Advertisement
Ulang tahun sering kali dirayakan dengan meriah, namun menurut ajaran Islam, hal ini bukanlah bagian dari tradisi Islam. Dikutip dari akun youtube resmi Ustadz Khalid Basalama, beliau menjelaskan bahwa ulang tahun berasal dari tradisi non-Muslim dan tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini beliau menekankan pentingnya mengikuti ajaran yang sesuai dengan sunah dan hadis Nabi Muhammad.
Advertisement
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, Nabi Muhammad SAW melarang umat Islam untuk meniru kebiasaan orang-orang non-Muslim, termasuk dalam merayakan ulang tahun. Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya menjaga identitas keislaman dan tidak terpengaruh oleh tradisi lain yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk lebih fokus pada ibadah dan amal saleh daripada perayaan yang bersifat duniawi. Dalam hal ini beliau mengutip hadis Nabi, Dari Ibnu ‘Umar, Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR Abu Daud: 4031). Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwaul Ghalil no: 1269.
Advertisement
Ustadz Khalid Basalamah menekankan bahwa dalam hidup ini, umat Islam seharusnya fokus pada hal-hal yang lebih penting seperti ibadah dan amal saleh. Ulang tahun dianggap tidak penting dalam ajaran Islam karena tidak memberikan manfaat spiritual yang berarti. Sebagai gantinya, umat Islam diajak untuk bersyukur atas setiap detik kehidupan yang diberikan oleh Allah dan memanfaatkannya untuk kebaikan.
Advertisement
Secara keseluruhan, Ustadz Khalid Basalamah menyimpulkan bahwa perayaan ulang tahun bukan bagian dari ajaran Islam. Tradisi ini berasal dari kebiasaan non-Muslim dan tidak sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan untuk menahan diri dari merayakan ulang tahun dan lebih berfokus pada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah.