Daftar Ilmuwan yang Lebih Percaya Sains daripada Keberadaan Tuhan

Berikut adalah deretan ilmuwan yang memilih atheis dalam menjalani hidupnya.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Daftar Ilmuwan yang Lebih Percaya Sains daripada Keberadaan Tuhan
Daftar Ilmuwan yang Lebih Percaya Sains daripada Keberadaan Tuhan (Merdeka.com)

Pada 2009, lembaga Pew Research Center pernah melakukan survei kepada para ilmuwan mengenai kepercayaan mereka terhadap Tuhan.

Dari hasil survei tersebut menunjukkan bahwa hanya sekitar 51 persen ilmuwan yang percaya akan keberadaan Tuhan. 

Hal tersebut terjadi karena sepanjang sejarah para ilmuwan mengandalkan data dari observasi untuk memahami fenomena yang terjadi di dunia.

Oleh karena itu, penjelasan berdasarkan sains dianggap mereka adalah sebagai penjelasan yang lebih relevan ketimbang hal lainnya. 

Berikut adalah ilmuwan yang lebih percaya sains daripada keberadaan Tuhan dikutip dari NewsWeek:

Richard Dawkins

Richard Dawkins
Dok. Istimewa

Merupakan seorang ilmuwan asal Britania Raya kelahiran tahun 1941, Dawkins juga dikenal dengan salah satu teorinya yaitu Teori Gen Genesis. Berbicara mengenai keyakinannya terhadap Tuhan, Dawkins merupakan seorang yang ateis. 

Selain seorang ilmuwan, ia juga merupakan sosok yang membela kelompok ateis, bahkan menurutnya menjadi seorang atheis tidak perlu ditutup-tutupi dan harus diperlihatkan secara terang-terangan.

Britannica, pernah menuliskan bahwa banyak karya Dawkins yang sejak dulu menjadi perdebatan karena  menunjukan kekeliruan logika dalam menjelaskan konsep Ketuhanan dengan sains


foto: Steve Jurvetson/Flickr

Lawrence Krauss

Lawrence Krauss
Dok. Istimewa

Krauss merupakan seorang fisikawan teoritik dan kosmologis asal Kanada yang lahir pada tahun 1954.

Ia terkenal karena hasil karyanya dan mendapatkan penghargaan, salah satu penghargaannya yang terbaru adalah Richard Dawkins Awards karena berhasil lantang mendukung kelompok ateis. 

Wired, media ternama pernah menyebut salah satu karya Krauss adalah buku yang berjudul The Physics of Star Trek. Buku ini menjelaskan tentang fisika ilmiah terbukti lebih dapat memperluas pemikiran orang-orang yang dibatasi oleh aturan agama. 


Foto: Jvangiel/Own work/Commons.Wikimedia.org

Bill Nye

Bill Nye
Dok. Istimewa

Merupakan seseorang yang dijuluki sebagai “The Science Guy”. Pria kelahiran Washington D.C, Amerika Serikat, tahun 1955 ini  mengakui bahwa dirinya adalah seorang agnostik. 

Bible Blender, menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi karena ia menganggap gagasan tentang Tuhan adalah sesuatu yang mengarah pada masalah yang “merepotkan” kehidupan manusia.



Foto: Montclair Film Festival/flickr.com

Michael Shermer

Michael Shermer
Dok. Istimewa

Shermer merupakan seorang ilmuwan sosial asal California, Amerika Serikat,  kelahiran tahun 1954. Awalnya ilmuwan ini terlahir dari keluarga beragama Kristen.

Namun, ketika beranjak dewasa ia berpindah menjadi seorang ateis, dan sekarang ia berubah menjadi seorang agnostik. 

Ilmuwan ini juga merupakan pendiri Skeptic Magazine. Ia berubah menjadi agnostik karena berpikir bahwa untuk meyakini suatu hal harus dilihat dari berbagai sudut pandang, terutama sudut pandang ilmiah. 



Foto: User:Loxton/commons.wikimedia.org.

Stephen Hawking 

Stephen Hawking 
Dok. Istimewa

Stephen Hawking merupakan seorang fisikawan teoritis dan kosmologis kelahiran Oxford, Inggris, tahun 1942.

Pada 2014 Hawking pernah mengatakan kepada media bahwa ia adalah seorang ateis dan tidak mempercayai akan kehadiran Tuhan. 

Hawking mempercayai bahwa tidak akan ada surga ataupun kehidupan setelah kematian. Serta, ia juga mengatakan kalau mukjizat dalam agama tidak selaras dengan pemahaman sains


Foto: NASA

Rekomendasi