Kasus judi online di Indonesia tampaknya tidak kunjung reda. Pemerintah merasa kesulitan dalam menanggulangi masalah yang mengganggu masyarakat ini. Salah satu faktor yang membuat judi online semakin marak adalah ketidakmampuan pemain untuk berhenti bermain meskipun sering mengalami kekalahan.
Sangat disayangkan, banyak dari mereka—terutama yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah—terjebak dalam utang akibat praktik judi online. Pemain judi online hampir dipastikan mengalami kerugian, karena permainan tersebut telah diatur sedemikian rupa oleh bandar.
Pertanyaannya, bagaimana cara kerja bandar judi online sehingga para pemainnya terus menerus ketagihan dan tidak pernah kapok meskipun uang mereka terus menipis?
Menurut Alfons Tanujaya, seorang Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, permainan judi online dirancang sedemikian rupa agar bandar selalu menang, sementara pemain jarang sekali meraih kemenangan.
"Pemain judi online akan dibuai dengan 'algoritme' yang membuat mereka hampir menang. Ketika pemain akan keluar dari permainan, mereka akan dikasih kemenangan kecil oleh bandar. Ketika masuk lagi, bandar akan membuat pemainnya hampir menang, tapi sebenarnya ujung-ujungnya kalah terus," ungkap Alfons kepada Tekno Liputan6.com, pada Senin (25/11).
Selain itu, Alfons menjelaskan bahwa satgas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atau Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebenarnya dapat dengan mudah melacak keberadaan dari server judi online.
"Caranya adalah dengan menelusuri iklan judi online. Cara ini bisa dilakukan untuk mendapatkan nomor WhatsApp admin dan nomor rekeningnya. Lalu nomor WhatsApp-nya berikan ke kepolisian agar bisa melacak dan mengidentifikasi keberadaan server-nya. Jadi, yang diblokir itu jangan iklannya tapi harus server-nya," jelas Alfons.
Ia menambahkan, jika metode ini diterapkan dengan tepat, ia yakin pemerintah dapat berhasil meredam atau bahkan memberantas judi online.