Banyak hal yang dilakukan demi orang ini menghindar dari kematian.
Banyak orang yang telah melakukan berbagai cara untuk terlihat muda, sehat, dan hidup lebih lama.
Namun, rutinitas jutawan 45 tahun asal AS bernama Bryan Johnson mungkin adalah salah satu yang paling ekstrem. Mengapa?
Advertisement
Mengutip laporan TIME dan The Guardian, Kamis (21/12), Johnson dikabarkan tengah menjalani pola hidup dan perawatan yang mahal demi memiliki tubuh berusia 18 tahun.
Advertisement
Dia juga harus membayar ratusan ribu dolar per bulannya untuk menginfuskan satu liter plasma muda putra remajanya ke dalam aliran darahnya yang kian menua setiap bulannya.
Dia sendiri menyuntikkan darahnya ke dalam tubuh sang ayah yang berusia 70 tahun, agar kesehatan fisik dan kognitifnya yang terus menurun dapat diperbaiki.
Johnson juga menghabiskan waktunya untuk mengembangkan sistem perpanjangan hidup yang disebut Blueprint, di mana Johnson menyerahkan seluruh keputusan mengenai tubuhnya ke sekumpulan dokter yang menggunakan data tersebut untuk mengurangi penuaan di tubuhnya.
Sistem ini mencakup 111 pil yang harus diminumnya setiap hari, mengenakan topi yang memancarkan cahaya merah ke kepalanya, mengumpulkan sampel tinjanya sendiri, hingga tidur dengan alat yang terpasang di alat kelaminnya untuk mendeteksi ereksinya.
Dia juga harus bangun jam 5 pagi setiap harinya dan menjalani pola hidup yang ketat. Semua ini dilakukannya bukan tanpa alasan. Menurutnya, hidup dengan pola ketat bisa menghindarkan sesuatu yang selama ini dianggap tidak bisa dihindarkan: kematian.
Advertisement
“Kebanyakan orang menganggap kematian tidak bisa dihindari. Pada dasarnya kami hanya mencoba memperpanjang waktu yang kami miliki sebelum kami mati. Saya rasa belum pernah ada masa dalam sejarah di mana Homo sapiens dapat mengatakan secara tulus bahwa kematian mungkin tidak dapat dihindari,”
Bryan Johnson.
Tentu para ahli sangat tidak setuju dengan pendapat ini. Dr. Pinchas Cohen, dekan Leonard Davis School of Gerontology di University of Southern California, AS, menyatakan bahwa kematian bukanlah suatu pilihan, melainkan sesuatu yang tertulis dalam gen manusia.
Advertisement
Angka harapan hidup manusia memang meningkat selama abad ke-20, dari sekitar 50 tahun menjadi 80 tahun lebih.
Namun, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kematian dapat dihindari.
Tidak ada teknologi yang menunjukkan bahwa manusia sedang mengarah kepada keabadian.