Kelenjar kodok gurun makin marak dicari orang. Kodok gurun ini mengandung racun yang secara bahasa kimianya disebut 5-MeO-DMT psikedelik. Konon zat psikedelik ini bisa membantu proses penyembuhan.
Psikedelik merupakan zat halusinogen. Telah digunakan ribuan tahun dalam hal pengobatan dan praktik spiritual beragam budaya. Zat ini tergolong narkotika berbahaya. Memiliki risiko tinggi disalahgunakan dan menyebabkan ketergantungan.
Karena termasuk barang illegal di beberapa negara, hewan liar ini banyak diperjualbelikan di dark web. Lantas, berapa harganya?
Soal harga persisnya belum diketahui. Namun dilaporkan The New York Times pada 2022, Senin (15/5), orang-orang rela membayar USD 250 hingga USD 8.500 atau jika dikurskan rupiah dimulai dari Rp 3 juta sampai Rp 125 juta untuk ikut ritual menjilat kelenjar kodok gurun ini. Ritual ini dilakukan di hutan Texas Timur dan sebuah pantai di daerah meksiko.
"Ada kebangkitan psychedelic yang sedang terjadi. Ada seluruh sekte dari komunitas ini yang dikhususkan untuk kodok Gurun Sonoran, mengekstraksinya untuk penggunaan psychedelic," kata President of the Tucson Herpetological Society, Robert Villa.
Racun kodok dikatakan memiliki kualitas yang luar biasa. Beberapa mengklaim bahwa itu telah mengakhiri ketergantungan mereka pada obat lain seperti sabu atau opioid. Namun kenyataannya justru sebaliknya.
Dikutip dari Reptile Magazine, kodok gurun Sonoran memiliki racun di kulitnya yang dapat menyebabkan manusia berhalusinasi jika tertelan atau dijilat. Kodok besar, yang tumbuh hingga hampir 7 inci panjangnya, adalah salah satu yang terbesar di Amerika Utara. Ini juga memiliki kelenjar parotid besar yang mengeluarkan racun yang sangat kuat sehingga bisa membuat penggunanya bisa sakit parah.