Ilmuwan Temukan Dugaan Bukti Meteor Tertua yang Pernah Jatuh ke Bumi

Para ilmuwan Australia telah menemukan pecahan batu berusia 3,48 miliar tahun yang mungkin menjadi bukti paling awal meteorit menabrak Bumi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ilmuwan Temukan Dugaan Bukti Meteor Tertua yang Pernah Jatuh ke Bumi
Ilustrasi meteor hujam Bumi. ©2016 Merdeka.com

Para ilmuwan Australia telah menemukan pecahan batu berusia 3,48 miliar tahun yang mungkin menjadi bukti paling awal meteorit menabrak Bumi.

Pecahan, yang dikenal sebagai spherules, mungkin terbentuk saat meteor menghantam tanah, lalu menyemburkan batuan cair ke udara. Batuan yang meleleh ini kemudian mendingin dan mengeras menjadi manik-manik seukuran kepala peniti yang terkubur selama ribuan tahun.

Dilansir dari laman LiveScience, Senin (27/3), para peneliti mempresentasikan penemuan ini, yang belum pernah ditinjau pada Konferensi Ilmu Bulan dan Planet ke-54 di Texas minggu lalu.

Dalam ringkasan hasil mereka, para ilmuwan menyimpulkan bahwa spherules, yang mereka bor dari sekelompok batuan vulkanik dan sedimen yang disebut Formasi Rias Pilbara Craton di Australia Barat, adalah bukti tertua dari dampak bolide potensial dalam catatan geologi Bumi. Bolide adalah meteor besar yang meledak di atmosfer saat jatuh ke Bumi.

Hingga kini, bukti tertua tumbukan meteor adalah spherule berusia 3,47 miliar tahun, juga dari Pilbara Craton, dan fragmen berusia 3,45 miliar tahun yang ditemukan di Kaapvaal Craton, Afrika Selatan.

"Penelitian baru ini mendokumentasikan ejecta pada batuan yang sedikit lebih tua, yang berusia 3,48 miliar tahun atau sekitar 10 juta tahun lebih tua dari yang ditemukan sebelumnya," Chris Yakymchuk, ahli geologi di University of Waterloo di Kanada yang tidak terlibat dalam penelitian.

Hasilnya tampak kuat, namun masih butuh penyelidikan lebih lanjut. Mengumpulkan seluruh data-data agar yang diperlukan agar mampu mengonfirmasi keabsahannya.

Tim tersebut sekarang sedang mempelajari bebatuan yang membungkus spherules dan menganalisis berbagai lapisan sedimen yang mereka bor untuk menyempurnakan pemahaman mereka tentang jatuhnya meteor.

Rekomendasi