Gitaris utama Queen Brian May akan merilis buku tentang atlas asteroid pertama di dunia. Bukunya itu berjudul ‘Bennu 3-D: Anatomy of an Asteroid’. Menariknya buku ini disebut tak hanya komplit data tetapi juga menyajikan gambar 3D dari sebuah asteroid. May tak sendirian dalam penyusunan buku ini. Ia berkolaborasi dengan ahli planet dari Universitas Arizona, Dante Lauretta. Sebelum mendirikan Queen pada tahun 1970 bersama Freddie Mercury dan Roger Taylor, May seorang yang antusias untuk belajar fisika dan matematika di Imperial College London.
Advertisement
Ia pun sukses menyelesaikan studi doktoralnya yang mengkaji tentang kecepatan radial awan debu zodiakal.
Buku yang berisikan gambar ini mengambil data dari Misi Osiris-Rex yang diluncurkan pada 8 September 2016 dan akan kembali ke Bumi di 24 September 2023. Osiris-Rex adalah sebuah upaya kerjasama antara NASA dan Universitas Arizona untuk mengumpulkan sampel material dari asteroid dekat Bumi yang bernama Bennu.
Dilaporkan The Guardian, Selasa (25/7), menurut NASA, Bennu adalah salah satu asteroid yang berpotensi berbahaya dan memiliki probabilitas dampak yang relatif tinggi terhadap Bumi pada akhir abad ke-22.
Advertisement
Misi Osiris-Rex akan menentukan berbagai atribut Bennu, termasuk sifat fisik dan kimianya. Nantinya sifat ini akan menjadi poin penting memitigasi dampaknya kelak suatu saat.
Advertisement
"Tujuan kami adalah untuk menyajikan potret luar biasa ini dalam bentuk yang dapat dimengerti dan dinikmati oleh para ilmuwan maupun non-ilmuwan," kata May.
Selain buku yang akan menampilkan gambar tiga dimensi, serta ilustrasi dan peta, Tucson.com melaporkan bahwa buku ini dilengkapi dengan Lite Owl. Lite Owl yakni alat pandang stereoskopik yang dirancang oleh May yang memungkinkan pembaca melihat gambar-gambar dalam bentuk tiga dimensi. Buku baru karya May dan Lauretta juga akan menyertakan analisis tentang asal-usul kehidupan.