Membandingkan Teknologi GoTo dan Grab yang Diterpa Isu Merger, Siapa Unggul?

Membandingkan teknologi yang digunakan oleh GoTo dan Grab, dua raksasa teknologi di Asia Tenggara, dalam meningkatkan layanan dan efisiensi.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Membandingkan Teknologi GoTo dan Grab yang Diterpa Isu Merger, Siapa Unggul?
Perbandingan Teknologi GoTo dan Grab, Siapa Unggul? (Istimewa)

GoTo dan Grab, dua perusahaan teknologi terkemuka di Asia Tenggara, saat ini sedang menjadi perbincangan. Mereka dikabarkan akan merger. Namun rumor itu ditepis oleh pihak GoTo.

"Perseroan ingin memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan antara Perseroan dengan pihak manapun untuk melakukan transaksi merger sebagaimana telah diberitakan di media massa," tulis manajemen, Rabu (5/2).

Terlepas dari rumor itu, kedua perusahaan memiliki teknologi yang sama-sama mumpuni, salah satunya kecerdasan buatan (AI).

Tujuannya untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional. Namun, pendekatan dan fokus teknologi AI mereka memiliki perbedaan. Apa yang berbeda? Berikut pembahasannya:

Teknologi AI GoTo

GoTo, hasil merger Gojek dan Tokopedia, mengembangkan berbagai teknologi AI. Salah satu inovasi signifikan adalah pengembangan Large Language Model (LLM) open-source bernama 'Sahabat-AI', yang dikembangkan bersama Indosat Ooredoo Hutchison.

LLM ini menunjukkan komitmen GoTo terhadap inovasi teknologi dan kolaborasi terbuka di bidang AI.

Selain Sahabat-AI, GoTo juga meluncurkan asisten suara berbasis AI bernama 'Dira by GoTo AI' untuk aplikasi GoPay.

Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi keuangan hanya dengan perintah suara, memberikan pengalaman pengguna yang lebih praktis dan efisien.

Implementasi AI pada GoPay ini menunjukkan fokus GoTo pada peningkatan pengalaman pengguna melalui teknologi AI yang terintegrasi langsung ke dalam layanannya.

Teknologi AI Grab

Teknologi AI yang digunakan Grab secara luas untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pengguna. Contohnya, AI digunakan untuk mencocokkan pengemudi dengan konsumen secara efisien, merekomendasikan pesanan makanan berdasarkan preferensi pengguna, dan meningkatkan transaksi mitra pengemudi dengan menganalisis preferensi mereka.

Grab juga memanfaatkan layanan cloud AWS untuk mendukung berbagai layanannya. Infrastruktur cloud ini memungkinkan Grab untuk mengelola analitik data, database, dan inferensi machine learning (ML) secara efektif. Kemampuan ini sangat penting untuk mendukung layanan berbasis AI seperti peningkatan peta dan deteksi penipuan, yang menjamin keamanan dan kualitas layanan Grab.

Lebih lanjut, Grab mengembangkan GrabMaps, teknologi pemetaan hiperlokal dan solusi data lokasi untuk bisnis. Teknologi ini menunjukkan kemampuan Grab dalam memanfaatkan AI tidak hanya untuk layanan internal, tetapi juga untuk menawarkan solusi teknologi yang inovatif kepada bisnis lain.

Siapa Unggul?

Baik GoTo maupun Grab menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan dan implementasi AI. GoTo lebih fokus pada pengembangan teknologi AI internal, seperti Sahabat-AI dan Dira, yang terintegrasi langsung ke dalam ekosistem layanannya.

Sementara itu, Grab lebih menekankan pada penerapan AI untuk optimasi operasional dan pengembangan solusi teknologi untuk bisnis eksternal, seperti GrabMaps.

Meskipun pendekatannya berbeda, kedua perusahaan menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan layanan, efisiensi, dan pengalaman pengguna di sektor teknologi Asia Tenggara.

Pengembangan dan implementasi AI oleh GoTo dan Grab akan terus membentuk lanskap teknologi dan inovasi di wilayah tersebut.

Rekomendasi