Triawan Munaf Ditunjuk Jadi Venture Advisor East Ventures

Triawan Munaf Ditunjuk Jadi Venture Advisor East Ventures

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Triawan Munaf Ditunjuk Jadi Venture Advisor East Ventures
Triawan Munaf. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

East Ventures, investor startup tahap awal pertama di Indonesia yang telah beroperasi sejak 2009, mengumumkan bergabungnya Triawan Munaf di jajaran kepemimpinan perusahaan sebagai Venture Advisor.

Triawan akan membantu East Ventures dalam menggali potensi terbaik dari perusahaan-perusahaan Indonesia dan membantu mereka untuk mengembangkan bisnisnya ke tingkat regional.

Triawan adalah politisi senior dan wirausahawan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam membangun bisnis di dunia industri kreatif Indonesia.

Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo mengangkatnya untuk memimpin Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) - badan yang baru dibentuk oleh Presiden pada tahun tersebut.

Sebagai Kepala Bekraf, Triawan bertugas untuk merumuskan, merencanakan, mengkoordinasi, dan melakukan sinkronisasi atas kebijakan pemerintah di bidang ekonomi kreatif.

Baru-baru ini, Triawan ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Triawan Munaf terkenal sebagai pribadi yang ramah dan praktis. Pencapaian ekonomi kreatif Indonesia mencapai titik yang tinggi di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya dan tim Bekraf berhasil meletakkan fondasi yang kukuh untuk 16 pilar ekonomi kreatif Indonesia. Pak Triawan berbagi nilai yang sama dengan East Ventures. Dengan pengalaman dan kemampuan Pak Triawan, kami berharap dapat mengembangkan ekonomi digital ekonomi Indonesia lebih cepat," ungkap Willson Cuaca, Co-founder dan Managing Partner East Ventures dalam keterangan resmi, Selasa (4/2).

Bergabungnya Triawan Munaf merupakan sebuah tonggak baru dalam perjalanan East Ventures sepanjang 2020.

Pekan lalu, East Ventures juga meluncurkan meluncurkan laporan pertamanya yang berjudul East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2020 laporan lengkap yang memetakan perkembangan ekonomi digital di 34 provinsi dan 24 kota besar di Indonesia.

"Saya senang dapat bergabung dengan perusahaan modal ventura terdepan yang memiliki visi yang sama dengan saya, yaitu membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan menciptakan ekonomi digital yang lebih inklusif untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Rekomendasi