Raksasa teknologi Google baru saja digugat oleh pemerintah Australia. Gugatan ini adalah gugatan kedua dalam waktu kurang dari setahun, dan penyebabnya adalah masalah privasi.
Melansir Engadget, Google dituduh menyuesatkan konsumen Australia dalam upaya mengumpulkan informasi untuk iklan tertarget.
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) yang merupakan pengawas konsumen di Australia, mengatakan Google tidak mendapatkan persetujuan eksplisit dari konsumen untuk mengumpulkan data pribadi.
ACCC merujuk pada sebuah perubahan kebijakan di 2006 di mana Google bisa mengumpulkan data tentang aktivitas pemegang akun Google di situs non-Google. Sebelumnya, data ini dikumpulkan oleh perusahaan teknologi penayangan iklan DoubleClick, dan disimpan secara terpisah, tidak ditautkan ke akun Google Pengguna.
Google sendiri mengakuisisi DoubleClick di 2008 lalu, dan perubahan kebijakan ini berarti data Google dan DoubleClick digabung. Dengan ini, Google menggunakan data yang lebih lengkap ini untuk menjual iklan tertarget.
Advertisement
Dalam praktiknya, sejak Juni 2016 hingga Desember 2018, pengguna Google akan menemui popup yang menjelaskan "fitur opsional" tentang bagaimana Google akan mengumpulkan data mereka. Konsumen bisa mengklik "Saya setuju", dan Google akan mengumpulkan data mereka. Nah, menurut ACCC, popup tersebut tidak menjelaskan secara memadai soal apa yang disetujui konsumen.
Google sendiri membantah, dan pihaknya menyebut bahwa pengguna Google telah diminta untuk "menyetujui lewat notifikasi popup yang menonjol dan mudah dipahami."
Oktober lalu, ACCC juga telah menggugat Google dengan tuduhan menyesatkan pengguna Android untuk sulit keluar dari pelacakan lokasi di smartphone maupun tablet.
Menurut Anda?