan pendekatan matematika tingkat tinggi untuk menguji kebenarannya secara ilmiah.
Dengan jarak sekitar 8,6 Km dari tanggul pantai menuju Monas, Alif menghitung seberapa cepat air merambat dan berapa ketinggian banjir yang mungkin terjadi di jantung ibu kota tersebut.
Dalam penjelasannya, Alif menggunakan Shallow Water Equation (SWE) satu dimensi. Alasan penggunaan model ini adalah karena ketinggian tanggul jauh lebih kecil dibandingkan lebar lautan yang sangat luas. Dengan mengubah Persamaan Diferensial Parsial (PDP) menjadi Persamaan Diferensial Biasa (PDB), ia menemukan rumus kecepatan maksimum air sebesar 2√gH.
Berdasarkan data tinggi tanggul yang berkisar antara 30 hingga 100 cm, Alif memprediksi kecepatan aliran air berada di angka 12 km/jam hingga 22,6 km/jam. Artinya, jika tanggul tersebut jebol, untuk mencapai jarak 8,6 Km air hanya membutuhkan waktu sekitar 23 hingga 42 menit untuk sampai ke kawasan Monas, tergantung pada ketinggian air saat kejadian.
Advertisement
Selain menghitung waktu tempuh, Alif juga memproyeksikan ketinggian maksimal air yang akan menggenangi kawasan Monas. Melalui perhitungan grafik yang terus meningkat seiring berjalannya waktu.
"Artinya, ketinggian maksimal banjir di Monas itu 0,53 meter. Ini kalau terus-terusan (airnya mengalir) akan lebih tinggi terus, Tapi catatan ya, drainase, gedung-gedung, dan gesekan ini diabaikan. Mungkin seharusnya kalau ini diperhitungkan, akan lebih sedikit lagi," ujar Alif Towew dalam unggahannya.
Hasil visualisasi yang dihasilkan menunjukkan bahwa ketinggian 0,53 meter tersebut setara dengan tinggi lutut hingga paha orang dewasa. Meski angka ini didapat dari penyederhanaan variabel fisik, analisis ini memberikan gambaran nyata bahwa ancaman tanggul jebol bisa diukur secara saintifik.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar