Advertisement
China percaya diri bahwa proyek luar angkasa barunya dapat ungguli Teleskop Hubble milik NASA.
Karena tak mau kalah, China telah merancang sebuah teleskop luar angkasa yang dirancang khusus untuk menandingi Hubble.
Advertisement
Teleskop ini diberi nama Chinese Survey Space Telescope atau Chinese Space Station Telescope (CSST) atau Xuntian. Dalam bahasa China, Xuntian berarti “survei langit”.
Merangkum laporan Space.com, Selasa (10/10), CSST rencananya akan diluncurkan tahun depan dengan roket Long March 5B.
Dari sisi spesifikasinya, Xuntian memiliki kaca utamanya yang berdiameter dua meter.
Dengan resolusi spasial yang kira-kira sama dengan Hubble, bidang pandang CSST tiga ratus kali lebih besar dari Hubble.
“Hubble mungkin melihat seekor domba tetapi CSST melihat ribuan domba, semuanya dalam resolusi yang sama,” ungkap Li Ran, Ilmuwan proyek Sistem Reduksi Data Ilmiah CSST.
Teleskop ini nantinya akan diletakan di dekat dengan stasiun luar angkasa China.
Dengan estimasi masa misi nominal sepuluh tahun, observatorium ini dapat dirombak oleh wahana antariksa China sesuai kehendaknya.
Pemeliharaan, pasokan langsung, dan peningkatan dari CSST akan dilakukan oleh astronot Tiangong.
Lin Xiqiang, Wakil Direktur Badan Antariksa Berawak China, mengatakan observatorium di orbit Xuntian diharapkan dapat membawa terobosan baru dalam kosmologi serta planet ekstrasurya.
Advertisement
Advertisement
Sebelum model yang terbaru, teleskop Xuntian memiliki generasi sebelumnya yang memiliki daya pandang lima sampai delapan kali lebih luas daripada Hubble.
Generasi pertama dari Xuntian terdiri dari lima instrumen observasi, termasuk modul Xuntian, model terahertz, pencitra multisaluran, spektograf medan integral dan koronagraf pencitraan planet ekstrasurya.
Hingga saat ini, CSST masih dikembangkan sampel prototipenya. Pengembangan seluruh subsistem, komponen dan unit telah selesai, dan sedang dipersiapkan pengujian setelah semuanya selesai dirakit.
Advertisement
Peneliti Meragukan
Meskipun sudah banyak dibanggakan oleh para pemimpin badan antariksa China, beberapa peneliti mengatakan masih ragu akan kehebatan CSST.
“Tidak banyak yang diketahui publik mengenai kemampuan spesifik Teleskop Stasiun Luar Angkasa China, sehingga sulit untuk menilai bagaimana hal itu akan memungkinkan penyelidikan serupa (dengan Hubble),” Tom Brown, astronom dan kepala Kantor Misi Hubble di STScl menyatakan.
Hubble dan Webb yang merupakan fasilitas terbuka bagi komunitas ilmiah internasional memang menyediakan dokumentasi dan perangkat lunak signifikan sehingga para peneliti dapat merencanakan program-program sainsnya yang luar biasa. Berbeda dengan CSST yang belum diketahui.