Google menutup semua ekstensi Chrome berbayar yang sebelumnya ditawarkan di Chrome Web Store. Hal ini mengisyaratkan bahwa pengembang yang ingin memonetisasi ekstensi mereka sudah tidak bisa melakukannya lewat toko aplikasi Chrome.
Melansir The Verge, ini adalah kebijakan yang sudah dibuat mulai Maret lalu, sebagai buntut dari banyaknya transaksi penipuan yang bertujuan untuk mengeksploitasi pengguna.
Google akan secara bertahap mengimplementasikan fungsi ini selama beberapa bulan mendatang. Nantinya pada 1 Februari 2021, tidak ada lagi ekstensi Chrome berbayar dan tidak akan ada lagi tagihan.
Sebelumnya, Google memberantas ekstensi Chrome berisi spam, dan memberantas review manipulatif agar pengguna mau pasang, atau push notifikasi yang disalahgunakan.
Advertisement
Setelah terdapat upaya penjahat siber memata-matai pengguna browser Google Chrome melalui software add-on atau yang di Chrome dikenal sebagai Extension. Hal ini ditemukan oleh perusahaan keamanan Awake Security.
Disebutkan oleh Awake Security, sejumlah software ekstensi atau add-on Google yang dipakai untuk memata-matai pengguna ini sudah diunduh oleh 32 juta pengguna.
Alphabet Inc, perusahaan induk Google, menyebut pihaknya sudah menghapus lebih dari 70 add-on yang disusupi spyware alias software mata-mata.
Google menghapus puluhan add-on dari toko resmi Chrome Web Store setelah diberi tahu oleh peneliti keamanan bahwa add-on disusupi spyware.
"Ketika kami diberi tahu bahwa sejumlah ekstensi (add-on) yang ada di Web Store melanggar kebijakan, kami mengambil tindakan dan menggunakan insiden itu sebagai pelatihan untuk meningkatkan analisis manual dan otomatis kami," kata Juru Bicara Google Scott Westover, seperti yang dikutip dari laporan Tekno Liputan6.com yang mengutip Reuters.
Sekadar informasi, kebanyakan ekstensi add-on gratisan bertujuan untuk memperingatkan pengguna atas website yang dipertanyakan. Sebagai gantinya, ekstensi ini menyedot riwayat penelusuran dan data kredensial untuk keperluan internal.