Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Startup Korea Dihantam Krisis PHK

Perusahaan rintisan (startup) Korea sedang menghadapi periode kesulitan seperti yang dialami beberapa startup yang sedang melakukan strukturisasi akibat kesulitan keuangan. Tahun lalu, startup besar seperti Watcha, Tal-Ing, Sandbox Network, Spoon Radio, and Riiid melakukan opsi PHK cukup besar.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Startup Korea Dihantam Krisis PHK
Ilustrasi startup. © CBC

Perusahaan rintisan (startup) Korea sedang menghadapi periode kesulitan seperti yang dialami beberapa startup yang sedang melakukan strukturisasi akibat kesulitan keuangan.

Tahun lalu, startup besar seperti Watcha, Tal-Ing, Sandbox Network, Spoon Radio, and Riiid melakukan opsi PHK cukup besar.

Dan tahun ini, meski banyak startup mengumumkan restrukturisasi tenaga kerja, kondisi ini justru meyakinkan bahwa gelombang PHK masih berlanjut.

Kesulitan pendanaan telah memaksa banyak startup mengambil tindakan drastis, supaya tetap survive yang berdampak signifikan bagi karyawannya.

Seperti startup Korea yang tengah menghadapi tantangan, ini akan penting bagi perusshaan untuk menemukan kreativitas dan solusi berkelanjutan terhadap kesulitan pendanaan, dan menekan dampak terhadap para karyawan.

Dikutip dari Secretrecipe, media khusus dunia startup di Korea, yang diterima Merdeka.com, berikut ini beberapa startup Korea yang melakukan restrukturisasi:

1. Green Labs
Startup teknologi perkebunan (agtech), yang memiliki platform dengan 800 ribu petani. Mulai mengetatkan ikat pinggang, setelah mengamankan dana 240 miliar won selama lima tahun sejak didirikan.

Perusahaan baru-baru ini melakukan penghematan fiskal dengan menunda beberapa pembayaran. Namun, tiada ada informasi terkait isu PHK.

2. FastFive
Perusahaan ini menguasai separuh pangsa pasar coworking space di Korea. Saat ini melakukan PHK kepada karyawan di luar bisnis intinya. Perusahaan akan berbicara dengan setiap karyawan yang akan terkena PHK dan restrukturisasi ini menyangkut reorganisasi bisnis dan organisasi.

3. Humart Company
Startup kesehatan mental yang didanai oleh Kakao Ventures, melakukan restrukturisasi lebih dari separuh stafnya.

Meski mendapat pendanaan lebih5 miliar won dari beberapa perusahaan modal ventura dan aktif merekrut talenta untuk ekspansi bisnisnya, toh perusahaan gagal mengamankan investasi lanjutan dan mulai mengurangi skala usahanya.

4. FitPet

Startup kesehatan hewan ini akan meluncurkan "satuan tugas efisiensi manajemen" untuk memotong biaya dan mendapat keunggulan kompetitif di industri perawatan hewan piaraan di tengah resesi ekonomi global.

Perusahaan juga akan promosi penyesuaian struktural dalam organisasi seperti melangsingkan ukuran dan menurunkan biaya tenaga kerja.

5. Vogoplay

Startup yang mengelola platform dagang langsung Vogo ini akan mengajukan kurator pengadilan. Tumbuh pesat dengan menawarkan diskon besar, tapi telah mencapai titik yang mana tidak mampu lagi membayar akumulasi defisit sebesar 50 miliar won.

Bisnisnya sedang mencari terobosan akibat tidak mampu membayar para vendor.

Meski banyak startup sedang kesulitan, banyak pula startup Korea mendapat pendanaan pada periode 31 Januari-3 Februari 2023.

Menurut Startuprecipe, total pendanaan yang diterima startup Korea pada periode itu adalah 51 miliar won.

Pendanaan besar diterima beberapa startup Korea. Antara lain Dot, yang mendapat pendanaan 13,4 miliar won. Kemudian MGRV yang meraih 12,5 miliar won dan Sweet Bio (10,5 miliar won).

Rekomendasi